Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

KPK Geledah Rumah Wahyu Setiawan yang Jadi Saksi Kunci Harun Masiku

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|14:36 WIB
Bagikan:
KPK Geledah Rumah Wahyu Setiawan yang Jadi Saksi Kunci Harun Masiku
Tim Penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengegeledah rumah Wahyu Setiawan yang menjadi saksi kunci dalam dugaan kasus suap pergantian antarwaktu (PAW). (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Tim Penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengegeledah rumah Wahyu Setiawan yang menjadi saksi kunci dalam dugaan kasus suap pergantian antarwaktu (PAW). 

Kasus tersebut menjerat mantan calon legislatif PDIP yang saat ini berstatus menjadi buronan, Harun Masiku. 

"Informasi yang kami peroleh betul," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi perihal penggeledahan tersebut, Kamis (28/12).

Juru bicara tersebut belum menyampaikan detail waktu penggeledahan terkait barang bukti yang telah diamankan, Ia juga mengaku belum mendapatkan informasi lengkap dari tim penyidik. 

"Masih aku tanyakan dulu ya," kata Ali.

Hari ini, pada tanggal 28 Desember 2023, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wahyu untuk diperiksa sebagai saksi. Wahyu sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK dan membawa sebuah amplop cokelat yang berisi dokumen.

Hingga berita ini diterbitkan pemeriksaan terhadap Wahyu Setiawan masih berlanjut. 

Sebelum menjalani pemeriksaan, Wahyu menyatakan harapannya agar Harun bisa bertanggung jawab secara hukum atas perbuatannya, sebagaimana yang telah Wahyu alami dengan menjalani proses pemidanaan. 

Wahyu telah dinyatakan bebas dengan syarat sejak tanggal 6 Oktober 2023. Saat ini, ia masih menjalani program bimbingan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Semarang.

"Saya sudah PB [Pembebasan Bersyarat] tanggal 6 Oktober, saya sudah menjalani tanggung jawab saya, saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan, dan saya mendapatkan PB berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Wahyu di Kantor KPK

Juni 2021, Ketika Wahyu dijebloskan KPK ke Lapas Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah. 

Wahyu harus menjalani pidana badan selama tujuh tahun penjara sebagaimana yang telah diputuskan oleh Mahkamaha Agung Nomor: 1857 K/Pid.Sus/2021 jo putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 37/Pid.Sus-TPK/2020/PT DKI jo putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 28/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst tanggal 24 Agustus 2020.

Dalam putusan tersebut, wahyu harus membayar pidana denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Bahkan hal politik wahyupun dicabut selama lima tahun. 

Harusn Harus berhadapan dengan hukum karna sudah menyuap Wahyu sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia. 

Bahkan ia juga menyiapkan uang sebesar Rp850 juta untuk pelicin untuk berada di senayan. 

Namun, KPK belum berhasil menangkap Harun yang telah melarikan diri, sampai saat inipun belum ada perkembangan signifikan terkait pencarian buronan. 

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle9 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle57 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu