Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tarik Investor, Proyek Integrasi Pelabuhan Patimban dengan Kawasan Industri Subang Smartpolitan Dipasarkan di Singapura

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|14:08 WIB
Bagikan:
Tarik Investor, Proyek Integrasi Pelabuhan Patimban dengan Kawasan Industri Subang Smartpolitan Dipasarkan di Singapura
Peserta seminar Enhancing Logistic Efficiency for Manufacturing in Indonesia di kantor Drew & Napier.

PASUNDANEKSPRES.ID - Seminar bertajuk "Enhancing Logistic Efficiency for Manufacturing in Indonesia" diselenggarakan di kantor Drew & Napier, Singapura pada 14 November 2025 sebagai bagian dari upaya pemasaran kolaboratif.

Fokus utamanya adalah menguraikan peran proyek strategis Indonesia - khususnya Pelabuhan Patimban, yang akan terintegrasi dengan kawasan industri Subang Smartpolitan.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Subang Smartpolitan, Drew & Napier, Makarim & Taira S., UOB Indonesia, didukung oleh PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore.

Indonesia memiliki daya tarik yang kuat bagi para investor global. Hal ini dikonfirmasi oleh data terbaru dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Indonesia, yang mencatat adanya arus masuk signifikan Penanaman Modal Asing (PMA) ke dalam negeri.

Ekonomi utama Asia, termasuk Singapura, Hong Kong, dan Tiongkok, secara konsisten masuk dalam peringkat lima besar negara investor terbesar di Indonesia. Tren ini menyoroti kepercayaan mitra global terhadap masa depan industri di Indonesia.

Singapura secara konsisten menempati posisi sebagai negara asal investor terbesar di Indonesia selama tiga tahun terakhir (2022–2024). Dimana kontribusi tahunan Singapura mencapai rata-rata 31,0 persen dari total PMA di Indonesia, dengan Tingkat Pertumbuhan Majemuk Tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) rata-rata mencapai 22,9 persen.

Peran Pemerintah dan Dukungan Kebijakan

Acara dimulai dengan Keynote Speech dari Direktur Promosi ASEAN dan Australia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Indonesia, mengatakan bahwa “Indonesia di kepemimpinan Presiden Prabowo, memiliki target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2028, mencapai 7 hingga 8 persen.

Memudahkan Investor dan downstream Industri adalah cara yang paling efektif untuk mencapainya. Kolaborasi Pemerintah dan Kawasan Industri merupakan salah satu cara untuk mempercepat investor dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia”.

Fokus pada sektor manufaktur ini sangat strategis, mengingat peran fundamentalnya dalam perekonomian di Indonesia. Industri pengolahan (manufaktur) Indonesia mencatat tingkat pertumbuhan tahunan yang impresif, tren investasinya terus naik pada tiga tahun terakhir. Kinerja ini memperkuat posisi sektor tersebut sebagai tulang punggung dan mesin utama ekspansi ekonomi Indonesia.

Sesi dilanjutkan dengan paparan oleh Andria Buchara, Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Singapura – Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM Indonesia.

Dia menyampaikan, Pemerintah Indonesia terus memperkuat dukungan bagi sektor manufaktur dengan menghadirkan kebijakan dan insentif yang secara langsung mengurangi biaya logistik dan mempercepat arus barang. Pengembangan koridor industri-logistik, peningkatan kapasitas pelabuhan, serta digitalisasi layanan perizinan dan rantai pasok menjadi prioritas untuk memastikan keandalan operasional bagi investor.

"Kami percaya, langkah-langkah strategis ini memberikan kepastian dan daya saing lebih tinggi bagi pelaku industri yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor,” jelasnya.

Sinergi Proyek Strategis: Pengembangan Infrastruktur Ciptakan Efisiensi Logistik

Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada investor dari sektor pelayaran, logistik, dan manufaktur - mengenai lanskap logistik dan infrastruktur Indonesia.

Fokus utamanya adalah menguraikan peran proyek strategis Indonesia - khususnya Pelabuhan Patimban, yang akan terintegrasi dengan kawasan industri Subang Smartpolitan. Dimana sinergi keduanya diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang optimal dan mempercepat pertumbuhan industri manufaktur serta transformasi investasi.

