Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional, Era Baru Program Makan Bergizi Gratis Dimulai

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang menjadi andalan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional
Keputusan pergantian kepemimpinan BGN diumumkan setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden secara rutin memantau dan mengevaluasi kinerja seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk BGN yang memegang peran strategis dalam pelaksanaan program MBG.
Menurut Prasetyo, berbagai masukan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga masyarakat penerima manfaat menjadi bahan pertimbangan dalam proses evaluasi tersebut. Hasilnya, Presiden memutuskan untuk memberikan mandat baru kepada Nanik guna memperkuat efektivitas pelaksanaan program gizi nasional.
Dalam menjalankan tugasnya, Nanik akan didampingi dua wakil kepala, yakni Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono. Sementara itu, Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat Kepala BGN resmi mengakhiri masa tugasnya bersama Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung yang juga tidak lagi berada di jajaran pimpinan lembaga tersebut.
Pemerintah berharap susunan kepemimpinan baru ini dapat mempercepat pencapaian target program MBG yang kini menjadi salah satu proyek nasional terbesar. Selain itu, BGN juga diharapkan mampu meningkatkan tata kelola organisasi, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memperluas sinergi dengan pemerintah daerah.
Prasetyo menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus segera diselesaikan oleh pimpinan baru. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh program yang telah berjalan tetap dapat dilanjutkan tanpa hambatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penunjukan Nanik menarik perhatian karena latar belakang kariernya yang cukup beragam. Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik memulai perjalanan profesionalnya sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia.
Kariernya kemudian berkembang ke dunia manajemen media. Ia pernah memegang sejumlah posisi strategis, mulai dari pemimpin media hingga komisaris di berbagai perusahaan penerbitan dan tabloid yang bergerak di bidang perempuan, kuliner, bisnis, hingga politik.
Selain dikenal di dunia media, Nanik juga memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. Pada September 2025, ia dipercaya menjabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional setelah sebelumnya menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Di ranah politik, nama Nanik sudah lama dikaitkan dengan Prabowo Subianto. Pada Pemilihan Presiden 2019, ia tercatat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Kedekatan tersebut berlanjut hingga era pemerintahan saat ini.
Tak hanya itu, Nanik juga dipercaya menjadi Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero) sejak Juni 2025. Pengalaman lintas sektor inilah yang dinilai menjadi salah satu modal penting dalam memimpin BGN.
Meski memiliki rekam jejak panjang di berbagai bidang, tantangan yang dihadapi Nanik tidaklah ringan. Program MBG kini menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia dan membutuhkan koordinasi yang kompleks, mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi, hingga pengawasan kualitas gizi.
Keberhasilan program ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat, menekan angka stunting, serta membangun generasi muda yang lebih sehat dan produktif.
Dengan kepemimpinan baru di BGN, publik kini menantikan sejauh mana percepatan dan penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis dapat diwujudkan. Pergantian ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis pemerintah untuk memastikan program unggulan nasional berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
