Demo Ricuh di Prancis dan Italia, WNI Dipastikan Aman

PASUNDANEKSPRES.ID - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum menerima laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat maupun terdampak langsung oleh gelombang demonstrasi di Prancis dan Italia.
Meski demikian, pemerintah meminta seluruh WNI di kedua negara tersebut meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gangguan keamanan dan aktivitas masyarakat.
Demo Ricuh di Prancis dan Italia, Kemlu Pastikan Belum Ada Laporan WNI Terdampak
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris dan KBRI Roma terus memantau perkembangan situasi keamanan setelah demonstrasi yang berlangsung pada 17 Oktober 2026.
“Hingga saat ini, KBRI Paris dan KBRI Roma belum menerima laporan mengenai adanya WNI yang terlibat maupun terdampak akibat demonstrasi tersebut,” kata Heni dalam pernyataan tertulis kepada awak media, dikutip dari dutatv.com, Selasa (20/10).
Kemlu melalui perwakilan diplomatiknya juga telah menyampaikan imbauan kepada WNI di wilayah kerja masing-masing agar berhati-hati, mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat, serta menghindari lokasi demonstrasi dan kerumunan massa.
Selain potensi bentrokan, masyarakat Indonesia diminta memperhatikan kemungkinan gangguan transportasi umum, penutupan jalan, dan pengalihan arus lalu lintas yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
“KBRI Paris dan KBRI Roma akan terus memantau perkembangan situasi keamanan pasca-demonstrasi dan menjaga komunikasi dengan seluruh WNI,” ujar Heni.
Aktivitas WNI di Prancis Berpotensi Terganggu
Di Prancis, gelombang demonstrasi yang awalnya dipelopori pelajar berkembang menjadi aksi yang melibatkan kelompok masyarakat lebih luas. Sejumlah tuntutan mencakup perbaikan sistem pendidikan, penambahan anggaran, peningkatan jumlah tenaga pengajar, hingga persoalan ekonomi.
Aksi pelajar telah berlangsung sejak pertengahan September. Para siswa memblokade sejumlah sekolah dan universitas untuk menuntut perbaikan kondisi belajar serta perubahan mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi.
Dilansir dari MetroTVNews, Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyatakan pemerintah sedang meninjau proses penerimaan mahasiswa melalui Parcoursup, platform pendaftaran pendidikan tinggi yang menjadi salah satu sasaran protes. Pemerintah juga menyebut telah menempatkan dua pertiga dari 3.000 guru pengganti yang dijanjikan ke berbagai sekolah.
Namun, rangkaian demonstrasi tersebut tidak seluruhnya berlangsung damai. Di sejumlah wilayah, aksi berujung kerusuhan, penjarahan toko, dan pembakaran bangunan.
Hingga Kamis (15/10/2026), sebanyak 1.260 orang dilaporkan telah ditangkap di wilayah metropolitan Paris sejak dimulainya aksi protes pelajar. Sebanyak 86% dari mereka disebut masih berusia di bawah umur.
Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk jadwal sekolah, operasional transportasi umum, dan kelancaran lalu lintas.
Karena itu, KBRI Paris meminta WNI untuk menyesuaikan rencana perjalanan apabila terdapat penutupan jalan atau perubahan rute transportasi. Masyarakat juga diimbau tidak mendekati lokasi aksi demi mengurangi risiko terjebak dalam situasi yang tidak aman.
Italia Juga Dilanda Protes Kenaikan Biaya Hidup
Sementara itu, demonstrasi di Italia dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup dan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Roma dan Milan.
Di Roma, serikat pekerja CGIL menggelar demonstrasi untuk memprotes kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni.
Adapun di Milan, aksi menentang krisis biaya hidup berujung bentrokan di kawasan Piazza del Duomo, pusat kota. Sejumlah demonstran yang mengenakan penutup wajah dilaporkan melemparkan alat pemadam kebakaran dan benda lainnya.
Situasi tersebut mendorong KBRI Roma untuk meningkatkan pemantauan keamanan serta mengingatkan WNI agar menghindari lokasi demonstrasi dan mengikuti arahan aparat setempat.
Meski belum menerima laporan mengenai WNI yang terlibat maupun terdampak langsung, Kemlu mengingatkan bahwa kondisi keamanan dapat berubah sewaktu-waktu. WNI yang hendak bepergian perlu memperhitungkan kemungkinan gangguan transportasi dan perubahan kondisi lalu lintas.
Ini Nomor Hotline KBRI Paris dan Roma
Kemlu memastikan KBRI Paris dan KBRI Roma akan terus berkoordinasi dengan WNI di wilayah kerja masing-masing selama situasi keamanan masih menjadi perhatian.
Bagi WNI yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat, berikut nomor hotline yang dapat dihubungi:
- KBRI Paris, Prancis: +33-6-2112-2109
- KBRI Roma, Italia: +39-338-954-2333
Kemlu mengimbau WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi dari sumber resmi, dan mengikuti instruksi otoritas keamanan setempat.
Pemerintah juga meminta masyarakat Indonesia di Prancis dan Italia untuk menjaga komunikasi dengan perwakilan RI apabila menghadapi situasi darurat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan keselamatan WNI di tengah dinamika demonstrasi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Eropa.
(ipa)
