Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kontroversi Kepemimpinan Donald Trump: Pertarungan Sengit antara Amerika Serikat dan Kolombia terhadap Kebijakan Migrasi

P
Paramitha AuliaEditor: Yusup Suparman
|10:28 WIB
Bagikan:
Kontroversi Kepemimpinan Donald Trump: Pertarungan Sengit antara Amerika Serikat dan Kolombia terhadap Kebijakan Migrasi
Kontroversi Kepemimpinan Donald Trump: Pertarungan Sengit antara Amerika Serikat dan Kolombia terhadap Kebijakan Migrasi (Image From: Pexels/Danilo Arenas)

PASUNDAN EKSPRES - Setelah dilantiknya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, kisruh dari berbagai pihak menuai perhatian publik. Kali ini datang dari hubungan diplomatik Kolombia dengan Amerika Serikat yang memasuki babak baru penuh ketegangan setelah Kolombia memutuskan melakukan penolakan terhadap dua pesawat militer AS yang membawa migran deportasi.

Keputusan yang diberlakukan oleh Kolombia, memicu respons keras dari Presiden Donald Trump. Ia mengancam akan menerapkan langkah besar terhadap Kolombia, termasuk tarif, sanksi ekonomi dan pembatasan diplomatik. 

Pertarungan Sengit antara Amerika Serikat dan Kolombia

Kolombia yang menjadi mitra dagang terbesar ketiga AS di Amerika Latin dengan cepat menanggapi ancaman tersebut.  Presiden Kolombia Gustavo Petro bahkan menginstruksikan menteri perdagangan untuk menaikkan tarif impor barang dari AS sebesar 25%, dan kemungkinan meningkat hingga 50%.

Dilansir dari Reuters, ketegangan ini dimulai ketika pemerintah Kolombia menolak memberikan izin mendarat kepada dua pesawat militer AS yang membawa beberapa migran yang akan dideportasi.

Langkah tersebut membuat Kolombia menjadi negara Amerika Latin kedua yang menolak penerbangan deportasi militer AS, setelah sebelumnya Guatemala juga memutuskan hal yang sama. 

Sementara itu, Preiden Trump menyebut penolakan yang dilakukan Kolombia merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, ia menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap kewajiban hukum Kolombia untuk menerima kembali warganya yang dideportasi. Trump kemudian mengumumkan berbagai langkah balasan, termasuk:

* Penerapan tarif 25% untuk semua barang impor dari Kolombia, yang akan meningkat menjadi 50% dalam waktu seminggu.

* Larangan perjalanan dan pencabutan visa untuk pejabat pemerintah Kolombia.

* Sanksi finansial darurat yang mencakup perbankan dan sektor keuangan Kolombia.

* Inspeksi ketat di perbatasan terhadap warga negara dan kargo asal Kolombia.

Trump menegaskan bahwa tindakan ini hanya langkah awal untuk memberikan tekanan kepada Kolombia agar mematuhi kebijakan AS. Bahkan, dalam unggahan lain, Trump menuliskan, “Kami tidak akan membiarkan pemerintah Kolombia melanggar kewajibannya dan memanfaatkan Amerika Serikat.”

Permasalahan ini semakin memanas dengan pernyataan Presiden Kolombia Gustavo Petro di media sosial X . Menurut Presiden Petro, kebijakan deportasi yang diberlakukan oleh Trump seperti kebijakan memperlakukan migran sebagai kriminal.

Presiden Petro juga menyatakan bahwa Kolombia bersedia menerima kembali warganya, tetapi menggunakan pesawat sipil, bukan militer, sebagai transportasi kepulangan mereka. 

Petro juga menekankan bahwa Kolombia tidak akan melakukan penggerebakan untuk mengembalikan warga AS dengan borgol ke negaranya. Keputusan Presiden Petro ini mendapatkan dukungan dari sejumlah negara di kawasan Amerika Latin yang juga merasa keberatan dengan pendekatan keras AS terhadap migrasi. 

Konflik ini akan berdampak signifikan pada hubungan ekonomi antara AS dan Kolombia. Sebagai mitra dagang, kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang cukup erat dengan nilai perdagangan dua arah mencapai $33,8 miliar pada tahun 2023.

Ekspor utama Kolombia ke AS meliputi minyak mentah, emas, kopi, dan bunga potong, sementara ekspor AS ke Kolombia meliputi bahan bakar, pesawat komersial, jagung, dan kedelai.

Namun, jika sanksi ekonomi yang diberlakukan Trump berhasil direalisasikan, seperti tarif impor yang tinggi, tentunya akan merugikan perekonomian Kolombia.

Menurut Alejo Czerwonko, Kepala Investasi untuk Pasar Berkembang Amerika di UBS Global Wealth Management, sekitar sepertiga ekspor Kolombia bergantung pada akses ke pasar AS, yang setara dengan sekitar 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Kolombia.

(ipa)

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle2 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle3 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle4 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional5 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle6 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang6 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle7 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional7 jam lalu