Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penggunaan Asbes di Indonesia Masih Marak Meski Sudah Dilarang di Banyak Negara

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|19:54 WIB
Bagikan:
Penggunaan Asbes di Indonesia Masih Marak Meski Sudah Dilarang di Banyak Negara
Penggunaan Asbes di Indonesia Masih Marak Meski Sudah Dilarang di Banyak Negara

PASUNDAN EKSPRES- Penggunaan asbes, bahan bangunan yang telah dilarang di lebih dari 60 negara maju dan masih marak di Indonesia.

Hal ini menjadi sorotan setelah banyaknya laporan mengenai bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh serat asbes yang terhirup.

Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan peringatan akan risiko asbes, Indonesia belum sepenuhnya menghapus penggunaannya.

Asbes, yang sering digunakan sebagai material atap dan dinding, telah terbukti menyebabkan berbagai penyakit serius seperti asbestosis, kanker paru-paru, dan mesothelioma.

Di negara-negara maju, larangan penggunaan asbes diterapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Namun, di Indonesia, bahan ini masih dijual bebas dan digunakan secara luas.

"Saya tahu asbes berbahaya, terutama jika sudah pecah atau rusak. Tapi saya masih hidup meski rumah saya sudah banyak yang retak," ujar Rahmat (45), warga Jakarta. "Resiko kesehatannya memang jangka panjang, jadi mungkin tidak langsung terlihat," tambahnya.

Meski demikian, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa paparan jangka panjang terhadap serat asbes dapat berakibat fatal.

"Ini bukan masalah yang bisa diabaikan. Serat asbes yang terhirup dapat menyebabkan kanker dan penyakit paru-paru kronis," kata Dr. Siti Aminah, seorang ahli paru dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

"Saya berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk melarang penggunaan asbes," kata Yuniarti, seorang aktivis lingkungan.

"Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan kita perlu beralih ke bahan bangunan yang lebih aman."

Pemerintah diharapkan untuk memperketat regulasi dan penegakan hukum terkait penggunaan asbes, serta mendorong penggunaan bahan alternatif yang lebih aman.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya asbes dan cara aman menanganinya juga sangat diperlukan.

Masih maraknya penggunaan asbes di Indonesia menjadi ironi di tengah upaya global untuk mengurangi risiko kesehatan yang disebabkan oleh bahan berbahaya ini.

Apakah Indonesia akan mengikuti jejak negara-negara maju dalam melindungi kesehatan warganya dari ancaman asbes? Hanya waktu yang akan menjawab.

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle18 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle1 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu