Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dilantik Prabowo, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Fokus Penanganan Bencana

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:03 WIB
Bagikan:
Dilantik Prabowo, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Fokus Penanganan Bencana
Dilantik Prabowo, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Fokus Penanganan Bencana (Image From: Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepemimpinan baru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dihadapkan pada tantangan penanganan bencana yang beragam, mulai dari kebakaran hutan, banjir, hingga erupsi gunung api. Penguatan koordinasi lintas lembaga dan sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan daerah menjadi salah satu fokus yang ditekankan Kepala BNPB Kristomei Sianturi setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Kristomei menilai, kompleksitas bencana di Indonesia membutuhkan penanganan yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Keterlibatan berbagai kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan respons terhadap bencana berlangsung secara efektif.

Dalam keterangannya seusai pelantikan, Kristomei menegaskan bahwa pendekatan yang akan diterapkannya bertumpu pada kolaborasi, respons cepat, integrasi, dan sinkronisasi.

“Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi,” kata Kristomei, dikutip dari laman Presiden RI, Jumat (16/10). 

Koordinasi Menjadi Kunci Penanganan Bencana

Bagi Kristomei, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan satu institusi. Keterpaduan antarlembaga diperlukan agar kebijakan, informasi, dan langkah penanganan di lapangan dapat berjalan searah.

Ia mengibaratkan kerja sama berbagai unsur tersebut seperti tali tambang yang kekuatannya terbentuk dari keterpaduan setiap bagian. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana perlu bergerak bersama, termasuk dalam menyelaraskan aturan dan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah,” ujarnya.

Sinkronisasi tersebut juga mencakup koordinasi dengan lembaga terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi antarlembaga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan dan memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu.

Konsolidasi Internal Jadi Langkah Awal

Sebelum menjalankan agenda penanganan secara lebih luas, Kristomei menyatakan akan melakukan konsolidasi internal di lingkungan BNPB. Langkah ini ditujukan untuk mempelajari kondisi organisasi sekaligus memastikan penanganan bencana tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan untuk bergerak cepat.

“Jadi tentunya saya sebagai pejabat baru akan konsolidasi internal dulu ke dalam, mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangan,” katanya.

Kristomei resmi menjabat Kepala BNPB setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan yang sama, ia juga memperoleh kenaikan pangkat dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal.

Dengan beragam ancaman bencana yang dihadapi Indonesia, penguatan koordinasi dan respons cepat menjadi arah kerja yang ditekankan dalam kepemimpinan barunya. Namun, efektivitas pendekatan tersebut nantinya akan ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, terutama dalam memastikan koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah berjalan selaras dengan kebutuhan penanganan bencana.

(ipa)

Berita Terbaru

BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah

BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah

Headline14 menit lalu
Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing Untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing Untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Nasional18 menit lalu
Asap Masih Mengepung, Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla Disetujui Prabowo

Asap Masih Mengepung, Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla Disetujui Prabowo

Nasional24 menit lalu
Kualitas Udara di 9 Wilayah Indonesia Memburuk akibat Karhutla, Kalteng Masuk Kategori Berbahaya

Kualitas Udara di 9 Wilayah Indonesia Memburuk akibat Karhutla, Kalteng Masuk Kategori Berbahaya

Nasional26 menit lalu
ADVERTISEMENT
DPRD Purwakarta Desak Pemda Tingkatkan Kesejahteraan Linmas, Satpol PP Catat 2.880 Personil Siaga di 182 Desa

DPRD Purwakarta Desak Pemda Tingkatkan Kesejahteraan Linmas, Satpol PP Catat 2.880 Personil Siaga di 182 Desa

Headline34 menit lalu
Cara Cek Ketersediaan Bensin dan Solar Sebelum ke SPBU, Simak Aplikasi Pemantau Stok BBM Ini

Cara Cek Ketersediaan Bensin dan Solar Sebelum ke SPBU, Simak Aplikasi Pemantau Stok BBM Ini

Nasional43 menit lalu
Industri Tumbuh, Aktivis Subang Soroti Keberpihakan ke Lingkungan

Industri Tumbuh, Aktivis Subang Soroti Keberpihakan ke Lingkungan

Headline54 menit lalu
BBM Langka di Bali, Ini yang Menjadi Biang Kerok!

BBM Langka di Bali, Ini yang Menjadi Biang Kerok!

Nasional54 menit lalu
Pabrik BYD Subang Tak Cuma Rakit Mobil, Baterai Blade Gen 2 Ikut Diproduksi

Pabrik BYD Subang Tak Cuma Rakit Mobil, Baterai Blade Gen 2 Ikut Diproduksi

Subang1 jam lalu
Dilantik Prabowo, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Fokus Penanganan Bencana

Dilantik Prabowo, Kepala BNPB Kristomei Sianturi Fokus Penanganan Bencana

Nasional1 jam lalu