Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pandangan Luhut Binsar Panjaitan Atas Turunnya Presiden Gusdur!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|21:46 WIB
Bagikan:
Pandangan Luhut Binsar Panjaitan Atas Turunnya Presiden Gusdur!
Pandangan Luhut Binsar Panjaitan Atas Turunnya Presiden Gusdur!

PASUNDAN EKSPRES - Dalam acara "Kick Endy" yang tayang di kanal YouTube @MetroTV, Luhut Binsar Panjaitan, seorang tokoh penting dalam pemerintahan Indonesia, mengungkapkan pandangannya tentang Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. 

Luhut, yang pernah diangkat oleh Gus Dur ke posisi penting dalam pemerintahan, mempertanyakan alasan di balik pencopotan Gus Dur dari kursi presiden. "Yang angkat saya ini Gus Dur, yang menaikkan pangkat saya Gus Dur," ujar Luhut. Dalam pernyataannya, Luhut menegaskan bahwa Gus Dur tidak melanggar konstitusi, tidak terlibat dalam korupsi, dan tidak melakukan pelanggaran lain yang dapat menjadi alasan kuat untuk menurunkannya dari jabatan presiden.

"Jadi kenapa diturunkan? Kenapa saya harus turun?" tambahnya dengan nada penuh keheranan. Luhut mengungkapkan bahwa dia memilih untuk tetap berdiri teguh dan tidak mundur, meskipun situasi politik pada saat itu sangat sulit. "Saya bilang saya gak akan mundur ya biar aja karam sama-sama," tegasnya.

Luhut juga menyatakan bahwa dia tidak ingin generasi mendatang melihatnya sebagai pengkhianat. "Karena saya enggak ingin orang mengatakan bahwa kakekmu itu, bapakmu itu, mengkhianati atasannya," jelas Luhut. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk tetap setia pada Gus Dur dengan berkata, "Gak akan bisa."

Pernyataan Luhut ini mengingatkan kita pada masa pemerintahan Gus Dur yang penuh dengan dinamika politik. Gus Dur, yang dikenal sebagai tokoh pluralis dan demokrat sejati, memang sering kali menghadapi tantangan politik yang sangat besar selama masa jabatannya. 

Dengan refleksi dari Luhut ini, kita diingatkan akan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Gus Dur dan pentingnya mempertahankan integritas serta loyalitas dalam dunia politik. Kisah ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan memandang peran dan kontribusi Gus Dur dalam sejarah politik Indonesia.

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle58 menit lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu