Profil Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia profil Destry Damayanti Gubernur BI. Destry Damayanti resmi disetujui menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031. Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa, 1 September 2026, setelah sebelumnya Komisi XI DPR menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Penetapan Destry menjadi perhatian karena ia bukan sosok baru di lingkungan Bank Indonesia. Sebelum ditetapkan sebagai calon Gubernur BI, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2019.
Dalam rapat paripurna tersebut, DPR juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031.
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031
Komisi XI DPR sebelumnya menetapkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI setelah menyelesaikan proses fit and proper test pada 26 Agustus 2026. Dalam proses tersebut, Komisi XI mendalami sejumlah hal, termasuk arah kebijakan moneter, stabilitas nilai rupiah, pertumbuhan ekonomi, sistem pembayaran, penguatan sektor keuangan, serta sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah.
Keputusan Komisi XI kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR untuk mendapatkan persetujuan. Pada 1 September 2026, DPR secara resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Dengan pengalaman panjang sebagai ekonom dan pejabat di sektor keuangan, Destry memiliki rekam jejak yang cukup panjang sebelum dipercaya menduduki posisi tertinggi di bank sentral.
Profil Destry Damayanti Gubernur BI
Nama: Destry Damayanti
Tempat lahir: Jakarta
Tahun lahir: 1963
Pendidikan: Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia
Gelar lanjutan: Master of Science, Regional Science, Cornell University, New York
Jabatan sebelumnya: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
Jabatan baru: Gubernur Bank Indonesia
Periode: 2026-2031
Pendidikan Destry Damayanti
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Destry melanjutkan studi ke Cornell University, New York, Amerika Serikat. Di universitas tersebut, ia memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Regional Science pada 1992.
Latar belakang pendidikan ekonomi tersebut kemudian menjadi bekal bagi Destry untuk membangun karier di berbagai lembaga pemerintahan, sektor perbankan, perusahaan sekuritas, hingga Bank Indonesia.
Awal Karier Destry Damayanti
Karier Destry di bidang ekonomi dimulai dari dunia penelitian dan akademik. Berdasarkan profil Bank Indonesia, ia pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada periode 1987-1990.
Destry kemudian bekerja di Kementerian Keuangan pada 1992-1997. Setelah itu, ia masuk ke sektor perbankan dengan menjadi ekonom di Citibank Indonesia pada 1997-2000.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Destry sebagai ekonom yang kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis.
Pernah Menjadi Penasihat Ekonomi Duta Besar Inggris
Setelah berkarier di Citibank, Destry Damayanti dipercaya menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada periode 2000-2003.
Posisi tersebut memperluas pengalamannya dalam menganalisis perkembangan ekonomi Indonesia sekaligus memberikan pengalaman dalam hubungan ekonomi internasional.
Setelah itu, Destry kembali melanjutkan kariernya di sektor keuangan dan menjadi salah satu ekonom yang cukup dikenal di industri perbankan dan pasar modal Indonesia.
Rekam Jejak Destry Damayanti
Dilansir dari Wikipedia, kika melihat perjalanan kariernya, Destry Damayanti memiliki pengalaman yang cukup beragam di bidang ekonomi dan keuangan.
Ia pernah bekerja sebagai peneliti, akademisi, ekonom di perbankan, penasihat ekonomi, kepala ekonom perusahaan sekuritas, kepala ekonom bank, pejabat di LPS, hingga Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Berikut ringkasan perjalanan karier Destry Damayanti:
- Peneliti dan pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1987-1990.
- Bekerja di Kementerian Keuangan, 1992-1997.
- Ekonom Citibank Indonesia, 1997-2000.
- Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia, 2000-2003.
- Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, 2005-2011.
- Kepala Ekonom Bank Mandiri, 2011-2015.
- Ketua Task Force Ketahanan Ekonomi Kementerian BUMN, 2014-2015.
- Anggota Dewan Komisioner LPS, 2015-2019.
- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, mulai 2019.
- Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 setelah mendapat persetujuan DPR.
Destry Damayanti di Bank Indonesia
Dilansir dari laman Bank Indonesia, karier Destry di Bank Indonesia dimulai ketika ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019.
Destry resmi menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019. Ia kemudian mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019 untuk masa jabatan 2019-2024.
Pada 2024, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2024-2029 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024.
Pengalaman panjang tersebut membuat Destry telah memiliki pemahaman mendalam mengenai kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kondisi perekonomian Indonesia sebelum akhirnya dipilih menjadi Gubernur BI.
Destry sebagai Gubernur BI
Penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031 menambah babak baru dalam perjalanan kariernya di bank sentral.
Sebelum mendapat persetujuan DPR, Destry telah memiliki pengalaman langsung sebagai bagian dari Dewan Gubernur Bank Indonesia. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur BI.
Sebagai Gubernur BI, Destry akan menghadapi berbagai tantangan perekonomian, mulai dari menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, hingga memastikan sistem pembayaran nasional terus berkembang.
Dalam proses fit and proper test, isu-isu seperti kebijakan moneter, stabilitas rupiah, pertumbuhan ekonomi, sistem pembayaran, dan penguatan sektor keuangan menjadi bagian yang didalami Komisi XI DPR.
(ipa)
