Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pro dan Kontra Format Baru Piala Dunia FIFA 2026.

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|19:35 WIB
Bagikan:
Pro dan Kontra Format Baru Piala Dunia FIFA 2026.
Pro dan Kontra Format Baru Piala Dunia FIFA 2026.

PASUNDAN EKSPRES- Tepuk tangan menyambut Piala Dunia FIFA 2026 yang kian mendekat!

Meskipun baru saja merayakan kesuksesan Piala Dunia sebelumnya, pembicaraan tentang turnamen sepak bola akbar ini kembali memenuhi ruang-ruang diskusi.

Pasalnya, gelaran Piala Dunia selanjutnya di 2026 akan hadir dengan berbagai perubahan yang menarik, namun juga kontroversial.

Format baru Piala Dunia 2026 telah resmi disahkan dalam pertemuan Viva, induk organisasi sepak bola dunia.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah peningkatan jumlah tim peserta menjadi 48, yang merupakan kali pertama dalam sejarah turnamen ini.

Sebelumnya, jumlah peserta hanya 24 pada tahun 1982 dan kemudian meningkat menjadi 32 pada tahun 1998.

Dengan format baru ini, turnamen akan dibagi menjadi 16 grup, masing-masing terdiri dari 3 negara, di mana 2 tim terbaik akan melaju ke babak 32 besar.

Namun, setelah berbagai pertimbangan, FIFA akhirnya mengubah format tersebut menjadi 12 grup dengan 4 tim di setiap grup, di mana juara dan runner-up dari setiap grup akan melaju ke babak berikutnya.

Ini akan menghasilkan total 104 pertandingan, sebuah rekor dalam sejarah Piala Dunia. Selain itu, periode kompetisi juga akan bertambah menjadi 39 hari, dengan persiapan selama 16 hari.

Semua ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara untuk merasakan panggung akbar sepak bola ini.

Asia akan mendapatkan 8 tiket, Amerika Utara, Tengah, dan Karibia serta Amerika Selatan masing-masing mendapatkan 6 tiket, Afrika 9 tiket, dan Eropa disediakan 16 tiket.

Bahkan, Oseania juga akan mendapatkan satu tiket langsung, tanpa harus melalui babak playoff. Meskipun reformasi ini diharapkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi negara-negara kecil, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada pro dan kontra terkait perubahan ini.

Salah satu kekhawatiran utama adalah beban kerja yang lebih berat bagi para pemain, terutama dengan penambahan pertandingan.

Pada saat yang sama, beberapa pihak juga mengkritik bahwa kualitas pertandingan bisa terpengaruh karena banyaknya pertandingan dalam satu hari.

Namun, FIFA tetap bertahan pada keputusannya. Mereka mengklaim bahwa semua negara berhak untuk ikut serta dalam turnamen ini, dan peningkatan ini juga akan menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Diperkirakan bahwa Piala Dunia 2026 akan menghasilkan pendapatan sebesar 9 miliar Pounds, sebuah angka yang mencengangkan.

Namun, di balik ambisi untuk menyatukan sepak bola dunia, terdapat pula kritik terhadap FIFA.

Beberapa pihak mengklaim bahwa reformasi ini semata-mata bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial, tanpa memperhatikan kesejahteraan pemain dan kualitas pertandingan.

Dengan segala pro dan kontra yang ada, Piala Dunia FIFA 2026 diharapkan tetap menjadi panggung spektakuler bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Meskipun begitu, penting bagi FIFA untuk tetap memperhatikan kepentingan semua pihak terkait, baik itu para pemain, federasi sepak bola, maupun penggemar, untuk memastikan bahwa turnamen ini tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga mempertahankan integritas dan kualitas olahraga yang sejati.

Dengan demikian, mari kita sambut Piala Dunia 2026 dengan harapan bahwa perubahan-perubahan yang dibawa akan membawa dampak positif bagi sepak bola global, sambil tetap memperhatikan kesejahteraan pemain dan integritas olahraga itu sendiri.

Berita Terbaru

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle1 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional1 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle1 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline2 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle3 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle4 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional4 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional4 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle4 jam lalu