Update! Kurs Rupiah Hari ini pada Jumat 12 Juni 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Rupiah hari ini tercatat kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Penguatan ini menunjukkan perbaikan posisi mata uang Garuda setelah sempat mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Kurs Rupiah Hari ini Jumat 12 Juni 2026
Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.03 WIB di pasar spot exchange, rupiah hari ini dibuka naik 59 poin atau 0,33% ke level Rp17.939 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,03% ke posisi 99.829.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (11/6/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 44 poin terhadap dolar AS dan berada di level Rp17.988 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah hari ini berhasil berbalik menguat dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya.
Mengutip MarketScreener, Jumat (12/6/2026), dolar AS kembali menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada awal perdagangan. Pergerakan ini terjadi setelah dolar sempat menyentuh level terendah dalam sepekan, seiring pelaku pasar mencermati laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Dolar AS menguat 0,1% terhadap yen Jepang ke posisi 160,07. Di saat yang sama, dolar Australia melemah 0,1% menjadi US$0,7045, sedangkan dolar Selandia Baru turun 0,1% ke level US$0,5830 per dolar AS.
Euro terakhir diperdagangkan di level US$1,1576 dan tetap berada di dekat posisi tertingginya dalam sepekan setelah Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Kamis. Adapun poundsterling Inggris bergerak stabil di kisaran US$1,3414 per dolar AS.
"Pasar berbalik arah di akhir sesi AS setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, menunjukkan kesepakatan dapat ditandatangani secepatnya akhir pekan ini," ungkap analis dari Westpac dalam sebuah catatan.
"USD melemah karena perkembangan terbaru, dengan DXY lebih rendah dan AUD naik terhadap USD dan mata uang utama lainnya," bebernya.
Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah hari ini maupun mata uang utama lainnya dalam beberapa waktu ke depan.
