Revitalisasi Stadion Utama GBK Ubah Penggunaan Lapangan, Timnas Belum Pasti Bisa Bermain

PASUNDANEKSPRES.ID - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta Pusat tengah memasuki tahap pembenahan yang akan mengubah sementara aktivitas di salah satu venue olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Sejak akhir Oktober 2026, lapangan utama mulai dibongkar untuk menjalani penguatan struktur. Namun, pekerjaan ini tidak serta-merta membuat seluruh agenda di kompleks stadion berhenti.
Revitalisasi Stadion Utama GBK justru berlangsung di tengah padatnya jadwal kegiatan olahraga dan hiburan. Konser musik internasional, termasuk penampilan BTS pada Desember mendatang, tetap masuk dalam agenda.
"Semenjak 30 Oktober 2026 ini rumputnya kita kupas untuk melakukan proyek pemancangan sehingga kegiatan olahraganya tidak bisa dilakukan. Tapi untuk kegiatan-kegiatan lainnya masih bisa digunakan," jelas Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik, dikutip dari Bola Sport.
Seiring dengan proses pembenahan tersebut, Timnas Indonesia dan Persija Jakarta perlu menyiapkan alternatif stadion untuk menggelar pertandingan selama lapangan GBK menjalani pengerjaan.
Pengerjaan Revitalisasi Stadion Utama GBK
Kebutuhan revitalisasi Stadion Utama GBK tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumput. PPKGBK juga menyesuaikan kemampuan lapangan terhadap perkembangan konsep penyelenggaraan acara, terutama konser internasional yang semakin sering menggunakan panggung di tengah stadion atau center stage.
Konsep tersebut membutuhkan ruang produksi yang luas. Peralatan panggung, konstruksi, hingga perlengkapan teknis memiliki bobot besar yang harus ditopang permukaan lapangan.
Sementara itu, daya dukung hamparan lapangan SUGBK saat ini berada di kisaran 150–200 kilogram per meter persegi. Apabila beban kegiatan melampaui kapasitas tersebut, lapisan bawah lapangan berisiko mengalami kerusakan.
Dampaknya tidak berhenti pada permukaan rumput, tetapi juga bisa mengganggu elevasi sistem drainase dan menyebabkan genangan. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kerataan lapangan ketika kembali digunakan untuk pertandingan.
Penguatan struktur diharapkan membuat SUGBK lebih siap menampung kegiatan olahraga maupun nonolahraga tanpa mengabaikan kualitas fasilitasnya.
Sejumlah agenda yang tetap dijadwalkan berlangsung di SUGBK antara lain:
- Tiberias pada 5 Desember 2026.
- Konser BTS pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.
- Konser Westlife pada 23 Januari 2027.
Adanya revitalisasi Stadion Utama GBK tidak membuat seluruh agenda hiburan dibatalkan. Penyelenggaraan konser tetap dapat dilakukan meskipun rumput belum dipasang kembali, karena area lapangan akan dilindungi menggunakan grass cover.
Timnas Indonesia dan Persija Harus Menyiapkan Stadion Alternatif
Situasinya berbeda untuk kegiatan sepak bola. Setelah pekerjaan penguatan selesai, lapangan masih membutuhkan proses penanaman dan adaptasi rumput baru agar mencapai kondisi yang layak untuk pertandingan.
PPKGBK pun menjadwalkan penanaman rumput baru pada akhir Januari 2027. Proses pemulihan rumput setelah penanaman menjadi pertimbangan utama, sehingga penggunaan SUGBK untuk pertandingan pada Maret 2027 belum dapat dipastikan.
Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada agenda Timnas Indonesia yang dijadwalkan menggelar laga kandang FIFA Matchday pada Maret 2027. Begitu pula Persija Jakarta yang telah mendaftarkan GBK sebagai kandang untuk kompetisi BRI Super League 2026.
Terkait hal itu, Rakhmadi dari PPKGBK menegaskan bahwa Timnas Indonesia tetap menjadi salah satu prioritas penggunaan SUGBK. Namun, kepastian stadion untuk pertandingan Maret 2027 masih menunggu kondisi rumput pulih dan memenuhi standar pertandingan.
Evaluasi penggunaan stadion dijadwalkan berlangsung sekitar Januari atau Februari 2027. Jika kondisi lapangan membaik lebih cepat, PPKGBK akan memprioritaskan penggunaannya untuk agenda pertandingan Timnas Indonesia.
Meski begitu, April 2027 masih menjadi target waktu paling aman untuk memastikan lapangan siap digunakan kembali.
Koordinasi mengenai pekerjaan ini juga telah dilakukan bersama Sekretariat Negara, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta PSSI.
Melalui revitalisasi Stadion GBK, PPKGBK berupaya meningkatkan kemampuan fasilitas agar dapat menampung kebutuhan acara berskala besar sekaligus menjaga kualitas lapangan sepak bola.
Untuk sementara, konser tetap berjalan sesuai agenda, sedangkan Timnas Indonesia dan Persija harus menunggu hasil pemulihan rumput sebelum kembali menjadikan SUGBK sebagai tempat pertandingan.
(pm)
