Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Krisis Diplomatik, Begini Kronologis Perang Thailand vs Kamboja

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|20:38 WIB
Bagikan:
Krisis Diplomatik, Begini Kronologis Perang Thailand vs Kamboja
Ilustrasi/ISTIMEWA

PASUNDAN EKSPRES – Ketegangan antara Thailand dan Kamboja semakin meningkat. Pada Kamis (24/7/2025), militer Thailand mengonfirmasi telah mengerahkan jet tempur F-16 dan meluncurkan rudal ke wilayah Kamboja, menghancurkan sebuah sasaran militer.

Dalam pernyataannya, pihak Thailand menyebut enam jet tempur F-16 telah disiagakan di sepanjang perbatasan yang dipersengketakan.

Salah satunya bahkan melakukan serangan langsung ke wilayah Kamboja.

“Kami menggunakan kekuatan udara untuk menghantam target-target militer sebagaimana telah direncanakan,” ujar Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Thailand, Richa Suksuwanon, dikutip dari Reuters.

Perselisihan perbatasan antara kedua negara ini telah berlangsung lebih dari satu abad. Dari total 817 kilometer garis perbatasan, masih ada sejumlah titik yang belum disepakati.

Konflik ini kerap memicu bentrokan, termasuk insiden besar pada 2011 yang berlangsung selama sepekan dengan saling tembak artileri berat.

Kronologi Serangan Terbaru

Serangan udara Thailand dilakukan setelah pasukan Kamboja lebih dulu menembakkan roket dan artileri.

Enam jet tempur F-16 diterbangkan dari Provinsi Ubon Ratchathani dan menghantam dua lokasi militer di Kamboja, kata Richa.

Militer Thailand menuding pasukan Kamboja melakukan “serangan terhadap warga sipil” setelah dua roket BM-21 menghantam permukiman di Distrik Kap Choeng, Surin, yang melukai tiga orang.

Insiden bermula sekitar pukul 07.35 waktu setempat, ketika pasukan penjaga Candi Ta Muen mendengar suara drone Kamboja di wilayah Thailand.

Beberapa saat kemudian, enam tentara Kamboja bersenjata—salah satunya membawa RPG—mendekati pagar kawat berduri di depan pos Thailand.

Peringatan sempat diteriakkan, namun pada pukul 08.20 pagi, pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke arah timur candi, sekitar 200 meter dari pos militer Thailand.

Respons Pemerintah Kedua Negara

Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, menegaskan bahwa situasi ini harus ditangani hati-hati.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kedaulatan kami sesuai hukum internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menuduh Thailand telah melanggar integritas wilayah mereka.

“Sebagai respons, angkatan bersenjata Kamboja menjalankan hak sah untuk membela diri sesuai hukum internasional,” katanya.

Krisis Diplomatik Memuncak

Konflik ini merupakan puncak dari ketegangan yang meningkat sejak Mei lalu, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam kontak senjata singkat.

Ketegangan makin panas setelah dua prajurit Thailand kehilangan anggota tubuh akibat ranjau di wilayah sengketa.

Thailand menuduh ranjau tersebut sengaja dipasang Kamboja baru-baru ini.

Namun Phnom Penh membantah tuduhan itu dan menyebut ledakan terjadi akibat ranjau sisa konflik sipil lama.

Situasi kian memanas pada Rabu malam, ketika Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.

Korban Jiwa

Militer Thailand melaporkan serangan lintas perbatasan Kamboja menewaskan sembilan warga sipil, termasuk seorang anak, dan melukai 14 orang lainnya.

Enam orang tewas di dekat sebuah SPBU di Provinsi Sisaket, sementara tiga lainnya, termasuk bocah berusia delapan tahun, meninggal di Surin dan Ubon Ratchathani.

Mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, dalam unggahan di Facebook menyebut bahwa dua provinsi di Kamboja juga menjadi sasaran tembakan dari militer Thailand.

Berita Terbaru

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Subang7 menit lalu
Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang27 menit lalu
Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta47 menit lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional4 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle4 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle4 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional5 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga5 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional5 jam lalu