Takut Krisis BBM, Warga Aceh Rela Antre Berjam-jam di SPBU

PASUNDANEKSPRES.ID - Kekhawatiran akan potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) membuat warga di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, rela mengantre berjam-jam di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa SPBU setelah masyarakat mendengar pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional berada di kisaran 21 hingga 25 hari.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran warga akan kemungkinan terjadinya kelangkaan BBM dalam waktu dekat. Banyak warga kemudian berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk memastikan persediaan bahan bakar mereka tetap aman.
Di SPBU Kemili, yang berada di Takengon, antrean kendaraan bahkan dilaporkan hampir mencapai satu kilometer. Warga mulai mengantre sejak sekitar pukul 19.30 WIB dan harus menunggu lama untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Sementara itu, di SPBU Tan Saril di Kabupaten Bener Meriah, antrean kendaraan juga terlihat panjang hingga sekitar 500 meter.
Lamanya antrean sempat memicu ketegangan di antara warga. Beberapa orang dilaporkan terlibat cekcok saat menunggu giliran mengisi BBM.
“Barusan ada keributan saat antrean. Kami juga tidak tahu masalahnya apa, padahal ini bulan Ramadhan,” ujar Rahmat, warga Takengon yang ikut mengantre.
Meski harus menunggu berjam-jam, warga tetap bertahan di antrean karena khawatir jika tidak segera mengisi BBM, mereka akan kesulitan beraktivitas dalam beberapa hari ke depan. Situasi ini pun menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Dataran Tinggi Gayo.