Seminar ini menghadirkan Kevin Tan, Head of Logistics, Sector Solutions Group, UOB, dengan presentasi berjudul “Scaling in Indonesia: Manufacturing Growth Powered by People, Ports and Policy”. Ia menekankan pentingnya pembangunan ekosistem kolaboratif untuk menciptakan infrastruktur logistik yang menyeluruh – kunci dalam membuka potensi Indonesia sebagai pusat produksi regional.

Menanggapi kolaborasi ini, Harapman Kasan, Wholesale Banking Director, UOB Indonesia, mengatakan, kolaborasi dengan Subang Smartpolitan dan Patimban Global Gateway Terminal mencerminkan komitmen UOB Indonesia dalam mendukung investor asing melalui jaringan regional dan keahlian FDI Advisory kami.

"Dengan menghubungkan investor pada ekosistem dan mitra strategis yang tepat, kami berupaya memfasilitasi basis manufaktur Indonesia serta integrasi perdagangan di kawasan,” ujarnya,

Selanjutnya, “Insights on Infrastructure Development and the Impact on SupplyChain, Logistic, and Manufacturing Efficiency”, dibawakan oleh Abednego Purnomo, Vice President Subang Smartpolitan. Abednego mempresentasikan kota mandiri terintegrasi: Subang Smartpolitan “Smart, Green, and Sustainable City” yang disiapkan untuk destinasi investasi sektor industri manufaktur dan komersil, memiliki kedekatan dan konektivitas langsung ke Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta Tol Trans Jawa.

Ia menjelaskan, perkembangan infrastruktur erat kaitannya dengan manufakturing, yang mana para investor selain melihat dari segi biaya, juga mempertimbangkan waktu tempuh sehingga pemilihan lokasi di awal sangat menentukan efisiensi logistik keseluruhan.

"Bagusnya, selama beberapa tahun terakhir kita telah melihat perkembangan infrastruktur yang cukup masif seperti jalan tol juga pelabuhan Patimban, yang tentu saja berkontribusi terhadap efisiensi logistik laut,” jelasnya.

Mengenai perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban, Pierre Avesque, Presiden Direktur PGT, memberikan informasi terkini “Bersama dengan PPI (PT Pelabuhan Patimban Internasional), PGT dan PPI telah melakukan pembelian peralatan yang diperlukan untuk melayani terminal peti kemas dan terminal serbaguna”.

Terminal dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026 dengan pengerahan satu unit Mobile Harbour Crane (MHC). Kapasitas terminal akan meningkat secara bertahap dengan tambahan dua unit MHC yang diharapkan tiba pada April 2026, diikuti oleh tiga unit Ship-to-Shore (STS) cranes dan sembilan unit Electric Rubber-Tired Gantry (E-RTG) cranes pada Desember 2026. Dengan penambahan ini, kapasitas terminal peti kemas akan meningkat dari 250.000 TEUs menjadi 800.000 TEUs pada akhir Desember 2026.

Seminar diakhiri dengan pandangan hukum dan regulasi melalui sesi “Insights on Investments in Indonesia” yang dipaparkan oleh Maria Sagrado, Managing Partner Makarim & Taira S.,

Ia menjelaskan, PPemerintah Indonesia secara aktif mendorong investasi asing melalui berbagai cara, termasuk, baru-baru ini, dengan menerbitkan Peraturan BKPM No. 5 Tahun 2025, yang menyederhanakan prosedur investasi dengan tujuan menciptakan lebih banyak peluang bagi investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri.

Julian Kwek, Direktur Drew & Napier LLC, menambahkan, dengan kekayaan sumber daya alam dan demografi populasinya yang melimpah, Indonesia selalu menjadi daya tarik yang kuat bagi para investor.

"Inisiatif baru yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo dirancang untuk meningkatkan infrastruktur, logistik, dan tata kelola pemerintahan, dan hal ini akan membuat Indonesia menjadi semakin menarik,” jelasnya.

Keberhasilan acara ini menegaskan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Indonesia dan pengembang sektor swasta dalam memposisikan Indonesia sebagai destinasi utama investasi manufaktur global.

Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan efisiensi logistik berkelanjutan dan mendorong minat pemain global terhadap ekosistem logistik dan manufaktur di masa depan.(rls)

Berita Terbaru

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Nasional6 jam lalu
POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

Subang6 jam lalu
Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Subang6 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Subang7 jam lalu
Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Bandung Barat11 jam lalu
Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Jawa Barat14 jam lalu
Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Headline15 jam lalu
Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Olahraga15 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Headline15 jam lalu