Giliran Bupati Cilcap Kena OTT, PKB Minta Publik Tunggu Penjelasan KPK

PASUNDANEKSPRES.ID – Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cilacap, Taufick Hidayatullah, mengimbau masyarakat untuk menunggu keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kabar operasi tangkap tangan (OTT) yang dikabarkan melibatkan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.
Saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat petang, Taufick yang juga mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap meminta para kader dan simpatisan tetap tenang serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada pernyataan resmi dari lembaga antirasuah.
Menurutnya, seluruh pihak sebaiknya menahan diri hingga KPK menyampaikan informasi resmi terkait dugaan OTT terhadap Syamsul yang juga menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021–2026.
“Kami mengimbau seluruh kader dan simpatisan agar tetap sabar, berprasangka baik, dan menunggu penjelasan resmi dari KPK mengenai persoalan ini,” ujar Taufick.
Ia mengaku cukup terkejut mendengar kabar tersebut. Pasalnya, selama ini Syamsul dikenal memiliki komitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Taufick menilai komitmen tersebut kerap disampaikan Syamsul melalui berbagai pernyataan yang menekankan pentingnya pemerintahan tanpa praktik uang maupun proyek yang tidak sesuai aturan.
Meski demikian, pihaknya menyatakan tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Ia berharap seluruh tahapan penyelidikan dan pemeriksaan dapat dilakukan secara transparan dan adil.
Taufick juga berharap Syamsul tidak terlibat secara langsung dalam perkara yang sedang ditangani oleh KPK.
Selain itu, ia menegaskan bahwa komitmen menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga DPRD, organisasi masyarakat, serta masyarakat luas.
Sebelumnya, Syamsul Auliya Rachman dikabarkan terjaring OTT yang dilakukan KPK di Cilacap pada Jumat (13/3) siang. Ia bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap kemudian dibawa ke Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.
Hingga sekitar pukul 19.10 WIB, Syamsul bersama beberapa pejabat Pemkab Cilacap masih menjalani pemeriksaan oleh tim KPK di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Syamsul Auliya Rachman merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia sempat berkarier sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap sebelum menjabat Wakil Bupati Cilacap periode 2017–2022 mendampingi Bupati Tatto Suwarto Pamuji.
Pada Pemilihan Kepala Daerah 2024, Syamsul terpilih sebagai Bupati Cilacap untuk periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya.
Dalam karier politiknya di PKB, Syamsul juga dipercaya memimpin DPC PKB Kabupaten Cilacap periode 2021–2026, menggantikan Taufick Hidayatullah.
