Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penyalahgunaan Psikiatri terhadap Aktivis Politik di Rusia, Dianggap Gila dengan Mudah!

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|15:18 WIB
Bagikan:
Penyalahgunaan Psikiatri terhadap Aktivis Politik di Rusia, Dianggap Gila dengan Mudah!
Penyalahgunaan Psikiatri terhadap Aktivis Politik di Rusia, Dianggap Gila dengan Mudah! (Image From: Illustration/Pexels/Vitaly Gariev)

PASUNDAN EKSPRES - Penyalahgunaan psikiatri terhadap aktivis politik di Rusia. Baru-baru ini, Rusia sedang dihadapkan dengan kasus penggunaan perawatan psikiatri wajib terhadap mereka dengan pandangan politik yang berlawanan dengan pemerintah Rusia.

Seiringnya waktu, kasus tersebut semakin meningkat. Fenomena tersebut mengingatkan pada praktik psikiatri represif di era Uni Soviet, di mana penentang rezim kerap dikirim ke rumah sakit jiwa sebagai bentuk hukuman. 

Penyalahgunaan Psikiatri terhadap Aktivis Politik di Rusia

Menurut laporan yang dianalisis oleh Reuters, puluhan warga Rusia saat ini menjadi korban pemaksaan perawatan psikiatri karena pandangan politik mereka, terutama sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Sejumlah pengacara dan kelompok hak asasi manusia menganggap fenomena ini sebagai bentuk intimidasi terhadap mereka yang mengkritik kebijakan negara. 

Tentang Psikiatri Represif di Rusia

Pada masa Uni Soviet, ribuan pembangkang dikurung di rumah sakit jiwa dengan alasan bahwa hanya orang yang "tidak waras" yang akan menentang negara komunis.

Tokoh seperti Vladimir Bukovsky dan penyair peraih Nobel Joseph Brodsky adalah beberapa di antara korban praktik ini.

Meskipun skalanya tidak sebesar pada era Soviet, Robert van Voren, seorang profesor asal Belanda yang telah mempelajari penyalahgunaan psikiatri di Rusia selama puluhan tahun, mengatakan bahwa fenomena ini semakin meningkat sejak perang di Ukraina.

Sebelum 2022, rata-rata hanya lima kasus tercatat per tahun, namun sejak invasi, jumlah tersebut melonjak menjadi sekitar 23 kasus per tahun.

Menurut laporan dari kelompok hak asasi manusia Memorial, saat ini terdapat 48 orang yang menjalani perawatan psikiatri wajib dalam kasus yang bermuatan politik, dengan mayoritas dari mereka dituduh menyebarkan kritik terhadap perang.

Kasus: Jurnalis dan Pemuda Yatim Piatu yang Dipenjara di Rumah Sakit Jiwa 

Salah satu kasus terbaru adalah Yekaterina Fatyanova, seorang jurnalis berusia 37 tahun dari kota Krasnoyarsk. Pada 28 April 2023, ia dikirim ke Rumah Sakit Psikiatri KKPND No.1 setelah dituduh mendiskreditkan angkatan bersenjata Rusia.

Tuduhan itu muncul setelah ia menerbitkan sebuah artikel di surat kabar oposisi yang dikelolanya, meskipun ia bukan penulis artikel tersebut.

Selama di rumah sakit, Fatyanova mengaku dipaksa menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang menyakitkan dan merendahkan dirinya, termasuk pemeriksaan ginekologi (pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan) yang menurutnya tidak berkaitan.

Ia pun mengajukan keluhan kepada pihak berwenang, tetapi tidak mendapatkan tanggapan.

Setelah satu bulan, dokter menyatakan bahwa ia tidak memiliki gangguan mental, dan akhirnya ia dibebaskan pada 27 Mei 2023.

Namun, ia yakin bahwa tujuan utama penahanannya bukan untuk evaluasi kesehatan mental, melainkan untuk menekan dan mengisolasi dirinya secara sosial.

Selain, kasus jurnalis, salah satu kasus paling mencolok adalah kasus seorang pemuda yatim piatu bernama Ingvar Gorlanov yang berusia 26 tahun dari Siberia. 

Pada 2019, Gorlanov menggelar aksi protes tunggal di depan kantor administrasi presiden di Moskow. Ia menuntut pertemuan dengan Vladimir Putin untuk membahas hak-hak anak yatim di Rusia.

Sebagai tanggapannya, ia ditangkap dan dikirim ke rumah sakit jiwa. Sejak saat itu, ia telah dipindahkan ke berbagai institusi psikiatri dan masuk dalam daftar teroris dan ekstremis federal dengan tuduhan menghasut kebencian dan menghina polisi.

Menurut pengacaranya, Alexei Pryanishnikov, Gorlanov adalah seseorang yang sehat secara mental dan memiliki "rasa keadilan yang tinggi". Ia meyakini bahwa kliennya tidak seharusnya menerima perawatan wajib dan sebaiknya diberikan terapi yang lebih manusiawi.

Reaksi Internasional 

Penggunaan psikiatri sebagai alat politik ini telah menarik perhatian komunitas internasional.

Dainius Pūras, seorang psikiater asal Lituania yang pernah menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB untuk Hak Kesehatan, menilai bahwa praktik ini mencerminkan kemunduran demokrasi di Rusia dan mengingatkan pada pola lama di era Soviet.

Ia menekankan bahwa di banyak negara lain, perawatan psikiatri wajib umumnya hanya digunakan untuk kasus kriminal yang melibatkan kekerasan. Namun, di Rusia, praktik ini kembali digunakan untuk membungkam suara oposisi.

Sementara itu, Kremlin dan Kementerian Kehakiman Rusia menolak memberikan komentar terkait kasus-kasus ini. Mereka berdalih bahwa proses hukum di Rusia merupakan kewenangan pengadilan, bukan pemerintah.

(ipa)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat7 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang7 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang8 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang8 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang8 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang8 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang8 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang8 jam lalu
Penyalahgunaan Psikiatri terhadap Aktivis Politik di Rusia, Dianggap Gila dengan Mudah! | Pasundan Ekspres