Update Tarif Listrik PLN April 2026! Tidak Ada Kenaikan, Ini Rincian Lengkap Semua Golongan

PASUNDAN EKSPRES.ID – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik PLN untuk periode April hingga Juni 2026 tidak mengalami kenaikan.
Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing pelaku usaha menjelang serta pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Tarif listrik PLN bulan April 2026 tetap sama dengan periode sebelumnya, sesuai mekanisme Tariff Adjustment yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa evaluasi parameter ekonomi makro seperti kurs rupiah terhadap dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA) tidak memicu penyesuaian tarif naik pada triwulan II tahun 2026.
Kebijakan ini memberikan kepastian bagi pelanggan rumah tangga, bisnis, industri, dan pemerintah.
Daftar Tarif Listrik PLN di Bulan April Tahun 2026
Berikut adalah daftar tarif listrik PLN yang berlaku mulai 1 April 2026 berdasarkan data resmi dari situs PLN per 30 Maret 2026:
-
Golongan Rumah Tangga (Subsidi)
- R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
- R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh
-
Golongan Rumah Tangga (Non-subsidi / Rumah Tangga Mampu)
- R-1/TR daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
- R-1/TR daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-1/TR daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- R-3/TR dan TM daya 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
-
Golongan Bisnis
- B-2/TR daya 6.600 VA hingga 200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
- B-3/TM dan TT daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 hingga Rp 1.122 per kWh (tergantung kategori)
-
Golongan Industri
- I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.122 per kWh
- I-4/TT daya 30.000 kVA ke atas: Rp 997 per kWh
-
Golongan Pemerintah dan Layanan Khusus
- P-1/TR daya 6.600 VA hingga 200 kVA (kantor pemerintah): Rp 1.699,53 per kWh
- Layanan Khusus (L/TR, TM, TT): Rp 1.645 per kWh
Tarif di atas berlaku untuk pelanggan pascabayar maupun prabayar. Bagi pelanggan prabayar, harga token listrik yang dibeli sudah termasuk perhitungan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai ketentuan daerah masing-masing, sehingga jumlah kWh yang didapat bisa sedikit berbeda.
PT PLN (Persero) menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah ini dengan menjaga keandalan pasokan listrik, terutama selama periode mudik dan libur Lebaran.
Direktur Utama PLN menyampaikan bahwa perseroan terus melakukan efisiensi operasional agar subsidi listrik tetap tepat sasaran dan kualitas layanan tidak terganggu.
Bagi masyarakat, penting untuk memahami bahwa tarif listrik ini bersifat triwulanan. Penyesuaian berikutnya akan dievaluasi lagi untuk periode Juli–September 2026.
Pelanggan disarankan memantau tagihan secara rutin melalui aplikasi PLN Mobile atau situs resmi PLN untuk menghindari kesalahan perhitungan.
Simulasi sederhana untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi daya 1.300 VA yang menggunakan rata-rata 200 kWh per bulan menunjukkan tagihan sekitar Rp 288.940 (belum termasuk PPJ dan biaya lain).
Angka ini dapat membantu keluarga merencanakan penghematan listrik, terutama dengan menggunakan peralatan hemat energi bersertifikat SNI.
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap informasi palsu yang beredar di media sosial mengenai kenaikan tarif listrik.
Semua penyesuaian tarif selalu diumumkan secara resmi melalui situs PLN dan Kementerian ESDM.
Dengan tarif listrik PLN bulan April 2026 yang stabil, diharapkan masyarakat dapat menikmati Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa khawatir lonjakan tagihan listrik.
PLN terus mengajak pelanggan untuk bijak menggunakan listrik, antara lain dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan dan memilih lampu LED serta peralatan rumah tangga yang hemat energi.
Untuk informasi lebih detail, masyarakat dapat mengakses langsung situs resmi www.pln.co.id atau menghubungi contact center PLN 123.
Dengan transparansi ini, PLN berharap kepercayaan publik terhadap layanan listrik nasional semakin meningkat di tahun 2026.
