Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Daftar Gunung yang Erupsi Bersamaan pada Awal September 2026

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:00 WIB
Bagikan:
Daftar Gunung yang Erupsi Bersamaan pada Awal September 2026
Daftar Gunung yang Erupsi Bersamaan pada Awal September 2026 (Image From: Gunung Anak Krakatau/Kementerian ESDM/Kabar24 - Bisnis.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia daftar gunung yang erupsi bersamaan di bulan September 2026. Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia meningkat dalam waktu yang berdekatan pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Beberapa gunung bahkan tercatat mengalami erupsi pada periode yang hampir bersamaan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan bahwa setiap gunung api memiliki sistem magma dan karakteristik aktivitas masing-masing. Karena itu, erupsi yang terjadi bersamaan secara waktu tidak otomatis menunjukkan adanya hubungan antara satu gunung dengan gunung lainnya.

Berdasarkan pemantauan pada awal September 2026, sejumlah gunung api tercatat mengalami erupsi, di antaranya Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Semeru, Gunung Sinabung, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Ili Lewotolok.

Daftar Gunung yang Erupsi Bersamaan

Berikut sejumlah gunung api yang tercatat mengalami erupsi pada akhir pekan hingga awal September 2026.

1. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi salah satu gunung api dengan aktivitas paling menonjol pada awal September 2026.

Anak Krakatau telah berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Aktivitas erupsinya berlangsung secara fluktuatif dan kembali meningkat sejak Jumat, 4 September 2026 malam.

Pada periode 5-6 September, aktivitas erupsi masih berlangsung. Setelah episode erupsi menerus berakhir pada Minggu dini hari, PVMBG mencatat adanya erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik.

Pada Minggu, 6 September 2026, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Erupsi pertama tercatat pukul 03.53 WIB dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi sekitar 30 detik. Erupsi berikutnya terjadi pukul 07.10 WIB dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi sekitar 16 detik.

Aktivitas Anak Krakatau juga berdampak terhadap sebaran abu vulkanik. Abu terpantau menyebar hingga sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan wilayah lainnya.

Kondisi tersebut sempat mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah bandara. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Anak Krakatau.

2. Gunung Ibu

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, juga mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026.

Erupsi tercatat terjadi pada pukul 10.04 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan bergerak condong ke arah utara. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 44 detik.

Gunung Ibu saat ini berada pada Level II atau Waspada.

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ibu. Pembatasan juga berlaku hingga radius sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang berada di luar rumah disarankan menggunakan masker dan pelindung mata.

3. Gunung Semeru

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, juga tercatat mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026.

Erupsi terjadi pada pagi hari dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.

Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 102 detik.

Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Mahameru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.

4. Gunung Sinabung

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, juga masuk dalam daftar gunung api yang mengalami peningkatan aktivitas pada periode tersebut.

PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung menjadi Level III atau Siaga pada 6 September 2026 setelah pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik masih tinggi.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak kawah.

Pemantauan menggunakan pesawat nirawak tidak menunjukkan adanya pertumbuhan kubah lava baru. Meski demikian, aktivitas kegempaan yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan di kedalaman dangkal masih terekam.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Larangan juga berlaku pada radius sektoral lima kilometer ke arah selatan-tenggara.

5. Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, juga masih berstatus Level III atau Siaga.

Gunung ini kembali mengalami erupsi pada Selasa, 1 September 2026 pukul 12.42 WITA. Kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar tiga menit 17 detik.

PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki.

6. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, turut mengalami erupsi pada awal September.

Pada 7 September 2026 pagi, gunung tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pukul 05.41 WITA dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak.

Erupsi kedua terjadi pukul 06.15 WITA dengan tinggi kolom abu yang juga mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara, barat daya, serta barat daya pada kejadian berikutnya.

Meski mengalami erupsi, status Gunung Ili Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas.

Lima Gunung Berstatus Siaga

Selain aktivitas erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan, PVMBG juga mencatat terdapat lima gunung api yang berada pada Level III atau Siaga dalam periode yang dirangkum.

Kelima gunung tersebut adalah:

  • Gunung Anak Krakatau
  • Gunung Semeru
  • Gunung Merapi
  • Gunung Lewotobi Laki-laki
  • Gunung Sinabung

Status Level III menunjukkan aktivitas vulkanik meningkat secara nyata berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental atau gunung api sedang mengalami erupsi.

Sementara itu, sebanyak 22 gunung api lainnya berada pada Level II atau Waspada. Daftar tersebut meliputi Awu, Banda Api, Bromo, Bur Ni Telong, Dempo, Dieng, Dukono, Gamalama, Ibu, Ile Werung, Ili Lewotolok, Iya, Karangetang, Kerinci, Lokon, Marapi, Raung, Rinjani, Sangeangapi, Slamet, Soputan, dan Talang.

Terjadinya erupsi pada sejumlah gunung api dalam waktu berdekatan memang dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, masyarakat tidak perlu langsung menganggap bahwa gunung-gunung tersebut saling berhubungan.

Setiap gunung api memiliki sistem magma, sumber tekanan, dan karakteristik vulkanik yang berbeda. Karena itu, erupsi yang terjadi pada waktu hampir bersamaan tidak otomatis disebabkan oleh aktivitas gunung api lainnya.

Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta pemerintah daerah. Pembatasan aktivitas di sekitar gunung api juga harus dipatuhi karena setiap gunung memiliki karakter bahaya dan radius rekomendasi yang berbeda.

Khusus bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api aktif, penting untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi resmi, menggunakan masker dan pelindung mata ketika terjadi hujan abu, serta segera mengikuti arahan evakuasi apabila pemerintah menetapkan langkah tersebut.

(ipa)

Berita Terbaru

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Subang9 jam lalu
Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Subang9 jam lalu
17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

Subang10 jam lalu
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle11 jam lalu
Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Headline11 jam lalu
Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Nasional12 jam lalu
Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Nasional12 jam lalu
Pojokan 324: Ah, Surya!

Pojokan 324: Ah, Surya!

Opini12 jam lalu
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Jawa Barat13 jam lalu