Profil Bupati Muara Enim Edison yang Terjaring OTT KPK, Pernah Berkarier di BPN

PASUNDANEKSPRES.ID - Nama Bupati Muara Enim Edison menjadi sorotan setelah dikabarkan diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Informasi mengenai OTT tersebut mencuat pada Senin (8/6/2026). Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya kegiatan operasi tangkap tangan di wilayah Muara Enim. Namun hingga saat itu, KPK belum menjelaskan secara rinci pihak-pihak yang diamankan maupun perkara yang sedang ditangani.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, sosok Edison sebagai Bupati Muara Enim ikut menjadi perbincangan.
Profil Bupati Muara Enim Edison
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Edison lahir di Desa Banuayu, Kabupaten Muara Enim, pada 6 Maret 1968.
Ia mengawali pendidikan dasar di SD Negeri 1 Banuayu dan lulus pada 1981. Setelah itu, Edison melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Lubuk Linggau dan lulus pada 1984.
Jenjang pendidikan menengah ditempuh di SMA Negeri 1 Lubuk Linggau hingga lulus pada 1987. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, Edison melanjutkan studi ke Universitas Sumatera Utara dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1992.
Tak berhenti di sana, ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Sriwijaya dan menyelesaikannya pada 2002.
Karier Edison Sebelum Menjadi Bupati Muara Enim
Sebelum terjun ke dunia politik, Edison memiliki karier panjang di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Ia mulai berkarier di BPN sejak 1995 dan menempati berbagai posisi strategis. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.
Pengalaman panjang di bidang pertanahan dan administrasi pemerintahan menjadi salah satu modal yang mengantarkannya ke dunia politik dan pemerintahan daerah.
Terpilih pada Pilkada 2024
Edison maju dalam Pemilihan Bupati Muara Enim periode 2025-2030 dengan dukungan Partai NasDem. Dalam kontestasi tersebut, ia berpasangan dengan Sumarni yang merupakan politikus PDI Perjuangan.
Pasangan Edison-Sumarni berhasil memenangkan Pilkada Muara Enim dan resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim pada 20 Februari 2025.
Sejak menjabat, Edison memimpin berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Muara Enim.
KPK Belum Ungkap Detail Perkara
Hingga kini, KPK belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kasus yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan tersebut.
Lembaga antirasuah itu juga belum merinci siapa saja pihak yang diamankan maupun barang bukti yang berhasil disita dalam kegiatan OTT di Muara Enim.
Publik masih menunggu keterangan resmi KPK terkait perkembangan kasus yang menyeret nama Bupati Muara Enim Edison tersebut.
