Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mengapa Mencari Pekerjaan di Era Sekarang Itu Sulit?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|15:45 WIB
Bagikan:
Mengapa Mencari Pekerjaan di Era Sekarang Itu Sulit?
Mengapa Mencari Pekerjaan di Era Sekarang Itu Sulit?

PASUNDAN EKSPRES- Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, Gen Z, yang lahir antara 1997 dan 2012, mencapai sekitar 74,93 juta jiwa atau 27,94% dari total populasi Indonesia.

Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia diuntungkan oleh bonus demografi, di mana banyak warga produktif berusia 15-65 tahun masih aktif bekerja.

Namun, kesempatan ini bisa jadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik, terutama terkait tantangan yang dihadapi Gen Z dalam dunia kerja yang kian kompleks.

Kesenjangan Keterampilan

Salah satu tantangan utama Gen Z dalam mencari pekerjaan adalah kesenjangan keterampilan.

Banyak dari mereka yang lulus dari sekolah atau universitas dengan pengetahuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Misalnya, dunia pendidikan lebih fokus pada teori, sementara dunia kerja membutuhkan keterampilan teknis seperti coding, digital marketing, atau analisis data.

Akibatnya, lulusan dengan ijazah tinggi tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan karena skill mereka tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan.

Disrupsi Teknologi

Disrupsi teknologi juga menjadi faktor besar yang memengaruhi dunia kerja.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, banyak pekerjaan yang dulu dikerjakan manusia kini digantikan oleh mesin atau software.

Di pabrik, robot otomatis mengerjakan tugas produksi dengan lebih cepat dan efisien, sedangkan di sektor jasa, seperti kasir atau administrasi, otomatisasi juga mulai mengambil alih.

Hal ini menyebabkan Gen Z harus belajar keterampilan baru yang tidak bisa digantikan oleh mesin, agar tetap relevan di pasar kerja.

Ekspektasi Tinggi, Peluang Terbatas

Gen Z sering kali memiliki ekspektasi tinggi terhadap pekerjaan impian mereka mulai dari gaji besar, work-life balance yang baik, hingga lingkungan kerja yang fleksibel.

Namun, kenyataannya, banyak pekerjaan entry-level tidak bisa memenuhi semua ekspektasi tersebut.

Jumlah lapangan kerja di sektor yang mereka minati, seperti industri kreatif atau startup, juga terbatas, sehingga persaingan semakin ketat.

Persaingan Ketat

Dengan semakin banyaknya lulusan setiap tahun, jumlah pencari kerja terus meningkat.

Sayangnya, peluang kerja yang tersedia tidak bertambah secepat jumlah lulusan.

Persaingan menjadi semakin ketat, dan Gen Z harus bersaing tidak hanya dengan teman seangkatan, tapi juga dengan angkatan sebelumnya yang masih mencari pekerjaan.

Menghadapi semua tantangan ini, Gen Z perlu adaptif dan siap terus belajar.

Memperbarui keterampilan digital, menyesuaikan ekspektasi terhadap dunia kerja, dan terbuka terhadap peluang yang ada bisa membantu mereka bertahan di era yang penuh disrupsi ini.

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga15 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline34 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline54 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle57 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu