Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|10:00 WIB
Bagikan:
Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili
Penjelasan pemerintah soal penempatan kerja manajer Kopdes Merah Putih atau KDKMP. (Foto: Instagram @simkopdes)

PASUNDANEKSPRES.ID - Keluhan sejumlah calon manajer Kopdes atau KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) menjadi sorotan di media sosial terkait penempatan kerja yang tidak sesuai domisili.

Diketahui, pemerintah telah mengumumkan penempatan kerja manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui Simkopdes pada Jumat (25/9/2026).

Namun, hal itu menimbulkan protes dari sejumlah calon manajer Kopdes Merah Putih lantaran penempatan kerja yang disebut tidak sesuai dengan domisili asal.

Usai pengumuman, akun media sosial PT Agrinas Pangan Nusantara langsung dibanjiri komentar protes dari sejumlah pihak yang mengaku kecewa atas keputusan tersebut.

Beberapa orang mengaku mendapatkan penempatan yang jauh dari domisili asal hingga ditempatkan di lintas daerah atau provinsi.

Selain itu, tidak sedikit pula yang meminta tunjangan tambahan sebab ada biaya akomodasi yang harus ditanggung apabila calon manajer Kopdes ditugaskan di luar wilayah.

Bahkan, sejumlah orang terpaksa mengundurkan diri sebagai calon manajer Kopdes Merah Putih karena keberatan atas keputusan tersebut.

"Penempatan ga sesuai bgt, padahal udah berkorban banyak hal, harusnya pikirin lagi, jgn asal2an buat penempatan. Nunggu 2 bln, katanya proses penempatan biar sesuai, ternyata nihil. Udah habis waktu, uang, tenaga, rugi banyak," tulis salah satu akun di kolom komentar.

"Banyak yg mundur gegara penempatan tidak sesuai domisili atau terlempar jauh ke pedalaman yg mana belum mengenal daerah itu sama sekali," tulis akun lainnya.

Ini Penjelasan Pemerintah Soal Penempatan Calon Manajer Kopdes Merah Putih

Melalui akun Instagram @simkopdes, ada sejumlah aspek yang dipertimbangkan untuk menentukan penempatan manajer Kopdes Merah Putih. Meski begitu, kedekatan dengan domisili tetap menjadi prioritas.

"Kami memahami bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian yang tidak ringan," tulis akun Instagram @simkopdes dalam unggahannya, Minggu (27/9/2026).

Penempatan manajer KDKMP disusun dengan mempertimbangkan domisili, ketersediaan titik KDKMP, kesiapan bangunan, kapasitas setiap wilayah (gedung terbangun), dan kebutuhan nasional. 

Namun, pada beberapa wilayah, ada titik yang sesuai belum tersedia, telah terisi, atau belum siap untuk ditempati. 
Oleh sebab itu, sebagian manajer perlu ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan.

"Penempatan jauh tidak dimaksudkan sebagai penilaian terhadap kualitas maupun kemampuan manajer. Setiap penempatan memiliki peran yang sama penting dalam memastikan KDKMP dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," demikian unggahan yang disampaikan.

Pemerintah menggunakan metode Hungarian Bipartipe Matchmaking Method untuk mencari kombinasi penempatan terbaik secara keseluruhan dengan mempertimbangkan kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota,dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah. 

Berdasarkan data Simkopdes, mayoritas manajer sebenarnya tetap ditempatkan di domisili asal mereka. Data menunjukkan dari 28.620 Manajer KDKMP yang ditempatkan, tercatat 55,69% berada dalam jarak maksimal 10 km, 71,91% berada dalam jarak maksimal 50 km, 65,14% tetap di kabupaten/kota asal, 88,28% tetap di provinsi asal, dan 11,27% ditempatkan di lintas provinsi.

Kendati begitu, pemerintah menegaskan penempatan yang jauh bukan bentuk hukuman sehingga sebagian manajer tetap perlu mengisi kebutuhan titik KDKMP yang belum terpenuhi.

"Kami memahami bahwa angka tidak menghilangkan tantangan ketika harus bertugas jauh dari keluarga dan lingkungan asal. Namun, penempatan jauh bukan bentuk hukuman dan bukan berarti wilayah asal diabaikan. Kondisi tersebut terjadi karena titik KDKMP yang sesuai di wilayah asal tidak selalu tersedia, sudah terisi, atau belum menjadi prioritas berdasarkan kesiapan bangunan," jelasnya.

"Di mana pun ditempatkan, setiap manajer memegang peran yang sama pentingnya: Memastikan KDKMP dapat segera hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

(inm)

Berita Terbaru

Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Jawa Barat12 menit lalu
379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

Jawa Barat16 menit lalu
Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Bandung Barat31 menit lalu
Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Subang45 menit lalu
ADVERTISEMENT
Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Karawang47 menit lalu
Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Subang48 menit lalu
Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Subang55 menit lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Subang57 menit lalu
Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

Nasional58 menit lalu
Hasil Final Ganda Campuran Badminton Asian Games 2026: Amri/Nita Tambah Perak Indonesia

Hasil Final Ganda Campuran Badminton Asian Games 2026: Amri/Nita Tambah Perak Indonesia

Olahraga1 jam lalu