Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Guncangan Besar di Jepang! Gempa Bumi M 7,2 Bikin Shinkansen Berhenti, Getarannya Tembus Tokyo

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|15:22 WIB
Bagikan:
Guncangan Besar di Jepang! Gempa Bumi M 7,2 Bikin Shinkansen Berhenti, Getarannya Tembus Tokyo
Gempa kuat magnitudo 6,9 mengguncang prefektur Aomori dan Iwate, Jepang. Operasional Shinkansen dihentikan, pemerintah pastikan belum ada korban jiwa.(USGS)

PASUNDANEKSPRES.ID -  Gempa bumi kuat mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Kamis (25/6/2026) pagi. Magnitudo awal gempa yang semula tercatat 6,9 kemudian direvisi menjadi 7,2 oleh otoritas setempat.

Guncangan besar tersebut terasa hingga Tokyo dan sejumlah wilayah sekitarnya. Dampaknya sempat menghentikan layanan kereta cepat Shinkansen sebagai langkah pengamanan. Meski demikian, otoritas memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dan belum ditemukan gangguan pada fasilitas nuklir di kawasan terdampak.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat di lepas pantai Pasifik Prefektur Iwate, dengan kedalaman sekitar 50 kilometer.

Guncangan terkuat tercatat mencapai level 6 atas dalam skala intensitas seismik Jepang yang memiliki rentang hingga tingkat 7. Intensitas tersebut terdeteksi di wilayah Hashikami dan Hachinohe, Prefektur Aomori.

Menurut badan meteorologi setempat, intensitas 6 atas merupakan tingkat guncangan yang sangat kuat, di mana seseorang hampir tidak mungkin tetap berdiri atau bergerak normal tanpa merangkak. Pada kondisi tersebut, sebagian besar perabot yang tidak dipasang permanen dapat bergeser, sementara benda-benda di sekitar berisiko jatuh atau terbalik.

Selain itu, intensitas 5 atas juga tercatat di wilayah Sannohe, Prefektur Aomori, Kota Morioka, serta beberapa wilayah lain di Prefektur Iwate.

Dampak gempa meluas ke berbagai daerah di Jepang bagian utara dan timur, termasuk Hokkaido, Akita, Fukushima, Miyagi, dan Yamagata. Getarannya bahkan dirasakan hingga ibu kota Tokyo.

Meski berkekuatan besar, Badan Meteorologi Jepang menegaskan tidak ada peringatan tsunami yang diterbitkan setelah gempa terjadi.

Pemerintah Jepang bersama operator energi langsung melakukan pemeriksaan terhadap berbagai infrastruktur penting, terutama fasilitas nuklir di wilayah timur laut negara tersebut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan gangguan pada sejumlah fasilitas utama. Tidak ada kondisi abnormal yang terdeteksi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Higashidori di Prefektur Aomori maupun PLTN Onagawa di Prefektur Miyagi.

Operator juga memastikan kondisi PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini di Prefektur Fukushima berada dalam situasi normal tanpa indikasi kerusakan.

Pemeriksaan serupa dilakukan terhadap fasilitas pengolahan ulang bahan bakar nuklir bekas serta lokasi penyimpanan sementara bahan bakar nuklir di Prefektur Aomori. Seluruh fasilitas dilaporkan masih beroperasi normal.

Sementara itu, sektor transportasi ikut terdampak. Operator kereta JR East menghentikan sementara layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen yang melayani rute Tokyo–Shin-Aomori setelah gempa terjadi.

Penghentian operasional dilakukan untuk memberi waktu pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur dan infrastruktur perkeretaapian. Hingga kini belum ada informasi resmi terkait kapan layanan akan kembali berjalan normal.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih mengumpulkan informasi untuk menilai dampak penuh dari gempa tersebut.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Takaichi meminta masyarakat di wilayah terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

Ia secara khusus mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa dengan kekuatan serupa.

Berita Terbaru

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline18 menit lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline45 menit lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle1 jam lalu
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Nasional3 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Headline3 jam lalu
Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Headline3 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Lifestyle3 jam lalu
600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

Nasional4 jam lalu
Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Nasional4 jam lalu