Mengejutkan! Prabowo Ganti Menteri Keuangan, Purbaya Dicopot dari Kursi Menkeu

PASUNDANEKSPRES.ID - Perombakan besar kembali dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026), posisi Menteri Keuangan mengalami pergantian.
Purbaya Yudhi Sadewa resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kursi yang sebelumnya ditempatinya kini dipercayakan kepada Prof. Suahasil Nazara, sosok yang selama ini dikenal sebagai teknokrat sekaligus pejabat senior di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pergantian tersebut menjadi salah satu keputusan paling menarik perhatian dalam reshuffle kali ini. Pasalnya, Purbaya baru sekitar satu tahun menjalankan tugas sebagai bendahara negara setelah dipercaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Kini, tongkat estafet pengelolaan keuangan negara berpindah kepada Suahasil.
Purbaya Tinggalkan Kursi Menkeu
Selama berada di Kementerian Keuangan, Purbaya menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan kebijakan fiskal yang menjadi perhatian publik.
Salah satu langkah yang paling banyak diperbincangkan adalah kebijakan terkait Saldo Anggaran Lebih (SAL). Dana yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia kemudian dipindahkan dan disalurkan ke sejumlah bank milik negara atau Himbara.
Kebijakan tersebut menjadi bahan perdebatan di kalangan ekonom dan pelaku pasar. Di satu sisi, langkah itu diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong aktivitas ekonomi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai efektivitas serta dampaknya terhadap stabilitas moneter.
Terlepas dari berbagai sorotan tersebut, Purbaya sebelumnya dikenal sebagai salah satu teknokrat ekonomi yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan maupun lembaga keuangan.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya juga pernah menduduki posisi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada 2018–2020.
Dari sisi akademik, perjalanan Purbaya juga cukup unik. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum melanjutkan pendidikan ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar MSc dan PhD.
Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru
Setelah Purbaya diberhentikan, Suahasil Nazara resmi dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Pengangkatan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026.
Keppres yang ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026 itu mengatur pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa sekaligus pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024–2029.
“Kesatu, memberhentikan... Kedua, mengangkat Prof. Suahasil Nazara, PhD sebagai Menteri Keuangan dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024–2029,” demikian petikan Keppres tersebut.
Dengan keputusan itu, Suahasil resmi meninggalkan kursi Wakil Menteri Keuangan yang telah ditempatinya sejak 2019.
Bukan Orang Baru di Lingkaran Fiskal
Suahasil bukan wajah baru bagi Kementerian Keuangan. Ia memiliki pengalaman panjang dalam merancang dan menjalankan kebijakan ekonomi serta fiskal Indonesia.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Indonesia pada 1994, kemudian meraih gelar MSc dari Cornell University pada 1997.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign dan selesai pada 2003.
Karier akademiknya juga cukup menonjol. Suahasil dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi FEB UI pada 2009.
Sementara di pemerintahan, ia pernah menjadi Kepala Lembaga Demografi FEB UI, Koordinator Pokja Kebijakan TNP2K Sekretariat Wakil Presiden, hingga anggota Komite Ekonomi Nasional.
Di Kementerian Keuangan, Suahasil pernah dipercaya sebagai Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebelum kemudian menjabat secara definitif.
Pada 25 Oktober 2019, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan. Jabatan tersebut kembali dipercayakan kepadanya pada pemerintahan Prabowo pada Oktober 2024.
Kini, pengalaman panjang tersebut menjadi modal Suahasil untuk memimpin Kementerian Keuangan.
Pergantian pucuk pimpinan kementerian strategis ini sekaligus membuka babak baru kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo. Tantangannya tidak ringan: menjaga stabilitas ekonomi, mengelola anggaran negara, serta memastikan kebijakan fiskal tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
