Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahfud MD Kritik Pengalihan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Tidak Dikenal dalam KUHAP

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|11:49 WIB
Bagikan:
Mahfud MD Kritik Pengalihan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Tidak Dikenal dalam KUHAP
Tangkapan layar YouTube Mahfud MD Official

PASUNDANEKSPRES.ID — Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengkritik keputusan pengalihan kelanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke Kejaksaan Agung.

Mahfud menilai langkah tersebut tidak dikenal dalam mekanisme hukum acara pidana di Indonesia. Bahkan, ia mengingatkan publik untuk mewaspadai kemungkinan adanya kompromi dalam proses penegakan hukum apabila mekanisme tersebut dibiarkan menjadi preseden.

"Yang terjadi sekarang ini bukan pelimpahan perkara sebagaimana diatur KUHAP, melainkan pengalihan tugas penyidikan dari satu lembaga ke lembaga lain. Mekanisme seperti itu tidak dikenal dalam sistem hukum acara pidana kita," kata Mahfud di YouTube Mahfud MD Official yang dikutip pada Senin 13 Juli 2026.

Menurut Mahfud, dalam ketentuan KUHAP, pelimpahan perkara dari kepolisian kepada kejaksaan baru dapat dilakukan setelah penyidikan dinyatakan lengkap (P-21), termasuk setelah tersangka diperiksa dan penyidik memiliki sedikitnya dua alat bukti yang cukup.

Sementara itu, dalam perkara Febrie Adriansyah, ia menyoroti bahwa tersangka disebut belum pernah diperiksa oleh penyidik Polri, tetapi kelanjutan penyidikannya justru dialihkan ke Kejaksaan Agung.

"Tidak ada mekanisme pengalihan atau pemindahan tugas penyidikan dari polisi kepada kejaksaan atau sebaliknya. Pengambilalihan penyidikan secara legal hanya bisa dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujar Mahfud.

Ia menilai apabila praktik tersebut dibiarkan, maka akan menimbulkan preseden yang berpotensi mengganggu kepastian hukum dalam sistem peradilan pidana.

"Kalau cara seperti ini dibenarkan, sistem hukum acara pidana kita bisa rusak. Jangan sampai kompromi antarlembaga kemudian mengorbankan prinsip-prinsip penegakan hukum," katanya.

Mahfud juga mengemukakan sejumlah kemungkinan konsekuensi hukum yang dapat muncul dari pengalihan penyidikan tersebut. Menurut dia, salah satunya adalah terbukanya peluang bagi tersangka untuk mengajukan gugatan praperadilan karena adanya dugaan cacat prosedur dalam proses penyidikan.

Selain itu, Mahfud mengingatkan adanya kekhawatiran publik bahwa ruang lingkup penyidikan dapat menjadi lebih terbatas apabila penanganan perkara tidak dilakukan secara independen. Meski demikian, ia tidak menyatakan hal tersebut telah terjadi, melainkan sebagai potensi yang perlu diantisipasi.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempertimbangkan pengambilalihan perkara apabila memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 10A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Pengambilalihan penyidikan yang diatur undang-undang hanya dapat dilakukan oleh KPK. Karena itu, kalau memang syarat-syaratnya terpenuhi, KPK seharusnya mempertimbangkan untuk mengambil alih perkara ini," ujar Mahfud.

Ia juga berpendapat Presiden memiliki ruang untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai koridor peraturan perundang-undangan, mengingat perkara tersebut masih berada pada tahap penyidikan dan belum memasuki proses persidangan.

Menurut Mahfud, langkah tersebut bukan merupakan bentuk intervensi terhadap kekuasaan kehakiman, melainkan upaya memastikan penegakan hukum berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai mekanisme yang berlaku.

Berita Terbaru

Lirik Lagunya Catchy Banget hingga Nuansa Shooting Pesona Tropis,  Intip Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale

Lirik Lagunya Catchy Banget hingga Nuansa Shooting Pesona Tropis, Intip Kolaborasi no na x Shopee 11.11 Big Sale

Nasional1 jam lalu
“I’m Shopping with My Friends!” Keseruan Kolaborasi Musik Terbaru Shopee 11.11 Big Sale Bareng no na

“I’m Shopping with My Friends!” Keseruan Kolaborasi Musik Terbaru Shopee 11.11 Big Sale Bareng no na

Headline2 jam lalu
BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang13 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang13 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini16 jam lalu
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle16 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle17 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional17 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga17 jam lalu
Mahfud MD Kritik Pengalihan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Tidak Dikenal dalam KUHAP | Pasundan Ekspres