Dewata Challenge Series 2026: Bali United Dihadang Sabah FC dan Persib, Seberapa Siap Serdadu Tridatu?

PASUNDANEKSPRES.ID – Dewata Challenge. Bali United mendapat kesempatan menguji kekuatan sekaligus mematangkan persiapan sebelum memasuki kompetisi Super League 2026/2027. Dua tim tangguh, Sabah FC dari Malaysia dan Persib Bandung, siap menjadi batu sandungan Serdadu Tridatu dalam Dewata Challenge Series 2026.
Turnamen pramusim tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 13–18 Agustus 2026. Bagi Bali United, ajang ini bukan sekadar pertandingan pemanasan, tetapi menjadi momentum penting untuk mengukur perkembangan tim setelah menjalani rangkaian latihan.
Kehadiran Sabah FC memberikan tantangan tersendiri karena Bali United akan berhadapan dengan klub dari kompetisi Malaysia. Sementara Persib menghadirkan ujian dengan level yang tidak kalah berat setelah Maung Bandung menyandang status sebagai juara Super League musim lalu.
Sabah FC Jadi Tantangan Pertama
Bali United akan membuka perjalanan di Dewata Challenge Series 2026 dengan menghadapi Sabah FC pada Kamis (13/8/2026) malam.
Sabah FC merupakan klub yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Malaysia. Pertemuan dengan klub Negeri Jiran itu menjadi kesempatan bagi Bali United untuk menguji kemampuan menghadapi gaya permainan yang berbeda.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyadari dua pertandingan yang menanti timnya bukanlah laga mudah. Ia memilih melihat kekuatan kedua lawan secara langsung sembari memastikan kondisi timnya terus mengalami perkembangan.
"Persib adalah tim bagus dan Sabah juga akan menjadi tim kuat. Ini akan menjadi pertandingan sulit. Namun, kondisi fisik kami semakin membaik. Saya rasa ini akan menjadi dua pertandingan berkualitas," ujar Johnny Jansen.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bali United tidak ingin menjadikan Dewata Challenge Series sekadar ajang formalitas. Setiap pertandingan akan dimanfaatkan untuk melihat perkembangan tim secara menyeluruh.
Persib Jadi Ujian Pamungkas
Setelah menghadapi Sabah FC, Bali United akan berjumpa Persib Bandung pada pertandingan terakhir, Selasa (18/8/2026).
Pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik dalam rangkaian pramusim Bali United. Persib datang dengan modal sebagai juara Super League musim lalu dan memiliki skuad yang cukup dalam.
Bagi Jansen, menghadapi Persib dapat menjadi kesempatan berharga untuk menguji efektivitas sistem permainan yang selama ini dibangun dalam sesi latihan.
Pertandingan dengan lawan berkualitas juga memungkinkan tim pelatih melihat respons pemain ketika berada dalam tekanan. Bukan hanya soal hasil, tetapi bagaimana para pemain mengambil keputusan, menjaga organisasi permainan, hingga membangun komunikasi selama pertandingan.
Fisik Pemain Mulai Menunjukkan Perkembangan
Salah satu fokus utama Jansen dalam persiapan musim baru adalah meningkatkan kondisi fisik pemain.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kebugaran skuad Bali United kini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan periode sebelumnya.
"Jika dibandingkan dengan awal tahun lalu, level kami saat ini jauh lebih baik, jadi itu sangat positif. Kami terus berkembang," kata Jansen.
Peningkatan fisik menjadi modal penting karena kompetisi resmi menuntut pemain tampil dalam intensitas tinggi dengan jadwal pertandingan yang lebih padat.
Dewata Challenge Series pun menjadi kesempatan bagi staf pelatih untuk mengetahui sejauh mana pemain mampu mempertahankan performa ketika pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi.
Mengejar Kemenangan, tetapi Perkembangan Tim Tetap Nomor Satu
Bali United tentu tidak ingin tampil tanpa target. Kemenangan tetap menjadi sesuatu yang diharapkan dalam setiap pertandingan.
Namun, Jansen menegaskan bahwa hasil akhir bukanlah prioritas utama dalam pertandingan pramusim.
"Tentu saja kami ingin menang, tapi itu bukan hal utama di pramusim. Di pramusim, kami ingin mengembangkan pemain, mengembangkan tim, dan membuat tim bermain lebih baik sesuai dengan gaya yang diinginkan," ujarnya.
Menurut Jansen, perkembangan permainan menjadi fondasi penting sebelum Bali United menghadapi persaingan sesungguhnya di Super League 2026/2027.
"Itu sangat penting bagi saya. Jadi, targetnya adalah menjadi lebih baik dalam hal itu, dan tentu saja kemenangan juga diinginkan, meski bukan yang terpenting," pungkasnya.
Panggung untuk Mengukur Kesiapan Serdadu Tridatu
Dua pertandingan melawan Sabah FC dan Persib membuat Dewata Challenge Series 2026 menjadi ujian yang cukup ideal bagi Bali United.
Sabah FC akan menguji kemampuan Serdadu Tridatu menghadapi lawan dari kompetisi berbeda. Setelah itu, Persib akan memberikan tantangan dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki sebagai juara musim lalu.
Dari dua pertandingan tersebut, Bali United memiliki kesempatan untuk menemukan kekurangan, mengasah strategi, meningkatkan kebugaran, sekaligus membangun chemistry antarpemain.
Jika mampu memaksimalkan turnamen ini, Bali United bukan hanya mengejar hasil positif di kandang sendiri, tetapi juga mendapatkan bekal penting untuk menyambut pertarungan panjang di Super League 2026/2027
