Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen: Pemerintah Tak Khawatir, Rakyat?

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|14:39 WIB
Bagikan:
Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen: Pemerintah Tak Khawatir, Rakyat?
ILUSTRASI inflasi finansial. (Sumber: Fabián Montaño/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Laju inflasi Oktober 2026 mencapai 3,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut memang masih berada dalam rentang sasaran pemerintah dan Bank Indonesia (BI), yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.

Namun, ketika harga sejumlah kebutuhan terus bergerak naik, pernyataan pemerintah yang mengaku tidak khawatir tentu menjadi cerita tersendiri bagi masyarakat yang harus mengatur pengeluaran setiap hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah belum mencemaskan angka inflasi tersebut. Ia menyebut kenaikan harga masih berada dalam batas yang telah ditentukan.

Pernyataan itu disampaikan setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).

“Inflasi masih tetap dalam rentang 2,5 plus minus 1 persen, jadi pemerintah tidak khawatir,” kata Airlangga dalam video yang disiarkan Sekretariat Presiden.

Dari sisi angka, alasan pemerintah memang cukup jelas. Inflasi 3,23 persen belum melewati batas maksimal sasaran sebesar 3,5 persen. Akan tetapi, angka yang masih masuk target tidak otomatis membuat pengeluaran masyarakat ikut terasa ringan.

Airlangga juga menyampaikan bahwa kenaikan harga beberapa komoditas dapat memberikan dampak positif karena berpotensi meningkatkan pendapatan petani. 

Meski demikian, kondisi tersebut tentu perlu dilihat dari sisi konsumen yang harus membayar harga lebih tinggi ketika berbelanja.

Laju Inflasi Oktober 2026 Sebesar 3,23%

Inflasi Oktober 2026 masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama pada kelompok pangan bergejolak atau volatile food. 

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyebut inflasi sekitar 3,2 persen masih berada dalam rentang sasaran. Menurutnya, inflasi inti dan harga yang diatur pemerintah juga masih terkendali.

“Inflasi kan 3,2%. Dan itu ada di dalam range. Dan kemudian kita lihat komponen-komponennya, yang perlu semua administered price oke, kalau inflasi inti juga oke,” ujar Suahasil di Jakarta, Selasa (3/11/2026) dikutip dari Media Indonesia.

Namun, harga pangan tidak bisa hanya dilihat dari angka rata-rata inflasi. Perubahan harga beras, cabai, minyak goreng, dan kebutuhan sehari-hari lainnya bisa langsung terasa ketika masyarakat berbelanja.

Risiko lain datang dari kondisi kekeringan yang berpotensi memengaruhi produksi sejumlah komoditas. Jika pasokan terganggu, harga pangan bisa kembali mengalami tekanan. 

Pemerintah pun perlu memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan agar konsumen tidak terus menanggung dampak kenaikan harga.

Bansos Rp30 Triliun Jadi Andalan Jelang Nataru

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Salah satunya bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran bantuan sosial sebesar Rp30 triliun serta diskon khusus akhir tahun untuk mendorong konsumsi domestik.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama periode libur akhir tahun. 

Namun, bantuan tentu memiliki batas waktu dan sasaran penerima, sementara kebutuhan rumah tangga datang setiap hari.

Inflasi Oktober 2026 yang masih berada dalam target bukan berarti persoalan harga selesai. Pemerintah boleh saja tidak khawatir melihat angka 3,23 persen, tetapi masyarakat tetap membutuhkan harga pangan yang terjangkau dan daya beli yang cukup. 

Sebab, ukuran kondisi ekonomi yang dirasakan di pasar tidak selalu sama dengan angka yang terlihat dalam laporan.

(pm)

Berita Terbaru

Sejumlah Jenderal Dikabarkan Diamankan di Mabes Polri, Satu Bintang 4 Disebut Sempat Diperiksa

Sejumlah Jenderal Dikabarkan Diamankan di Mabes Polri, Satu Bintang 4 Disebut Sempat Diperiksa

Nasional16 menit lalu
BPJS Kesehatan Buka Rekrutmen Pegawai Administrasi Tidak Tetap 2026, Simak Kualifikasinya

BPJS Kesehatan Buka Rekrutmen Pegawai Administrasi Tidak Tetap 2026, Simak Kualifikasinya

Nasional52 menit lalu
Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen: Pemerintah Tak Khawatir, Rakyat?

Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen: Pemerintah Tak Khawatir, Rakyat?

Nasional1 jam lalu
8 Olahraga di Rumah untuk Menurunkan Berat Badan, Mudah dan Efektif!

8 Olahraga di Rumah untuk Menurunkan Berat Badan, Mudah dan Efektif!

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tema dan Logo Hari Pahlawan 2026 Resmi Kemensos, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Pahlawan 2026 Resmi Kemensos, Ini Link Downloadnya

Nasional1 jam lalu
SEA Games Malaysia 2027 Pangkas Banyak Cabor, Lumbung Emas Indonesia Ikut Hilang

SEA Games Malaysia 2027 Pangkas Banyak Cabor, Lumbung Emas Indonesia Ikut Hilang

Olahraga2 jam lalu
ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

Nasional3 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

Nasional3 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Nasional3 jam lalu
Pojokan 330: Sekolah Rakyat

Pojokan 330: Sekolah Rakyat

Opini3 jam lalu