Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Main-main, Nova Widianto Rombak Ganda Campuran Pelatnas PBSI untuk LA 2028

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|11:45 WIB
Bagikan:
Tak Main-main, Nova Widianto Rombak Ganda Campuran Pelatnas PBSI untuk LA 2028
Gambar: Flyer resmi pengumuman pasangan baru Ganda Campuran Pelatnas PBSI. (Sumber: Instagram @badminton.ina)

PASUNDANEKSPRES.ID - Sektor Ganda Campuran Pelatnas PBSI memasuki babak yang baru setelah Nova Widianto kembali menangani tim Indonesia. 

Pelatih asal Indonesia yang sebelumnya berkarier bersama tim Malaysia itu langsung melakukan sejumlah perubahan komposisi pasangan untuk mencari formula paling menjanjikan.

Perombakan besar-besaran tersebut menjadi langkah awal Nova dalam membangun kembali kekuatan Indonesia. Bukan sekadar mengganti tandem, proses ini diarahkan untuk melihat kecocokan karakter, pola permainan, komunikasi, hingga konsistensi setiap pasangan ketika menghadapi pertandingan sebenarnya.

Kabar mengenai perubahan komposisi tersebut disampaikan PBSI melalui akun media sosial resminya. Nova menegaskan bahwa tim pelatih saat ini masih berada dalam tahap mencari kombinasi terbaik.

“Sekarang kami sedang mencari format terbaik untuk sektor ganda campuran,” ujar Nova dalam keterangan PBSI.

Tiga pasangan baru kemudian diperkenalkan. Dejan Ferdinansyah dipasangkan bersama Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana mendapat tandem baru Apriyani Rahayu, sedangkan M. Nawaf Khoiriyansyah akan bermain bersama Indah Cahya Sari Jamil.

Tiga Pasangan Baru Ganda Campuran Pelatnas PBSI

Ketiga pasangan baru Ganda Campuran Pelatnas PBSI tersebut akan memperoleh kesempatan tampil di turnamen internasional agar kemampuan mereka bisa dinilai secara lebih objektif.

Dejan/Felisha dijadwalkan menjalani debut di Denmark Open. Sementara Bagas/Apriyani akan memulai perjalanan sebagai pasangan pada Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya.

Nawaf/Indah juga akan menjalani pertandingan perdana mereka di Malaysia Super 100.

Perubahan paling menarik terlihat pada Bagas Maulana. Pemain yang sebelumnya berkiprah di sektor ganda putra tersebut kini mendapat tantangan baru bersama Apriyani Rahayu. Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil harus membangun chemistry baru bersama Nawaf.

Nova tidak ingin hanya melihat hasil akhir pertandingan, tetapi juga memperhatikan bagaimana para pemain membangun kerja sama sepanjang laga.

“Mereka akan bermain di beberapa turnamen untuk melihat bagaimana hasilnya, termasuk chemistry, komunikasi, pola permainan, dan konsistensi mereka di lapangan. Dari situ nanti akan kami evaluasi,” lanjut Nova.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena pergantian pasangan tidak otomatis menjamin performa yang lebih baik. 

Justru dari pertandingan resmi, tim pelatih dapat melihat respons pemain ketika menghadapi tekanan, perubahan strategi lawan, serta kondisi pertandingan yang tidak selalu bisa diprediksi saat latihan.

Nova Bidik Medali Asian Games dan Siapkan Masa Depan

Rombakan Ganda Campuran Pelatnas PBSI tidak hanya berkaitan soal persiapan turnamen dalam waktu dekat. Nova sudah melihat proyek tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Artinya, pasangan yang saat ini dibentuk masih memiliki ruang untuk berkembang. Performa dalam beberapa turnamen akan menjadi bahan pertimbangan sebelum PBSI menentukan komposisi yang dianggap paling ideal.

Namun sebelum berbicara terlalu jauh mengenai Olimpiade, Nova memiliki sasaran yang lebih dekat, yakni Asian Games 2026.

“Target sih saya rasa untuk kami dan mereka [atlet] pribadi harus medali. Tidak muluk-muluk lah, harus medali dulu. Saya yakin atlet punya kemampuan untuk itu,” kata Nova di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (10/9).

PBSI juga menyiapkan sejumlah pasangan untuk menghadapi ajang tersebut. Nikolaus Joaquin dipasangkan bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti, sementara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah turut menjadi bagian dari kekuatan Indonesia di pesta olahraga Asia.

Komposisi yang beragam membuat persaingan internal semakin terbuka. Setiap pasangan mempunyai peluang menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa mereka layak mendapat kepercayaan untuk tampil di turnamen besar.

Kembali dari Malaysia, Nova Mulai Membangun dari Awal

Kembalinya Nova Widianto menjadi harapan baru bagi sektor ganda campuran Indonesia. Ia sebelumnya melatih tim Malaysia sejak 2022 hingga 2026 sebelum kembali ke Tanah Air pada Agustus 2026.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Nova untuk menangani kembali pemain-pemain Indonesia. Namun ia menyadari pekerjaan yang dihadapi tidak sederhana karena sektor ganda campuran membutuhkan pembenahan dari berbagai sisi.

Nova menilai Indonesia pernah memiliki kekuatan besar di nomor tersebut. Tantangan pertamanya kini adalah mengembalikan keyakinan atlet terhadap kemampuan mereka sendiri.

“Ganda campuran Indonesia sempat bagus, tapi kami harus kembalikan kepercayaan diri mereka dan beri tahu bahwa mereka itu mampu,” ucap Nova.

Ia juga memilih tidak langsung memaksakan perubahan teknis secara besar-besaran. Pola pikir dan kepercayaan diri pemain menjadi fondasi yang ingin dibangun terlebih dahulu.

“Mungkin untuk awal saya ingin buka pola pikir atlet saja. Baru kemudian mengubah cara main mereka dan konsistensinya. Paling penting adalah mengembalikan kepercayaan diri mereka dulu. Ya, kami mulai dari nol lagi,” ujarnya.

Kini tugas Nova adalah menemukan pasangan yang bukan hanya mampu meraih kemenangan, tetapi juga mempunyai chemistry dan konsistensi untuk bersaing dalam jangka panjang.

(pm)

Berita Terbaru

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Nasional9 jam lalu
POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

Subang10 jam lalu
Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Subang10 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Subang10 jam lalu
Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Bandung Barat14 jam lalu
Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Jawa Barat17 jam lalu
Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Headline18 jam lalu
Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Olahraga18 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Headline19 jam lalu