Daftar Kebakaran Hutan di Indonesia 2026, Asap Meluas hingga Negara Tetangga

PASUNDANEKSPRES.ID - Daftar kebakaran hutan di Indonesia sepanjang 2026 mencakup sejumlah wilayah di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Jawa, hingga Sumatera.
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di sejumlah daerah dengan luas berbeda, sementara asap dari beberapa lokasi bahkan bergerak hingga ke negara tetangga.
Pemantauan kualitas udara IQAir juga menunjukkan adanya 12 aktivitas kebakaran aktif di Indonesia. Sejumlah kota dan wilayah di sekitar lokasi kebakaran mencatat kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Daftar Kebakaran Hutan di Indonesia Berdasarkan Wilayah
Mengutip dari Wikipedia, berikut daftar kebakaran hutan di Indonesia sepanjang 2026:
1. Papua
Pembukaan lahan dalam skala besar untuk pengembangan Food Estate, perkebunan kelapa sawit, dan aktivitas pertambangan dinilai turut memicu kebakaran hutan dan lahan di Papua.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mencatat sebagian besar titik api di wilayah tersebut berada di kawasan food estate dan konsesi Proyek Strategis Nasional (PSN).
2. Papua Selatan
Papua Selatan mencatat area terindikasi terbakar sekitar 41.790 hektare berdasarkan analisis AIT Madani Berkelanjutan. Sebanyak 89,5 persen dari luasan tersebut terjadi pada Juli 2026.
Data Sipongi pada 20 Agustus 2026 juga mencatat 25.838,53 hektare hutan dan lahan terbakar.
3. Papua Tengah
BMKG menemukan 512 titik panas di Papua Tengah pada 20–21 Agustus 2026. Data Sipongi pada 22 Agustus mencatat luas lahan terbakar mencapai 2.519,88 hektare.
4. Kalimantan Barat
Per Agustus 2026, Kabupaten Ketapang tercatat sebagai wilayah dengan dampak kebakaran paling luas, yang melanda 15 dari total 20 kecamatan. Luas lahan terbakar mencapai 38.000 hektare.
5. Kalimantan Timur
Sebanyak 547 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat dengan total area terdampak mencapai 1.595,81 hektare. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan catatan pada bulan-bulan sebelumnya.
6. Kalimantan Selatan
Data BPBD Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 2.332 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga awal September 2026, dengan total area terdampak mencapai 12.339,74 hektare.
7. Kalimantan Tengah
Berdasarkan data BPBD Kalimantan Tengah per 30 Agustus 2026, tercatat 49.551 titik panas (hotspot) serta ribuan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan lahan gambut.
8. Nusa Tenggara Barat
Kementerian Kehutanan mencatat 8.895,43 hektare lahan dan hutan terbakar hingga 20 Juli 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 5.759,19 hektare.
9. Sulawesi Tengah
Data Sipongi pada 20 Agustus mencatat sekitar 3.138 hektare lahan terbakar. Sebelumnya, BMKG memperkirakan potensi karhutla berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi pada 9–15 Agustus.
10. Jawa Barat
Karhutla tercatat terjadi di 17 kabupaten dan kota. Sumedang mencatat 12 kejadian, Majalengka 11 kejadian, sementara Cirebon, Sukabumi, dan Bandung masing-masing enam kejadian.
Total luas lahan terbakar di Jawa Barat mencapai 77,51 hektare.
11. Jawa Tengah
Jawa Tengah mencatat 166 kejadian karhutla yang tersebar di 32 kabupaten dan kota. Luas lahan terdampak mencapai 306 hektare.
12. Jawa Timur
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdeteksi pada 3 Agustus 2026. Api kemudian meluas hingga sekitar 1.120 hektare sebelum berhasil dipadamkan pada 14 Agustus.
Kawasan tersebut kembali dibuka pada 20 Agustus 2026.
13. Riau
Riau mencatat 16.277 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar 14.277,3 hektare merupakan lahan gambut dan 1.250,7 hektare berada di lahan mineral.
14. Sumatera Selatan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mencapai 2.001 kejadian hingga akhir Agustus 2026. Sebanyak 13 daerah ditetapkan sebagai zona merah akibat tingginya potensi karhutla.
Sementara itu, BPBD Sumatera Selatan mencatat 12.748 titik panas (hotspot) sepanjang Agustus 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2015.
15. Jambi
Hingga awal September 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi telah melanda area seluas 1.776,56 hektare.
16. Lampung
Kawasan Taman Nasional Way Kambas mengalami kebakaran pada 25–26 Januari 2026 yang menghanguskan sedikitnya 2.685,43 hektare kawasan konservasi.
Kebakaran kembali dilaporkan pada Agustus setelah sedikitnya 20 titik api muncul di kawasan tersebut sepanjang periode sebelumnya.
17. Bali
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat kebakaran terjadi di seluruh sembilan kabupaten/kota di Bali selama musim kemarau, 11 April hingga 1 September 2026. Data pemantauan menunjukkan kebakaran gedung dan permukiman menjadi kejadian terbanyak, dengan total 132 kasus.
Kabupaten Buleleng mencatat jumlah tertinggi dengan 33 kejadian, disusul Kota Denpasar sebanyak 31 kejadian. Berikutnya, Badung mencatat 15 kejadian, Karangasem 14 kejadian, Jembrana 10 kejadian, Bangli sembilan kejadian, Klungkung delapan kejadian, Gianyar tujuh kejadian, dan Tabanan lima kejadian.
Selain menyasar bangunan dan permukiman, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan dan lahan (karhutla) serta area pengelolaan sampah.
Kualitas Udara Ikut Memburuk
Daftar kebakaran hutan di Indonesia tidak hanya menggambarkan luas lahan yang terbakar. Dampak asap juga terlihat dari kualitas udara di sejumlah wilayah.
Berdasarkan snapshot pemantauan IQAir yang digunakan dalam data tersebut, beberapa wilayah mencatat angka AQI tinggi:
- Sungaigerong, Sumatera Selatan: 191.
- Kayu Agung, Sumatera Selatan: 212.
- Palembang, Sumatera Selatan: 205.
- Sungaigerong, Sumatera Selatan: 227 pada pembaruan lain.
- Bayunglincir, Sumatera Selatan: 127.
- Sampit, Kalimantan Tengah: 525.
- Sendawar, Kalimantan Timur: 475.
- Jambi: 179.
- Tanjung Palas, Kalimantan Utara: 143.
- Sintang, Kalimantan Barat: 278.
Angka kualitas udara tersebut bersifat real-time sehingga dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran dan kondisi angin.
Asap dari kebakaran di Kalimantan juga telah bergerak melewati wilayah Indonesia dan mencapai Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina.
(pm)
