Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Update Kasus Pengeroyokan Warga di Pejompongan 5 September 2026, Polisi Buru 2 Terduga Pelaku

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|14:03 WIB
Bagikan:
Update Kasus Pengeroyokan Warga di Pejompongan 5 September 2026, Polisi Buru 2 Terduga Pelaku
Update Kasus Pengeroyokan Warga di Pejompongan 5 September 2026, Polisi Buru 2 Terduga Pelaku

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kasus pengeroyokan yang menyebabkan warga Pejompongan, Jakarta Pusat, Bambang Setiawan (59), meninggal dunia masih dalam penyelidikan kepolisian. Perkembangan terbaru hingga 5 September 2026 menunjukkan Polda Metro Jaya telah mengantongi sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Bambang diduga menjadi korban penganiayaan ketika terjadi kericuhan setelah aksi demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026. Polisi masih memburu dua terduga pelaku yang identitasnya belum diumumkan kepada publik.

Perkembangan ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengusutan kasus karena penyidik telah menggunakan keterangan saksi dan bukti digital untuk membantu mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Polisi Rilis Sketsa Dua Terduga Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik telah mendapatkan dua sketsa wajah pria yang diduga terlibat dalam pengeroyokan Bambang.

Sketsa tersebut dibuat setelah polisi mencocokkan keterangan saksi dengan hasil analisis digital, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Berdasarkan keterangan saksi, didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital didapatkan sketsa wajah,” kata Iman dalam konferensi pers pada Rabu, 2 September 2026. 

Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap dua orang yang masuk dalam sketsa tersebut. Status keduanya masih sebagai terduga pelaku dan belum dinyatakan bersalah melalui proses pengadilan.

Dua Terduga Pelaku Berjenis Kelamin Laki-laki

Berdasarkan keterangan kepolisian, dua orang yang dibuatkan sketsa tersebut merupakan laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 30 sampai 40 tahun.

Ciri-ciri yang disampaikan polisi antara lain:

  • Terduga pelaku pertama: laki-laki berusia sekitar 30-40 tahun, wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek atau pesek, bola mata hitam dan kulit berwarna cokelat.
  • Terduga pelaku kedua: laki-laki berusia sekitar 30-40 tahun, bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bagian bawah tebal serta memiliki kumis dan janggut.

Polisi menegaskan sketsa tersebut bukan dibuat berdasarkan dugaan semata. Penyidik menyusunnya dari keterangan saksi yang kemudian didukung dengan petunjuk digital di lokasi kejadian. 

14 Saksi Sudah Diperiksa

Selain membuat sketsa wajah, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami rangkaian kejadian pada malam kericuhan tersebut.

Polda Metro Jaya menyebut sedikitnya 14 orang saksi telah dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang, tetapi juga sejumlah peristiwa lain yang terjadi dalam rangkaian kericuhan.

“Saat ini, penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” kata Iman. 

Keterangan para saksi kemudian menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk mencocokkan peristiwa yang terjadi di lokasi dengan rekaman video maupun CCTV.

Polisi Belum Temukan Indikasi Pelaku dari Ormas

Salah satu informasi yang juga muncul dalam perkembangan kasus adalah mengenai dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan atau kelompok tertentu.

Polda Metro Jaya menyatakan sejauh penyelidikan yang telah dilakukan, belum ditemukan indikasi bahwa dua orang yang diduga terlibat tersebut merupakan anggota ormas.

Informasi tersebut penting karena kasus pengeroyokan Bambang terjadi ketika situasi di sekitar Pejompongan sedang ricuh setelah aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Polisi masih berfokus mengidentifikasi dan menangkap orang yang diduga melakukan penganiayaan. Karena itu, informasi mengenai identitas maupun latar belakang kedua terduga pelaku masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. 

Komnas HAM Ikut Mendalami Kasus

Perkembangan kasus Pejompongan juga mendapat perhatian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM.

Komnas HAM menyatakan tengah mendalami rangkaian kekerasan yang terjadi dalam aksi pada 27 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan dengan menghimpun informasi dari berbagai pihak dan melakukan pemantauan langsung di sejumlah lokasi.

Komisioner Komnas HAM bidang Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P. Siagian, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring media dan menghimpun informasi dari berbagai sumber sejak sebelum aksi berlangsung.

“Komnas HAM telah melakukan sejumlah langkah, yaitu monitoring media dan menghimpun informasi dari berbagai sumber sejak sebelum pelaksanaan unjuk rasa hingga saat ini,” kata Saurlin. 

Komnas HAM juga telah melakukan pemantauan lapangan di Kompleks DPR/MPR dan Stasiun Palmerah. Lembaga tersebut turut meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk rumah sakit, keluarga korban, pendamping hukum korban dan kepolisian.

Terkait kematian Bambang, Komnas HAM menyatakan masih melakukan pendalaman untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian.

“Komnas HAM akan melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan meninggalnya saudara Bambang Setiawan,” ujar Saurlin. 

Pakar Minta Informasi dari Saksi Disampaikan ke Polisi

Pemerhati hukum pidana Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, turut meminta pihak yang mengetahui kejadian untuk membantu penyidik memberikan informasi.

Edi menilai informasi dari orang yang berada di sekitar lokasi dapat membantu proses pengungkapan kasus, terutama karena polisi masih memburu dua terduga pelaku.

“Saya optimistis kasus ini cepat terungkap. Apalagi masyarakat ikut berkontribusi besar membantu,” ujar Edi pada Jumat, 4 September 2026.

Hal sekecil apa pun dapat membantu penyidik apabila diberikan berdasarkan apa yang benar-benar diketahui.

“Sekecil apa pun informasi yang diberikan, sangat berarti bagi penyidik dalam mengungkap kasus ini,” katanya. 

Edi juga meminta publik tidak membuat kesimpulan sendiri mengenai pihak yang bertanggung jawab sebelum proses penyelidikan dan penyidikan selesai.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah fakta, bukan spekulasi. Mari bersama-sama membantu polisi agar kasus ini dapat segera terungkap dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban,” tegasnya. 

Polisi Masih Memburu Dua Terduga Pelaku

Hingga perkembangan terakhir pada 4 September 2026, dua orang yang wajahnya telah dibuatkan sketsa masih dalam pengejaran. Polisi belum mengumumkan penangkapan terhadap kedua terduga pelaku tersebut.

Penyidik masih mengembangkan keterangan 14 saksi serta bukti digital yang diperoleh dari sekitar lokasi kejadian. Identifikasi melalui sketsa wajah menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mempersempit pencarian.

Kasus ini bermula dari kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada 27 Agustus 2026. Bambang Setiawan, seorang pedagang cermin, diduga menjadi korban pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia. 

Dengan perkembangan tersebut, perhatian kini tertuju pada upaya Polda Metro Jaya menemukan dua terduga pelaku yang telah diidentifikasi melalui sketsa. Proses penyidikan masih berjalan dan polisi belum menyampaikan hasil akhir mengenai siapa saja yang bertanggung jawab atas kematian Bambang.

Berita Terbaru

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

Nasional8 jam lalu
Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional8 jam lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline9 jam lalu
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline10 jam lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang12 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline13 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle13 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional14 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang15 jam lalu