Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penjual Es Gabus Viral Disentil Dedi Mulyadi Usai Diduga Bohong

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|11:47 WIB
Bagikan:
Penjual Es Gabus Viral Disentil Dedi Mulyadi Usai Diduga Bohong
Penjual Es Gabus Viral Disentil Dedi Mulyadi Usai Diduga Bohong

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi Ajat Sudrajat, penjual es gabus yang sempat menjadi sorotan publik setelah dituding menjual es berbahan spons oleh oknum anggota Polri dan TNI.

Dalam pertemuan tersebut, Ajat mengungkapkan berbagai kesulitan hidup yang tengah dihadapinya, seperti kondisi ekonomi yang terbatas, cicilan kontrakan, biaya pendidikan anak, hingga utang di warung.

Namun, seiring perbincangan berlangsung, sosok yang akrab disapa KDM itu mulai menangkap sejumlah kejanggalan dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan Ajat.

Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi bersama ketua RW setempat, diketahui bahwa sejumlah keterangan yang disampaikan Sudrajat tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kondisi tersebut membuat KDM merasa kecewa dan akhirnya menegur Sudrajat secara tegas.

“Babeh (Sudrajat) bohong sama saya, jangan kaya gitu nggak boleh bohong,”ujar KDM dikutip dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (29/01/2026).

Salah satu pernyataan yang dinilai tidak sesuai fakta berkaitan dengan biaya pendidikan. Sudrajat sebelumnya mengaku harus membayar cicilan sekolah hingga Rp1,5 juta untuk empat bulan, namun setelah dilakukan konfirmasi, biaya tersebut ternyata hanya sekitar Rp200 ribu per bulan dan berasal dari sekolah swasta.

“Kata babeh (Sudrajat) kemarin di sekolah negeri, ternyata sekolahnya swasta. Babeh ini bohong terus,” kata KDM.

Selain itu, pernyataan Sudrajat yang mengaku tidak memiliki rumah dan harus tinggal di kontrakan juga terbukti tidak sesuai fakta.

Ketua RW setempat turut menerangkan bahwa Sudrajat sebenarnya memiliki rumah pribadi hasil warisan dari orang tuanya, yang telah lama ditempati bersama istri dan tiga orang anaknya.

“Babeh (Sudrajat) punya rumah sendiri, itu dikasih dari orang tuanya. Tahun 2007 itu dia dibelikan rumah, setelah diberikan ia bersama istri dan anaknya tinggal disitu,” ujar Ketua RW.

Mendengar penjelasan tersebut, KDM sontak merasa geram karena mengetahui bahwa pernyataan sebelumnya yang disampaikan Sudrajat tidak sesuai dengan kenyataan.

“Babeh (Sudrajat) kenapa bohong terus sih. Babeh berbohong sama saya, babeh bilang ke saya hanya dikasih Rp200.000 warisannya, padahal dikasih rumah. Maksud saya, babeh nggak boleh bohong. Percuma minta maaf tapi bohong lagi. Gapapa, sebenarnya sama saya nggak ada masalah, tapi babeh berdosa sama orang tua nya. Orang tuanya sudah ngasih rumah, tapi sama babeh bilangnya nggak dikasih,” tegas KDM.

Ketua RW setempat turut menyampaikan bahwa Sudrajat telah menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) jauh sebelum dirinya menjadi viral akibat kasus tuduhan tersebut.

“Pak Sudrajat dapat bantuan Rutilahu tahun 2025 dari pemerintah desa. Dapatnya berupa barang (material konstruksi) seharga kurang lebih Rp18 juta dan honor untuk upah 2 juta. Dan barang itu baru dipasang (dibangun) Senin kemarin, karena kondisinya hujan terus jadi baru dipasang,” jelas Ketua RW.

Faktanya, rencana untuk mengontrak sementara selama kurang lebih satu bulan dengan biaya sekitar Rp500 ribu dilakukan karena rumahnya sedang direnovasi. Hal ini berbeda dengan klaim awal Sudrajat yang menyebut biaya kontrakan Rp800 ribu dan mengaku telah lama tinggal di kontrakan.

“Kan rumahnya mau di renovasi sama saya pak, jadi tanggal 20 Januari kemarin pak Sudrajat saya suruh pindah dulu (ngontrak). Dan saya suruh ngontrak nya hanya sebulan dan itu pun Rp500.000,” ungkapnya.

Atas dasar temuan tersebut, bantuan sebesar Rp10 juta yang sebelumnya diberikan tidak lagi digunakan untuk membayar cicilan dan utang kontrakan seperti yang disampaikan Sudrajat di awal. Dana tersebut kemudian dialihkan untuk membantu menambah biaya renovasi rumahnya yang tengah diperbaiki melalui program Rutilahu.

“Uang Rp10 juta nya sekarang dipakai untuk material sebagai tambahan bahan, karena sudah pasti kurang. Jadi, sekarang total untuk biaya material untuk renovasinya jadi Rp28 juta,”jelas Ketua RW.

Selain itu, KDM menegaskan bahwa setiap individu perlu memiliki tekad untuk memperbaiki diri, mau bekerja keras, serta tidak mudah putus asa meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan.

“Banyak orang miskin yang sukses, karena dia berani berusaha, berani melawan keadaan,”tegas KDM.

Berita Terbaru

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

Nasional6 jam lalu
Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional7 jam lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline7 jam lalu
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline8 jam lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang11 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline11 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle12 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional13 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang14 jam lalu