Persiapan Persib vs The Cong-Viettel FC di ACL Two 2026/2027

PASUNDANEKSPRES.ID - Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel FC pada matchday kedua ACL Two 2026/2027, Rabu (14/10/2026), menjadi laga penting bagi Maung Bandung.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Persib bertekad mempertahankan catatan positif klub-klub Indonesia ketika menghadapi tim asal Vietnam.
Dalam 15 pertemuan antara klub Indonesia dan Vietnam di kompetisi Asia, wakil Indonesia mencatatkan hasil yang relatif seimbang dengan keunggulan tipis berupa enam kemenangan, empat hasil imbang, dan lima kekalahan.
Namun, catatan tersebut jauh lebih baik ketika pertandingan berlangsung di Indonesia. Dari delapan laga kandang, klub-klub Tanah Air belum pernah menelan kekalahan, dengan raihan enam kemenangan dan dua hasil seri.
Rekor tersebut menjadi bekal penting bagi Persib untuk kembali mengamankan tiga poin di Grup E ACL Two 2026/2027.
Terlebih, pada pertandingan pembuka, Pangeran Biru berhasil mencuri kemenangan 1-0 saat bertandang ke markas wakil Korea Selatan, FC Seoul.
Kini, Persib berpeluang melanjutkan tren positif tersebut saat menjamu The Cong-Viettel FC. Mampukah Maung Bandung meraih kemenangan sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan klub Indonesia ketika bermain di kandang melawan tim-tim Vietnam?
Rekor Klub Indonesia vs Vietnam: Selalu Tangguh di Kandang
Klub-klub Indonesia memiliki catatan yang cukup impresif saat berhadapan dengan wakil Vietnam di kompetisi antarklub Asia.
Dari total 15 pertandingan, tim Indonesia berhasil meraih enam kemenangan dan empat hasil imbang, sementara lima laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Rangkaian pertemuan tersebut mulai tercatat pada Liga Champions Asia 2004. Saat itu, PSM Makassar dan Persik Kediri menjadi dua wakil Indonesia yang berkompetisi di level tertinggi antarklub Asia.
PSM Makassar harus mengakui keunggulan Hoàng Anh Gia Lai setelah kalah telak 1-5 ketika bertandang ke Vietnam.
Meski demikian, Pasukan Ramang mampu membalas hasil tersebut dengan kemenangan meyakinkan 3-0 saat menjamu lawannya di kandang sendiri.
Hasil positif juga diraih Persik Kediri. Macan Putih berhasil membawa pulang hasil imbang ketika bertamu ke markas Bình Định. Saat berganti menjadi tuan rumah, Persik mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas klub asal Vietnam tersebut.
Persaingan kedua negara berlanjut pada Liga Champions Asia 2005 melalui duel Persebaya Surabaya melawan Bình Định.
Bajul Ijo sempat kalah 1-2 dalam pertandingan tandang di Vietnam. Namun, Persebaya berhasil membalasnya dengan kemenangan 1-0 ketika tampil di hadapan pendukung sendiri.
Beberapa tahun kemudian, Bali United berhadapan dengan FLC Thanh Hóa dalam AFC Cup 2018. Serdadu Tridatu sukses mengamankan kemenangan 3-1 pada pertandingan di Bali, sebelum bermain imbang tanpa gol dalam pertemuan berikutnya.
Pada fase grup AFC Cup 2019, Persija Jakarta juga berhadapan dengan Becamex Bình Dương. Macan Kemayoran mampu menahan lawannya dengan skor 0-0 saat bermain di kandang. Akan tetapi, Persija harus menelan kekalahan 1-3 ketika melakoni pertandingan tandang ke Vietnam.
Masih pada tahun yang sama, PSM Makassar bertemu Becamex Bình Dương dalam semifinal zona ASEAN AFC Cup 2019. Juku Eja lebih dahulu kalah 0-1 pada leg pertama di markas lawan. Namun, mereka bangkit pada leg kedua dengan kemenangan 2-1.
Pada AFC Cup 2020, Bali United kembali menunjukkan dominasinya ketika menghadapi klub Vietnam, Than Quảng Ninh.
Wakil Indonesia tersebut berhasil meraih kemenangan telak 4-1 pada pertandingan pertama. Sayangnya, kompetisi kemudian dihentikan sebelum memasuki matchday keempat akibat pandemi Covid-19.
