Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gunung Berapi Status Siaga di Indonesia, Ini Perkembangan Aktivitas Terbarunya

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|12:20 WIB
Bagikan:
Gunung Berapi Status Siaga di Indonesia, Ini Perkembangan Aktivitas Terbarunya
Foto: Gunung Krakatau mengeluarkan asap dan abu vulkanik saat erupsi di Selat Sunda, Lampung Selatan, Lampung, pada (6/9/2026). (Sumber: PVMBG)

PASUNDANEKSPRES.ID - Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktivitasnya terus berubah setiap hari. Gunung berapi status siaga masih tercatat di sejumlah wilayah di Indonesia, seiring aktivitas vulkanik yang terus dipantau melalui pengamatan visual dan instrumental.

Aktivitas seperti gempa vulkanik, guguran, hembusan, tremor hingga erupsi dapat menjadi bagian dari pemantauan untuk menentukan tingkat aktivitas sebuah gunung.

Per Selasa (8/9/2026), lima gunung api tercatat berada pada Level III atau Siaga berdasarkan data MAGMA Indonesia dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Lima Gunung Berapi Status Siaga di Indonesia

Lima gunung tersebut memiliki kondisi yang tidak sama. Masing-masing menunjukkan pola aktivitas vulkanik yang berbeda, mulai dari kegempaan hingga kondisi asap kawah.

Berikut lengkapnya:

1. Gunung Merapi

Gunung Merapi menjadi salah satu gunung yang masih berada pada Level III. Saat pengamatan berlangsung, tubuh gunung tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati. Cuaca dilaporkan mendung, sementara angin bertiup lemah ke arah barat.

Aktivitas kegempaan Merapi yang tercatat yaitu:

  • 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-27 mm dan durasi 61,11-183,44 detik.
  • 17 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-29 mm dan durasi 26,8-50,68 detik.

2. Gunung Semeru

Gunung Semeru juga berada pada Level III. Kondisi gunung tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati. 

Cuaca di sekitar kawasan dilaporkan mendung hingga hujan, sedangkan angin bergerak lemah menuju barat laut.

Dalam periode pengamatan tersebut, aktivitas Semeru mencatat:

  • 22 kali gempa letusan/erupsi.
  • 6 kali gempa guguran.
  • 9 kali gempa hembusan.
  • 3 kali gempa harmonik.

2. Gunung Anak Krakatau (GAK)

Aktivitas juga tercatat di Gunung Anak Krakatau. Gunung ini tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati. 

Cuaca berawan hingga mendung, sementara angin bertiup lemah menuju utara dan barat laut.

Catatan kegempaan Gunung Anak Krakatau meliputi:

  • 2 kali gempa letusan/erupsi.
  • 15 kali gempa low frequency.
  • 11 kali gempa hybrid/fase banyak.
  • 1 kali tremor menerus.

4. Gunung Sinabung

Kondisi visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai sekitar 100-500 meter dari puncak.

Aktivitas yang tercatat pada Gunung Sinabung berupa 2 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

5. Gunung Lewotobi Laki-Laki

Gunung Lewotobi Laki-Laki melengkapi daftar gunung berapi status siaga Level III. Gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I.

Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan mencapai sekitar 50-100 meter dari puncak.

Catatan aktivitasnya terdiri dari:

  • 2 kali gempa hembusan.
  • 4 kali tremor non-harmonik.
  • 1 kali gempa vulkanik dalam.
  • 12 kali gempa tektonik jauh.

Apa Arti Status Siaga pada Gunung Api?

Gunung berapi status siaga berada pada Level III. Tingkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau kemungkinan erupsi yang dapat mengancam daerah sekitar pusat erupsi. 

Berdasarkan karakteristik masing-masing gunung, ancaman tersebut belum sampai ke kawasan permukiman.

ESDM menetapkan empat tingkatan status aktivitas gunung api:

  • Level I - Normal: aktivitas masih berada dalam kondisi normal meski fluktuasi dapat terjadi.
  • Level II - Waspada: mulai terlihat atau terekam peningkatan aktivitas gunung api.
  • Level III - Siaga: peningkatan aktivitas semakin nyata atau dapat terjadi erupsi yang mengancam kawasan sekitar pusat erupsi.
  • Level IV - Awas: peningkatan aktivitas atau erupsi berpotensi mengancam kawasan permukiman.

Status tersebut dapat berubah mengikuti hasil pemantauan terbaru. Karena itu, informasi aktivitas gunung api sebaiknya tidak hanya dilihat dari statusnya, tetapi juga dari rekomendasi dan batas wilayah yang ditetapkan untuk masing-masing gunung.

Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari MAGMA Indonesia, PVMBG, maupun petugas di lapangan. Informasi terbaru menjadi acuan ketika terjadi perubahan status atau rekomendasi keselamatan.

(pm)

Berita Terbaru

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional6 menit lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle19 menit lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle36 menit lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional1 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline2 jam lalu
Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Headline2 jam lalu
MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional2 jam lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional3 jam lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga4 jam lalu