Empat Serangan ke Jeruji Digagalkan: Petugas Lapas dan Rutan Jakarta Menang Lawan Modus Licik Kurir Narkoba

PASUNDANEKSPRES.ID - Rutan Jakarta. Upaya penyelundupan narkoba ke balik jeruji besi kembali diuji, namun kali ini petugas keamanan lapas dan rumah tahanan menunjukkan ketajamannya.
Rutan Jakarta
Dalam rentang satu hari saja, empat percobaan penyelundupan narkoba ke Lapas Narkotika Jakarta dan Rutan Kelas I Jakarta Pusat (Salemba) berhasil dipatahkan.
Beragam cara dilakukan pelaku demi meloloskan barang terlarang. Dari menyembunyikannya di area sensitif tubuh hingga menyamar dalam benda sehari-hari, semuanya berakhir kandas di tangan petugas yang sigap.
Di Lapas Narkotika Jakarta, dua kasus terungkap melalui pemeriksaan ketat di Pintu Pengamanan Utama (P2U) pada Senin (15/6). Pada pengungkapan pertama, petugas mengamankan seorang pelaku yang kedapatan membawa dua paket berisi barang diduga narkotika dengan berat total 8,72 gram.
Belum selesai kasus pertama ditangani, petugas kembali menemukan pola mencurigakan yang serupa. Dua paket lain berisi barang diduga narkotika dengan total berat 20,30 gram berhasil diamankan. Hasil pemeriksaan awal mengungkap kedua pelaku menggunakan modus identik: menyembunyikan paket di bagian organ intim demi mengelabui pengawasan.
Sementara itu, drama penyelundupan juga terjadi di Rutan Salemba. Seorang pengunjung wanita berinisial NA (22) diduga mencoba memasukkan cairan Etomidate dengan menyamarkannya ke dalam botol obat batuk. Naluri petugas terbukti tepat setelah menemukan isi botol yang tidak sesuai dan mengeluarkan aroma mencurigakan.
Tak berhenti di sana, petugas wanita kembali menggagalkan upaya lain yang tak kalah rapi. Seorang pengunjung berinisial MU (39) didapati menyembunyikan sabu seberat sekitar 40,1 gram di dalam kunciran rambutnya.
Empat kasus dalam sehari menjadi bukti bahwa kreativitas pelaku terus berkembang, namun kewaspadaan petugas juga semakin tajam. Seluruh pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian untuk proses hukum serta pengembangan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkoba terus mencari celah, bahkan hingga ke balik tembok penjara. Namun di sisi lain, pengamanan yang semakin ketat menunjukkan bahwa perang melawan narkotika belum kehilangan daya gempurnya.
