Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tenor Utang Whoosh 80 Tahun Lagi, Pemerintah Mulai Jajaki Ekspansi ke Jawa Timur

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|16:00 WIB
Bagikan:
Tenor Utang Whoosh 80 Tahun Lagi, Pemerintah Mulai Jajaki Ekspansi ke Jawa Timur
Foto: Kereta Cepat Whoosh (KCIC). (Sumber: Laman resmi KCIC)

PASUNDANEKSPRES.ID - Utang Whoosh 80 tahun belum selesai dibayarkan, tetapi pemerintah sudah membahas kemungkinan memperpanjang jaringan kereta cepat dari Jakarta-Bandung hingga Jawa Timur.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan komunikasi mengenai perpanjangan jaringan kereta cepat telah dilakukan bersama Menteri Keuangan China dan pihak berwenang di negara tersebut.

Sementara itu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) masih memiliki kewajiban pembayaran jangka panjang. Setelah restrukturisasi, tenor utang diperpanjang hingga 80 tahun dengan cicilan sekitar Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun setiap tahun.

Mengutip BBC, Purbaya mengatakan pengurusan utang proyek kereta cepat akan berada di bawah Kementerian Keuangan mulai pekan depan. Pemerintah China menjadi pihak yang menerima pembayaran sebagai mitra pembangunan proyek tersebut.

“Jadi total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, tapi kalau kita lihat masih bisa lah,” ujar Purbaya.

Rencana Ekspansi Whoosh ke Jawa Timur

Perpanjangan jalur Whoosh membutuhkan skema pembiayaan tersendiri agar tidak mengganggu penyelesaian kewajiban proyek Jakarta-Bandung.

Pemisahan tersebut penting supaya pembangunan jalur baru tidak membuat struktur kewajiban Whoosh semakin sulit dipantau.

Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kondisi keuangan Whoosh perlu diperkuat sebelum pemerintah mengambil komitmen pembiayaan untuk jalur baru.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pendapatan dari kawasan sekitar stasiun melalui Transit Oriented Development (TOD).

Pendapatan non-tiket tersebut dapat menjadi sumber pemasukan tambahan bagi proyek. Selain itu, pemerintah perlu menghitung biaya operasional dan pemeliharaan karena penambahan jaringan akan meningkatkan kebutuhan tenaga operasional, perawatan infrastruktur, pembaruan sistem, serta pemeliharaan rangkaian kereta.

Menurut Josua, pembiayaan jalur baru sebaiknya tidak digabungkan dengan penyelesaian utang Jakarta-Bandung.

“Rencana perpanjangan jaringan ke Jawa Timur sebaiknya dipisahkan secara tegas dari penyelesaian utang Jakarta-Bandung agar utang lama tidak tersamarkan oleh pembiayaan proyek baru,” ujarnya dikutip dari Tirto.

Utang Whoosh 80 Tahun Masih Berjalan

Tenor utang Whoosh 80 tahun yang tentunya masih panjang ini membuat pemerintah juga perlu menghitung kebutuhan pembaruan aset selama masa pembayaran berlangsung. 

Rangkaian kereta, sistem kelistrikan, persinyalan, dan infrastruktur pendukung memiliki masa pakai yang membutuhkan pemeliharaan maupun penggantian secara berkala.

Josua mengingatkan risiko apabila pembaruan aset harus dilakukan ketika kewajiban pembangunan awal masih berjalan.

“Jangan sampai ketika sebagian kereta, sistem kelistrikan, persinyalan, atau infrastruktur sudah membutuhkan pembaruan besar, utang pembangunan awalnya masih belum lunas,” kata Josua.

Karena itu, rencana ekspansi ke Jawa Timur perlu disertai perhitungan mengenai biaya pembangunan, pendapatan, operasional, pemeliharaan, serta sumber pembiayaannya.

Pemerintah juga perlu menjelaskan struktur restrukturisasi utang Whoosh, termasuk sisa pokok, tingkat bunga, jadwal pembayaran, dan risiko perubahan nilai tukar dolar AS. 

Informasi tersebut diperlukan untuk menghitung kemampuan proyek memenuhi kewajiban sekaligus membiayai kebutuhan operasional dan pembaruan aset.

(pm)

Berita Terbaru

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Nasional6 jam lalu
POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

Subang6 jam lalu
Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Subang7 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Subang7 jam lalu
Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Bandung Barat11 jam lalu
Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Jawa Barat14 jam lalu
Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Headline15 jam lalu
Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Olahraga15 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Headline16 jam lalu