Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

PASUNDANEKSPRES.ID - Lionel Messi resmi mengakhiri kariernya bersama Timnas Argentina setelah menjalani pertandingan terakhir menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Selasa, 6 Oktober 2026 waktu setempat. Laga tersebut menjadi penutup perjalanan panjang Messi bersama La Albiceleste yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Argentina menutup pertandingan perpisahan tersebut dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Benin. Messi turut memberikan kontribusi besar dengan mencetak satu gol dan menyumbangkan dua assist dalam penampilan terakhirnya bersama tim nasional.
Kepergian Messi menjadi salah satu momen emosional bagi sepak bola Argentina. Lebih dari 85.000 suporter memadati Stadion Monumental untuk memberikan penghormatan kepada sang kapten yang telah mempersembahkan berbagai trofi penting bagi negaranya.
Sejumlah legenda sepak bola Argentina turut hadir, sementara keluarga Messi juga menyaksikan secara langsung pertandingan terakhirnya bersama tim nasional.
Messi Tutup Karier Internasional dengan Pencapaian Gemilang
Messi pertama kali mengenakan seragam Timnas Argentina pada 2005. Sejak saat itu, pemain asal Rosario tersebut berkembang menjadi salah satu figur terpenting dalam sejarah sepak bola negaranya.
Perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengalami sejumlah kegagalan di pertandingan final, termasuk kekalahan pada final Piala Dunia 2014 dan dua final Copa America secara beruntun.
Namun, periode penuh kekecewaan tersebut akhirnya berubah menjadi rangkaian kesuksesan. Messi berhasil mengantarkan Argentina meraih Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.
Puncak karier internasionalnya terjadi di Piala Dunia 2022. Sebagai kapten, Messi berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia sekaligus mengangkat trofi yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu impian terbesarnya.
Setelah perjalanan panjang tersebut, Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan status sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah La Albiceleste.
Pertandingan Melawan Benin Menjadi Laga Perpisahan
Messi sebelumnya telah menyampaikan keputusan untuk mengakhiri karier internasionalnya setelah perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia masih mendapat kesempatan untuk menjalani laga perpisahan di hadapan publik Argentina.
Pertandingan kontra Benin menjadi panggung terakhir Messi bersama tim nasional. Bermain sebagai kapten di hadapan lebih dari 85 ribu penonton, La Pulga tampil impresif dan membantu Argentina meraih kemenangan.
Messi mencetak satu gol serta memberikan dua assist sebelum resmi menutup perjalanannya bersama Argentina. Laga tersebut berlangsung penuh emosi karena sang kapten juga mengenang perjalanan panjangnya serta orang-orang yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
Suasana Haru Sudah Terasa Sebelum Kick-off
Momen penghormatan kepada Messi bahkan telah dimulai sebelum pertandingan berlangsung. Sebuah jersey raksasa Argentina bernomor punggung 10 dengan tulisan “Gracias” dibentangkan di tengah lapangan sebagai bentuk penghormatan kepada sang kapten.
Messi kemudian memasuki lapangan bersama anak-anaknya. Suasana semakin emosional ketika lagu kebangsaan Argentina berkumandang. Messi terlihat meneteskan air mata, begitu pula pelatih Lionel Scaloni yang ikut terbawa suasana.
Penghormatan juga datang dari kubu lawan. Kapten Benin memberikan hadiah dan surat kepada Messi sebelum pertandingan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang sang megabintang bersama Argentina.
Laga Dihentikan pada Menit ke-10 untuk Menghormati Messi
Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-10. Wasit Fernando Véjar menghentikan pertandingan untuk memberikan penghormatan kepada Messi dan nomor 10 yang telah menjadi identitasnya selama bertahun-tahun.
Lebih dari 85.000 penonton di Stadion Monumental berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang. Para suporter juga meneriakkan nama Messi, sementara sejumlah pemain Benin mendekati sang kapten Argentina untuk memberikan penghormatan secara langsung.
