Dilantik Prabowo, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Fokus Penanganan Bencana

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepemimpinan baru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dihadapkan pada tantangan penanganan bencana yang beragam, mulai dari kebakaran hutan, banjir, hingga erupsi gunung api. Penguatan koordinasi lintas lembaga dan sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan daerah menjadi salah satu fokus yang ditekankan Kepala BNPB Kristomei Sianturi setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Kristomei menilai, kompleksitas bencana di Indonesia membutuhkan penanganan yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Keterlibatan berbagai kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan respons terhadap bencana berlangsung secara efektif.
Dalam keterangannya seusai pelantikan, Kristomei menegaskan bahwa pendekatan yang akan diterapkannya bertumpu pada kolaborasi, respons cepat, integrasi, dan sinkronisasi.
“Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi,” kata Kristomei, dikutip dari laman Presiden RI, Jumat (16/10).
Koordinasi Menjadi Kunci Penanganan Bencana
Bagi Kristomei, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan satu institusi. Keterpaduan antarlembaga diperlukan agar kebijakan, informasi, dan langkah penanganan di lapangan dapat berjalan searah.
Ia mengibaratkan kerja sama berbagai unsur tersebut seperti tali tambang yang kekuatannya terbentuk dari keterpaduan setiap bagian. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana perlu bergerak bersama, termasuk dalam menyelaraskan aturan dan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah,” ujarnya.
Sinkronisasi tersebut juga mencakup koordinasi dengan lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi antarlembaga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan dan memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu.
Konsolidasi Internal Jadi Langkah Awal
Sebelum menjalankan agenda penanganan secara lebih luas, Kristomei menyatakan akan melakukan konsolidasi internal di lingkungan BNPB. Langkah ini ditujukan untuk mempelajari kondisi organisasi sekaligus memastikan penanganan bencana tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan untuk bergerak cepat.
“Jadi tentunya saya sebagai pejabat baru akan konsolidasi internal dulu ke dalam, mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangan,” katanya.
Kristomei resmi menjabat Kepala BNPB setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan yang sama, ia juga memperoleh kenaikan pangkat dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal.
Dengan beragam ancaman bencana yang dihadapi Indonesia, penguatan koordinasi dan respons cepat menjadi arah kerja yang ditekankan dalam kepemimpinan barunya. Namun, efektivitas pendekatan tersebut nantinya akan ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, terutama dalam memastikan koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah berjalan selaras dengan kebutuhan penanganan bencana.
(ipa)
