Survei Reuters-Ipsos: 61% Warga AS Khawatir Kemampuan Mental Presiden Donald Trump

PASUNDANEKSPRES.ID - Survei terbaru yang dilakukan lembaga riset Reuters-Ipsos menunjukkan bahwa 61% warga Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran terhadap kemampuan mental Presiden Amerika Serikat, , selama ia menjalankan kepemimpinan nasional.
Temuan survei tersebut menambah sorotan publik terhadap kondisi fisik dan mental Trump, terutama di tengah usia lanjutnya serta intensitas aktivitas politik yang masih tinggi. Kekhawatiran responden mencakup penilaian bahwa Trump dinilai tidak lagi menunjukkan kestabilan dan ketajaman mental seperti sebelumnya.
Survei Reuters-Ipsos ini dilakukan terhadap ribuan responden dewasa di seluruh Amerika Serikat dengan tingkat kepercayaan statistik yang tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa keraguan terhadap kondisi mental Trump tidak hanya datang dari pemilih Partai Demokrat dan independen, tetapi juga muncul dari sebagian pemilih Partai Republik.
Selain aspek mental, sebagian responden juga menilai kondisi fisik Trump sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi efektivitasnya dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara. Isu usia dan kesehatan presiden kembali menjadi perbincangan utama dalam lanskap politik Amerika Serikat, seiring meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan kesiapan pemimpin nasional.
Menanggapi hasil survei tersebut, pihak pendukung Trump menilai temuan itu bias dan menegaskan bahwa sang presiden tetap mampu menjalankan tugas kenegaraan secara optimal. Mereka menyebut Trump masih aktif mengambil keputusan strategis dan tampil dalam berbagai agenda resmi.
Hasil survei Reuters-Ipsos ini sebelumnya juga disorot oleh media ekonomi dan politik internasional, termasuk , yang menilai isu kesehatan pemimpin negara sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik dan stabilitas politik.