Messi terlihat menikmati momen tersebut sambil membalas tepuk tangan para suporter dari berbagai penjuru stadion. Kembang api kemudian menghiasi langit Stadion Monumental, menjadikan penghormatan pada menit ke-10 sebagai salah satu momen paling berkesan dalam laga perpisahan tersebut.
Momen itu sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap nomor 10 dan perjalanan panjang Messi bersama Timnas Argentina yang akhirnya berakhir setelah lebih dari 20 tahun.
Messi Sampaikan Pesan Perpisahan
Usai peluit panjang dibunyikan, acara perpisahan dilanjutkan di tengah lapangan. Messi kemudian mengambil mikrofon dan menyampaikan pidato di hadapan para pendukung Argentina.
Messi mengaku kesulitan menemukan kata-kata yang tepat karena begitu banyak emosi yang ia rasakan. Ia juga mengenang ayahnya yang baru saja meninggal serta menyampaikan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung perjalanan kariernya.
Mengenakan jersey Argentina selama lebih dari 20 tahun, menurut Messi, merupakan sebuah kebanggaan yang sangat besar. Ia juga mengakui bahwa tidak lagi datang ke tim nasional untuk membela negaranya akan menjadi hal yang menyakitkan.
Messi bahkan mengatakan bahwa dirinya ingin terus datang ke tim nasional sepanjang hidup karena bermain untuk Argentina merupakan salah satu pengalaman terindah yang dapat dirasakan seorang pesepakbola.
Di penghujung pidatonya, Messi kembali mengungkapkan rasa cintanya kepada Argentina dan para pendukung. Ia kemudian meninggalkan lapangan bersama keluarganya dalam suasana yang penuh haru.
21 Tahun Perjalanan Messi Bersama Argentina Berakhir
Pertandingan melawan Benin menjadi penampilan ke-208 Messi bersama Timnas Argentina. Ia mengakhiri karier internasional dengan status sebagai pemain yang mencatat penampilan terbanyak sekaligus mencetak gol terbanyak dalam sejarah La Albiceleste.
Selama lebih dari dua dekade, Messi telah melewati berbagai fase dalam perjalanan bersama Argentina. Ia merasakan pahitnya kekalahan di sejumlah final sebelum akhirnya mampu membawa negaranya meraih sejumlah gelar bergengsi.
Beberapa pencapaian utama Messi bersama Argentina antara lain:
- Copa America 2021
- Finalissima 2022
- Piala Dunia 2022
- Copa America 2024
- 208 penampilan bersama Argentina
- 126 gol untuk Timnas Argentina
Pencapaian terbesar tentu datang pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Messi berhasil mengantarkan Argentina menjadi juara dunia dan meraih trofi yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya bersama tim nasional.
Messi Belum Mengakhiri Karier sebagai Pesepakbola
Keputusan Messi untuk pensiun dari Timnas Argentina tidak berarti dirinya langsung mengakhiri karier profesional sebagai pesepakbola.
Messi masih bermain untuk Inter Miami di Major League Soccer. Klub asal Amerika Serikat tersebut juga telah memperpanjang kontraknya hingga akhir musim MLS 2028.
Dengan demikian, Messi masih berpeluang melanjutkan karier di level klub. Kelanjutan kariernya akan bergantung pada kondisi fisik, keinginan pribadi, serta keputusan yang akan diambilnya dalam beberapa tahun mendatang.
Berakhirnya Era Lionel Messi Bersama Argentina
Pensiunnya Messi dari Timnas Argentina menandai berakhirnya salah satu perjalanan paling panjang dan bersejarah dalam sepak bola internasional.
Selama lebih dari 20 tahun, Messi menjadi salah satu wajah utama Argentina. Ia melewati masa-masa sulit, mengalami kekalahan di sejumlah final, hingga akhirnya mampu membawa negaranya menjadi juara dunia.
Kini, setelah pertandingan terakhir melawan Benin, Messi menutup karier internasionalnya dengan status sebagai juara dunia dan legenda Argentina.
Perjalanan La Pulga bersama La Albiceleste memang telah berakhir, tetapi berbagai pencapaian dan warisannya akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Argentina.
