Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Ini Rincian Jatah Baru untuk Semua Kelas

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:17 WIB
Bagikan:
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Ini Rincian Jatah Baru untuk Semua Kelas
Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Mulai 1 September 2026, Ini Rincian Jatah Baru untuk Semua Kelas (Image From: Garuda Indonesia)

PASUNDANEKSPRES.ID - Garuda Indonesia ubah aturan bagasi. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan memberlakukan kebijakan bagasi baru bagi seluruh tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026. Melalui aturan ini, maskapai beralih dari sistem weight concept (berdasarkan total berat bagasi) menjadi piece concept, yakni perhitungan bagasi berdasarkan jumlah koper beserta batas berat maksimum setiap koper.

Perubahan tersebut berlaku untuk seluruh penerbangan domestik maupun internasional yang dioperasikan Garuda Indonesia. Meski mekanisme perhitungannya berubah, maskapai menegaskan bahwa kebijakan baru justru memberikan kapasitas bagasi yang lebih besar pada sejumlah kelas penerbangan.

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi: Perubahan Bagasi Penerbangan Domestik

Untuk rute domestik, penumpang Economy Class kini memperoleh jatah satu koper dengan berat maksimum 23 kilogram. Sebelumnya, penumpang dapat membawa bagasi hingga 20 kilogram tanpa batas jumlah koper selama total beratnya tidak melebihi ketentuan.

Sementara itu, penumpang Business Class mendapatkan alokasi dua koper dengan berat maksimal masing-masing 32 kilogram atau total 64 kilogram. Ketentuan sebelumnya hanya memberikan jatah bagasi hingga 30 kilogram.

Adapun penumpang First Class juga memperoleh dua koper dengan berat maksimal masing-masing 32 kilogram atau total 64 kilogram, meningkat dibanding aturan lama yang membatasi bagasi hingga 40 kilogram.

Jatah Bagasi Internasional Juga Bertambah

Pada penerbangan internasional, perubahan paling besar terjadi di kelas ekonomi. Jika sebelumnya penumpang hanya memperoleh jatah bagasi 30 kilogram tanpa batas jumlah koper, kini mereka mendapatkan dua koper dengan berat maksimal masing-masing 23 kilogram atau total 46 kilogram.

Untuk Business Class, jatah bagasi berubah dari 40 kilogram menjadi dua koper dengan total kapasitas 64 kilogram. Sementara First Class yang sebelumnya memperoleh 50 kilogram kini juga mendapatkan dua koper dengan berat maksimal masing-masing 32 kilogram.

Dengan skema tersebut, Garuda Indonesia tidak hanya mengubah sistem perhitungan bagasi, tetapi juga meningkatkan kapasitas bagasi gratis pada hampir seluruh kelas layanan.

Berlaku Berdasarkan Tanggal Penerbitan Tiket

Garuda Indonesia menegaskan bahwa kebijakan baru tidak ditentukan berdasarkan tanggal penerbangan, melainkan tanggal penerbitan tiket.

Artinya, penumpang yang telah membeli dan menerbitkan tiket sebelum 1 September 2026, meskipun jadwal penerbangannya berlangsung setelah tanggal tersebut, tetap mengikuti ketentuan bagasi lama. Sebaliknya, seluruh tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026 akan otomatis mengikuti aturan piece concept.

Bagasi Tambahan Kini Dihitung per Koper

Seiring penerapan piece concept, pembelian bagasi tambahan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya biaya tambahan dihitung berdasarkan kilogram, kini penumpang membeli tambahan kapasitas berdasarkan jumlah koper (Additional Piece).

Apabila berat sebuah koper melebihi batas 23 kilogram pada kelas ekonomi hingga maksimal 32 kilogram, penumpang dapat menggunakan layanan Heavy Bag yang tersedia melalui pembelian excess baggage di bandara.

Garuda Indonesia juga menyarankan penumpang memanfaatkan alokasi bagasi kabin hingga 7 kilogram atau memindahkan barang ke koper lain yang masih berada dalam batas jatah gratis apabila berat koper melebihi ketentuan.

Garuda Indonesia menyatakan sistem baru ini mengikuti praktik yang telah diterapkan banyak maskapai internasional sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten, terutama bagi penumpang yang melanjutkan penerbangan ke luar negeri.

(ipa)

Berita Terbaru

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat27 menit lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta47 menit lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang1 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta1 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta1 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang1 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang1 jam lalu
SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

Riset dan Inovasi1 jam lalu
Jambore Pemuda Subang 2026, Kepala Disparpora Nenden Setiawati Tekankan Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda

Jambore Pemuda Subang 2026, Kepala Disparpora Nenden Setiawati Tekankan Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda

Subang2 jam lalu