Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gen Z di Tengah Tren Doom Spending

H
HubaEditor: Huba
|09:24 WIB
Bagikan:
Gen Z di Tengah Tren Doom Spending

Oleh: Dony Purnomo
Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro

Gen Z merupakan generasi yang lekat dengan teknologi digital. Hal ini merupakan keniscayaan karena mereka tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi dunia. Dengan adanya perkembangan teknologi pesat ini mendorong adanya fenomena doom spending pada Gen Z.

Doom spending  atau pembelanjaan malapetaka merujuk pada perilaku seseorang yang berbelanja tanpa berpikir panjang. Saat seseorang mengalami doom spending mereka cenderung berbelanja tanpa memperhatikan investasi jangka panjang. Mereka cenderung berbelanja, jalan-jalan dan berbagai kegiatan konsumtif lainnya untuk kepuasan semata. 

Fenomena doom spending terlihat sederhana dan biasa saat ini. Namun, dampaknya menyeramkan bagi masa depan Gen Z. Jika fenomena doom spending ini berlanjut akan menghancurkan finansial Gen Z dimasa yang akan datang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilansir oleh skynews menemukan bahwa 43 persen generasi milenial dan 35 persen Gen Z menghabiskan uang mereka agar dirinya merasa lebih baik. Mereka tidak berpikir panjang saat mengeluarkan uang untuk menghibur diri mereka dan pelarian atas kecemasan, setres, dan berbagai pikiran negatif lainnya.

Beberapa hal yang menyebabkan fenomena doom spending menjadi tren saat ini, diantaranya;

Pertama, Maraknya sosial media. Berdasarkan laporan dari We Are Social and Hoosuite menujukkan 98 persen Gen Z menggunakan media sosial secara aktif. Dampak dari aktivitas  sosial media ini Gen Z mengkonsumsi konten-konten yang berkaitan dengan perilaku konsumtif dan gaya hidup hedon.

Kedua, Kehadiran platform belanja. Kehadiran berbagai platform belanja yang mudah diakses menyebabkan Gen Z memiliki kecenderungan berbelanja melalui platform belanja. Dengan kemudahan platform belanja, mereka tidak memperhitungkan kondisi ekonomi mereka.

Ketiga, Maraknya fenomena FOMO. FOMO (Fear Of Missing Out) merupakan perasaan yang tidak mau ketinggalan oleh gaya atau tren yang sedang viral. Influencer dan iklan membanjiri media sosial sehingga mempengaruhi pola pikir Gen Z. Mereka harus segera memiliki barang yang sedang viral agar tidak ketinggalan tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi mereka.

Keempat, Prinsip YOLO yang salah. YOLO (You Only Live Once) merupakan pemikiran bahwa manusia hidup hanya sekali maka nikmati kehidupan yang hanya sekali ini. Prinsip YOLO ini kadang kala disalah artikan oleh Gen Z karena hidup hanya sekali maka harus dipuas-puaskan, termasuk dalam bergaya hidup.

Fenomena doom spending tak bisa kita remehkan begitu saja, karena akan menimbulkan dampak negatif bagi Gen Z dimasa yang akan datang. Mereka akan memiliki gaya hidup yang hedoan dan konsumtif sehingga akan menghancurkan kemampuan finansial mereka.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mengatisipasi adanya fenomena doom spending dikalangan Gen Z diantaranya;

Pertama, Memberikan literasi finansial yang baik. Fondasi finansial merupakan hal penting yang harus dipahami oleh para Gen Z. Melalui kecakapan finansial yang baik, mereka dapat mengelola keuangan dengan baik sehingga tidak mudah terjebak dalam pembelian barang yang emosional.

Kedua, Tentukan skala prioritas. Skala prioritas adalah salah satu kelemahan Gen Z dalam hal finansial. Menentukan skala prioritas perlu dibangun sejak dini agar para Gen Z mampu menentukan pilihan yang terbaiknya.

Ketiga, Miliki target masa depan. Target masa depan perlu dimiliki agar ada acuan yang akan dicapai dimasa yang akan datang. Target ini akan mengarahkan pencapaian Gen Z untuk masa depan sehingga memiliki semangat untuk mencapainya.

Keempat, Buat batasan. Batasan merupakan hal yang penting untuk mencegah adanya dorongan untuk berbelanja. Ketika batasan ini sudah disadari secara pribadi maka akan memudahkan dalam mengelola keinginan. Pembatasan ini dapat dilakukan dengan membatasi pemanfaatan kartu kredit, membatas aplikasi jual beli, dan membatasi jumlah uang dalam ATM.

Kelima, Mengatur notifikasi pengeluaran. Notifikasi pengeluaran dapat digunakan sebagai peringatan ketika pengeluaran telah mengalami batasan maksimal sehingga tidak berlanjut ke pengeluaran berikutnya yang cenderung konsumtif.

Dengan meamhami akar penyebab doom spending dan cara mengatasinya semoga dapat memberikan gambaran kepada Gen Z agar terhindar dari fenomena doom spending sehingga kehidupannya dimasa yang akan datang dapat tertata dari segi finansial. Doom spending bukanlah hantu yang menyeramkan jika kita mampu untuk menata diri , menata hati, dan menata finansial.(*)

Berita Terbaru

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional5 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline5 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline9 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle11 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle13 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional13 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle13 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline14 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline14 jam lalu