Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hasyim Asy’ari Mengaku Rumah Tangga Bermasalah, Terlibat Kasus Asusila dengan Anggota PPLN Belanda

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|23:11 WIB
Bagikan:
Hasyim Asy’ari Mengaku Rumah Tangga Bermasalah, Terlibat Kasus Asusila dengan Anggota PPLN Belanda
Hasyim Asy’ari Mengaku Rumah Tangga Bermasalah, Terlibat Kasus Asusila dengan Anggota PPLN Belanda

PASUNDAN EKSPRES - Hasyim Asy’ari, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, mengakui bahwa rumah tangganya dengan istrinya, Siti Mutmainah, sedang dalam proses perceraian. Pengakuan ini muncul di tengah kasus asusila yang melibatkan dirinya dengan CAT, seorang anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Den Haag, Belanda.

Dalam salinan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang diperoleh oleh Solopos.com pada Kamis (4/7/2024), CAT mengungkapkan bahwa dirinya sempat terbuai oleh rayuan Hasyim Asy’ari. Hasyim, sebagai teradu dalam kasus tersebut, menjanjikan akan menceraikan istrinya dan menikahi CAT. Janji ini membuat CAT terpikat dan percaya pada Hasyim.

Hasyim Asy’ari akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai Ketua KPU setelah kasus ini mencuat. Sebelumnya, Hasyim sempat mengubah Peraturan KPU (PKPU) tentang Tata Kerja tahun 2022. Perubahan ini menghapus klausul yang melarang pernikahan, pernikahan siri, dan tinggal bersama tanpa ikatan perkawinan sesama penyelenggara pemilu selama masa jabatan. Klausul baru hanya melarang ikatan perkawinan dengan penyelenggara pemilu saja, yang diduga sebagai upaya Hasyim untuk mendekati dan menargetkan korban.

Selain perubahan regulasi, perilaku Hasyim terhadap CAT juga menjadi sorotan. Sebagai anggota PPLN Belanda pada 2024, CAT menerima perlakuan khusus dari Hasyim yang bertentangan dengan etika kepemimpinan. Perlakuan ini termasuk pesan intensif yang tidak terkait tugas resmi, ajakan bertemu di kafe dekat apartemennya, dan bahkan memesan kamar hotel serta tiket pesawat untuk perjalanan dinas ke Singapura untuk CAT.

Tidak hanya itu, Hasyim juga membuat video pribadi yang berisi salam khusus untuk CAT. Berdasarkan temuan DKPP, Hasyim terbukti sejak awal sudah menargetkan CAT dan memberikan perlakuan khusus secara sistematis. DKPP menyatakan bahwa Hasyim menggunakan hubungan pekerjaan untuk menyusupkan kepentingan pribadinya yang bersifat seksual.

Kasus ini telah mencoreng nama baik KPU dan memunculkan berbagai reaksi dari publik dan para pemangku kepentingan. Banyak pihak mengecam tindakan Hasyim yang tidak hanya melanggar etika, tetapi juga menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Pengamat politik dan pemerhati pemilu menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemilu. Mereka menegaskan bahwa kasus seperti ini merusak kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu dan menuntut adanya reformasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Setelah pemecatan Hasyim Asy’ari, KPU menghadapi tantangan besar untuk memulihkan reputasinya. Langkah pertama yang harus diambil adalah memastikan bahwa seluruh penyelenggara pemilu mematuhi kode etik yang ketat dan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran. Reformasi regulasi dan pengawasan yang lebih ketat juga diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan di masa mendatang.

Selain itu, KPU perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam semua prosesnya. Melibatkan masyarakat sipil dan organisasi pemantau pemilu dalam proses pengawasan dapat menjadi langkah efektif untuk memastikan integritas pemilu.

Dalam kasus ini, perlindungan terhadap korban juga harus menjadi prioritas. Dukungan psikologis dan hukum harus diberikan kepada CAT dan korban lainnya yang mungkin muncul. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku asusila di lembaga pemerintahan akan memberikan efek jera dan menunjukkan komitmen negara dalam melindungi hak-hak individu.

Kasus Hasyim Asy’ari menjadi pengingat akan pentingnya integritas dan etika dalam kepemimpinan publik. Reformasi dan penegakan hukum yang ketat harus dilakukan untuk memastikan penyelenggara pemilu bekerja dengan profesionalisme dan tanggung jawab. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap KPU dapat dipulihkan dan penyelenggaraan pemilu yang bersih serta transparan dapat terwujud di masa mendatang.

Berita Terbaru

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang22 menit lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle35 menit lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle54 menit lalu
ADVERTISEMENT
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional1 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional1 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional1 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline1 jam lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang1 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline1 jam lalu