Pertemuan terbaru dalam rangkaian tersebut berlangsung pada AFC Cup 2023/2024, ketika PSM Makassar menghadapi Hai Phong FC.
Juku Eja mengalami kekalahan 0-3 saat bermain di markas Hai Phong. Namun, pada pertemuan berikutnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, PSM mampu menahan lawannya dengan skor 1-1.
Berdasarkan catatan tersebut, kekuatan klub Indonesia terlihat lebih menonjol ketika bermain di kandang. Dari delapan pertandingan melawan wakil Vietnam di depan pendukung sendiri, tim-tim Tanah Air sukses mengoleksi enam kemenangan dan dua hasil imbang tanpa sekalipun mengalami kekalahan.
Catatan inilah yang diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi Persib Bandung untuk mempertahankan tradisi positif tersebut saat menghadapi The Cong-Viettel FC.
Misi Persib vs Viettel: Memburu Puncak Klasemen dan Meningkatkan Koefisien AFC
Persib Bandung akan menjamu The Cong-Viettel FC pada matchday kedua Grup E ACL Two 2026/2027, Rabu (14/10/2026).
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk memperkuat posisinya dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
Pangeran Biru datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 1-0 atas FC Seoul pada laga pembuka.
Gol cepat Julio Cesar pada menit kelima menjadi penentu kemenangan Persib ketika bertandang ke markas klub Korea Selatan tersebut.
Di sisi lain, The Cong-Viettel FC masih berusaha mendapatkan kemenangan pertama mereka di kompetisi ini.
Klub asal Vietnam itu sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Melbourne Victory pada matchday perdana. Tambahan satu poin tersebut membuat Viettel berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup E.
Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama Persib dan The Cong-Viettel FC di kompetisi antarklub Asia.
Meski belum memiliki catatan pertemuan langsung, Persib dinilai memiliki peluang yang cukup baik untuk meraih hasil maksimal, terutama jika melihat performa kedua tim dalam beberapa pertandingan terakhir.
Persib memang baru saja bermain imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan keempat Liga Super 2026/2027.
Namun, sebelum hasil tersebut, Maung Bandung berhasil membukukan tiga kemenangan beruntun atas Port FC, Persijap Jepara, dan FC Seoul.
Situasi berbeda dialami The Cong-Viettel FC. Klub berjuluk Red Tornado tersebut belum mampu menunjukkan konsistensi dalam tiga pertandingan terakhir.
Mereka mengalami kekalahan dari Cong Anh Ha Noi dan Hong Linh Ha Tien di kompetisi domestik Vietnam, sebelum bermain imbang melawan Melbourne Victory di ACL Two.
Perbedaan performa tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang menguntungkan Persib. Meski demikian, Maung Bandung tetap harus tampil disiplin dan memaksimalkan keuntungan bermain di kandang untuk menghindari kehilangan poin.
Selain mengejar kemenangan di Grup E, Persib juga membawa kepentingan yang lebih luas, yakni membantu meningkatkan koefisien kompetisi Indonesia di level AFC.
Raihan tiga poin atas The Cong-Viettel FC dapat menjadi kontribusi penting bagi posisi sepak bola Indonesia dalam persaingan antarliga di Asia.
Berdasarkan data per September 2026, Liga Indonesia berada di peringkat ke-19 Asia, tertinggal dari Liga Vietnam yang menempati posisi ke-14.
Perbedaan peringkat tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan pencapaian klub-klubnya di kompetisi kontinental.
Saat ini, Liga Indonesia juga bersaing dengan Liga Kamboja untuk memperebutkan jatah langsung ke fase grup ACL Two 2026/2027.
Karena itu, hasil positif Persib bukan hanya penting bagi peluang mereka di turnamen, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap upaya Indonesia memperbaiki posisi dalam pemeringkatan kompetisi AFC.
Dengan dukungan publik GBLA, rekor kandang klub Indonesia yang belum terkalahkan oleh wakil Vietnam, serta modal kemenangan atas FC Seoul, Persib memiliki sejumlah alasan untuk menatap pertandingan ini dengan optimistis.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan keunggulan tersebut di lapangan dan mengamankan tiga poin penting dari The Cong-Viettel FC.
