Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

PPATK : Mencium Transaksi Janggal Hingga Triliunan Jelang Pemilu 2024

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|14:23 WIB
Bagikan:
PPATK : Mencium Transaksi Janggal Hingga Triliunan Jelang Pemilu 2024
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, mengatakan, jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mengcium banyak transaksi janggal. Foto Dok Istimewa

PASUNDAN EKSPRES - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, mengatakan, jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mengcium banyak transaksi janggal. 

Dugaan tersebut bermula ketika melihat dari jumlah laporan yang masuk meningkat lebih dari 100% pada Semester II-2023. 

"Kita lihat memang transaksi terkait dengan pemilu ini masif sekali laporannya kepada PPATK. Kenali lebih dari 100 persen, baik di transaksi keuangan tunai, transaksi keuangan mencurigakan, segala macem," kata Ivan 

Selain itu, PPATK juga mengendus adanya potensi penyaluran dana yang berasal dari sumber ilegal dalam ajang kampanye. 

Kendati begitu, pihaknya telah mengirimkan surat ke Bdan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Ivan mengatakan angka transaksi mencurigakan tersebut mencapai triliunan rupiah dari ribuah nama, tapi ketika ditanya lebih lanjut, ivan tidak membeberkan berapa nominalnya. 

"Kita kan sudah kirim surat ke Bawaslu, KPU, sudah kita sampaikan berapa transaksi terkait angka-angka yang jumlahnya luar biasa besar. Kita masih menunggu, ini kita bicara triliunan, angka yang cukup besar, ribuan nama. Kita bicara semua Parpol (Partai Politik)," ujarnya

Namun transaksi pada Rekening Khusus DANA Kampanye (RKDK) yang digunakan untuk membiayai kampanye politik tidak bergerak signifikan, bahkan datar. Justru transaksi yang bergerak signifikan itu berasal dari rekening pihak lain. 

Melihat hal tersebut, PPATK menilai ada ketidaksesuaian mengenai pembiayaan kampanye Pemilu. 

"Sepanjang pengalaman kita terkait pemilu ini kan RKDK harusnya untuk membiayai kegiatan kampanye politik. Itu cenderung tidak bergerak transaksinya. Yang bergerak justru di pihak-pihak lain. Ini kan artinya ada ketidaksesuaian. Kita kan bertanya, pembiayaan segala macam itu biayanya dari mana kalai RKDK-nya tidak bergerak," pungkasnya. 

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang6 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang6 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang7 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle9 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle10 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional11 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga11 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional11 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional11 jam lalu