Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tragis, Siswa SD di Pemalang Meninggal Usai Dibully Kakak Kelasnya

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|09:43 WIB
Bagikan:
Tragis, Siswa SD di Pemalang Meninggal Usai Dibully Kakak Kelasnya
Ilustrasi perundungan (bullying) terhadap anak. (Foto: Pixabay/Tumisu)

PASUNDANEKSPRES.ID - Seorang siswa SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang berinisial MHAQ (7) meninggal dunia usai menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr. M. Ashari.

Siswa yang duduk di bangku kelas 2 tersebut diduga menjadi korban perundungan (bullying) dan kekerasan oleh kakak kelasnya di sekolah.

Awalnya, korban mengeluhkan sakit di bagian perut. Saat menjalani perawatan, korban belum mau menceritakan kepada keluarga tentang hal yang sebenarnya ia alami.

Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, terungkap bahwa korban diduga mengalami perundungan di sekolah.

Namun, nyawanya tidak dapat tertolong dan MHAQ mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (30/9) usai menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari sejak Kamis (17/9/2026).

Jenazahnya kemudian diautopsi Bidokkes Polda Jawa Tengah di RSUD dr. M. Ashari Pemalang untuk mengetahui penyebab kematian sang anak.

Pihak Keluarga Ungkap Kronologi Kejadian

Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengatakan anaknya mulai menjalani perawatan di RSUD dr. M. Ashari sejak Kamis, 17 September 2026.

Sebelum dirawat di rumah sakit, sang anak mengeluhkan sakit pada bagian perut. Namun, anaknya disebut enggan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Saat diperiksa, korban akhirnya mulai bicara kepada keluarganya bahwa dirinya mengalami perundungan di sekolahnya.

"Dia menjawab itu setelah diperiksa sama dokter, katanya dipukul di perut, ada yang nendang pakai sepatu," ungkap Diah Indriyanti kepada wartawan.

Menurut Diah, anaknya kerap mengalami sakit di bagian perut disertai gejala muntah-muntah, BAB berdarah, tidak nafsu makan, hingga kesulitan buang air besar.

Namun, rasa sakit pada perut sang anak disebut tak kunjung sembuh hingga kerap menangis ketika tubuhnya diangkat.

"Selama 9 hari yang sering dikeluhkan itu perut, sama seluruh badan kalau diangkat itu nangis," kata Diah.

Setelah sembilan hari dirawat di rumah sakit, MHAQ diperbolehkan pulang. Namun, beberapa hari berada di rumah, anaknya kembali mengeluhkan sakit di bagian perut.

Kondisinya yang semakin memburuk membuat pihak keluarga berupaya membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawa sang anak tidak dapat tertolong.

Keluarga kemudian menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa anaknya diduga mengalami perundungan di lingkungan sekolah SD Negeri 01 Kebondalem.

Ayah korban, Nurwandi (43), mengatakan sebelum meninggal, MHAQ sempat menunjukkan orang-orang yang menurut korban diduga melakukan bullying terhadap dirinya.

"Anak saya itu sebelum meninggal sudah ngomong siapa-siapa yang mukul dia, dilihatin foto terus dia nunjuk. Ada tiga anak, yang dua kelas 5 dan satu kelas 6," ujar Nurwandi.

Keluarga mengaku kecewa sebab pihak sekolah belum merespons apapun terkait dugaan perundungan terhadap siswa di SD Negeri 01 Kebondalem.

Kini, keluarga korban berharap polisi dapat segera mengusut kasus dugaan kekerasan atau perundungan terhadap putranya di lingkungan sekolah.

(inm)

Berita Terbaru

5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

Lifestyle22 menit lalu
Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Lifestyle47 menit lalu
SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

Subang3 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Subang3 jam lalu
Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Nasional3 jam lalu
Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Subang3 jam lalu
UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

Subang4 jam lalu
Berapa Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih per Bulan? Ini Rinciannya

Berapa Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih per Bulan? Ini Rinciannya

Nasional5 jam lalu
Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri di Tengah Polemik Fasilitas Cibinong

Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri di Tengah Polemik Fasilitas Cibinong

Nasional5 jam lalu