Gunung Berapi Status Siaga di Indonesia, Ini Perkembangan Aktivitas Terbarunya

PASUNDANEKSPRES.ID - Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktivitasnya terus berubah setiap hari. Gunung berapi status siaga masih tercatat di sejumlah wilayah di Indonesia, seiring aktivitas vulkanik yang terus dipantau melalui pengamatan visual dan instrumental.
Aktivitas seperti gempa vulkanik, guguran, hembusan, tremor hingga erupsi dapat menjadi bagian dari pemantauan untuk menentukan tingkat aktivitas sebuah gunung.
Per Selasa (8/9/2026), lima gunung api tercatat berada pada Level III atau Siaga berdasarkan data MAGMA Indonesia dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Lima Gunung Berapi Status Siaga di Indonesia
Lima gunung tersebut memiliki kondisi yang tidak sama. Masing-masing menunjukkan pola aktivitas vulkanik yang berbeda, mulai dari kegempaan hingga kondisi asap kawah.
Berikut lengkapnya:
1. Gunung Merapi
Gunung Merapi menjadi salah satu gunung yang masih berada pada Level III. Saat pengamatan berlangsung, tubuh gunung tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati. Cuaca dilaporkan mendung, sementara angin bertiup lemah ke arah barat.
Aktivitas kegempaan Merapi yang tercatat yaitu:
- 24 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-27 mm dan durasi 61,11-183,44 detik.
- 17 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-29 mm dan durasi 26,8-50,68 detik.
2. Gunung Semeru
Gunung Semeru juga berada pada Level III. Kondisi gunung tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati.
Cuaca di sekitar kawasan dilaporkan mendung hingga hujan, sedangkan angin bergerak lemah menuju barat laut.
Dalam periode pengamatan tersebut, aktivitas Semeru mencatat:
- 22 kali gempa letusan/erupsi.
- 6 kali gempa guguran.
- 9 kali gempa hembusan.
- 3 kali gempa harmonik.
2. Gunung Anak Krakatau (GAK)
Aktivitas juga tercatat di Gunung Anak Krakatau. Gunung ini tertutup kabut 0-III dan asap kawah tidak teramati.
Cuaca berawan hingga mendung, sementara angin bertiup lemah menuju utara dan barat laut.
Catatan kegempaan Gunung Anak Krakatau meliputi:
- 2 kali gempa letusan/erupsi.
- 15 kali gempa low frequency.
- 11 kali gempa hybrid/fase banyak.
- 1 kali tremor menerus.
4. Gunung Sinabung
Kondisi visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai sekitar 100-500 meter dari puncak.
Aktivitas yang tercatat pada Gunung Sinabung berupa 2 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.
5. Gunung Lewotobi Laki-Laki
Gunung Lewotobi Laki-Laki melengkapi daftar gunung berapi status siaga Level III. Gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-I.
Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan mencapai sekitar 50-100 meter dari puncak.
Catatan aktivitasnya terdiri dari:
- 2 kali gempa hembusan.
- 4 kali tremor non-harmonik.
- 1 kali gempa vulkanik dalam.
- 12 kali gempa tektonik jauh.
Apa Arti Status Siaga pada Gunung Api?
Gunung berapi status siaga berada pada Level III. Tingkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau kemungkinan erupsi yang dapat mengancam daerah sekitar pusat erupsi.
Berdasarkan karakteristik masing-masing gunung, ancaman tersebut belum sampai ke kawasan permukiman.
ESDM menetapkan empat tingkatan status aktivitas gunung api:
- Level I - Normal: aktivitas masih berada dalam kondisi normal meski fluktuasi dapat terjadi.
- Level II - Waspada: mulai terlihat atau terekam peningkatan aktivitas gunung api.
- Level III - Siaga: peningkatan aktivitas semakin nyata atau dapat terjadi erupsi yang mengancam kawasan sekitar pusat erupsi.
- Level IV - Awas: peningkatan aktivitas atau erupsi berpotensi mengancam kawasan permukiman.
Status tersebut dapat berubah mengikuti hasil pemantauan terbaru. Karena itu, informasi aktivitas gunung api sebaiknya tidak hanya dilihat dari statusnya, tetapi juga dari rekomendasi dan batas wilayah yang ditetapkan untuk masing-masing gunung.
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari MAGMA Indonesia, PVMBG, maupun petugas di lapangan. Informasi terbaru menjadi acuan ketika terjadi perubahan status atau rekomendasi keselamatan.
(pm)
