Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Medical Patriotism:Relasi antara Donor Darah Sukarela dan Semangat Gotong Royong sebagai Identitas Kewarganegaraan

H
HubaEditor: Huba
|09:54 WIB
Bagikan:
Medical Patriotism:Relasi antara Donor Darah Sukarela dan Semangat Gotong Royong sebagai Identitas Kewarganegaraan

Oleh : 1. Aninda Rury Fairruza
2. ⁠Bening Nahari
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Artikel ini membahas konsep “Medical Patriotism” (Patriotisme Medis) dalam konteks donor darah sukarela di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis relasi antara praktik donor darah sukarela dengan semangat gotong royong sebagai fondasi identitas kewarganegaraan yang aktif dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kritis terhadap fenomena sosial-budaya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa donor darah sukarela tidak hanya sekedar aksi filantropis kesehatan, tetapi merupakan bentuk modern dari gotong royong yang merefleksikan nilai-nilai patriotisme dalam wujud nyata: kepedulian terhadap sesama warga bangsa dan kontribusi langsung bagi ketahanan kesehatan nasional. Artikel ini menyimpulkan bahwa menggalakkan donor darah sukarela berarti memperkuat identitas kewarganegaraan yang partisipatif dan mengatasi tantangan kesehatan dengan modal sosial budaya Indonesia.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar, menghadapi tantangan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan darah nasional untuk pelayanan kesehatan. Di sisi lain, bangsa ini memiliki modal sosial budaya yang kuat berupa semangat gotong royong, yang menjadi inti dari identitas kebangsaan. Dalam konteks inilah, istilah “Medical Patriotism” atau Patriotisme Medis muncul sebagai lensa untuk memahami tindakan sukarela dalam bidang kesehatan, seperti donor darah, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan nasional. Rumusan masalah artikel ini adalah: Bagaimana donor darah sukarela merepresentasikan relasi antara semangat gotong royong dengan identitas kewarganegaraan yang aktif dalam bingkai “Medical Patriotism”? Tujuan artikel adalah untuk menjelaskan dan mendorong pemahaman bahwa donor darah sukarela merupakan manifestasi konkrit dari kewarganegaraan yang bertanggung jawab dan upaya kolektif untuk menguatkan ketahanan sistem kesehatan nasional.

Medical Patriotism dapat didefinisikan sebagai komitmen dan tindakan sukarela warga negara untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat dan ketahanan sistem kesehatan bangsa, yang didorong oleh rasa kebangsaan dan kepedulian kolektif. Berbeda dengan patriotisme yang sering diasosiasikan dengan simbolisme dan pertahanan militer, medical patriotism bersifat praktis, inklusif, dan langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. Donor darah sukarela adalah contoh sempurna: satu kantong darah dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa, menjadi bukti nyata kontribusi individu untuk keselamatan bersama. Aksi ini menempatkan tubuh warga negara sebagai “sumber daya nasional” yang diabdikan untuk kebaikan bangsa, sebuah bentuk pengorbanan mikro yang bermakna makro.

Gotong royong, sebagai nilai inti budaya Indonesia, secara tradisional dimanifestasikan dalam kerja bakti, panen raya, atau membangun rumah. Dalam masyarakat urban-modern, ruang untuk gotong royong fisik semakin terbatas. Donor darah sukarela hadir sebagai transformasi nilai gotong royong ke dalam ranah kesehatan publik. Kegiatan ini mengumpulkan individu dari berbagai latar belakang (suku, agama, status sosial) dengan satu tujuan bersama: menyumbangkan bagian dari diri mereka untuk orang lain yang tidak dikenal. Proses dari penggalangan, pendaftaran, hingga donor itu sendiri sering melibatkan kolaborasi komunitas, organisasi kepemudaan, perusahaan, dan instansi pemerintah, mencerminkan pola gotong royong yang terorganisir. Inisiatif seperti “Donor Darah Hari Merdeka” atau kampanye dari komunitas tertentu semakin menguatkan dimensi kebersamaan dan saling menopang dalam praktik ini.

Kewarganegaraan tidak hanya tentang status hukum dan hak pilih, tetapi juga tentang partisipasi aktif membangun masyarakat dan negara. Identitas kewarganegaraan aktif dibentuk melalui praktik-praktik tanggung jawab sosial. Donor darah sukarela menawarkan jalur inklusif bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi, tanpa memandang kelas atau profesi. Dengan mendonor, seseorang tidak hanya menjalankan peran pasif sebagai penerima layanan negara, tetapi aktif menjadi provider atau penyedia layanan vital bagi sesama warga. Kesadaran bahwa “darah saya mungkin untuk saudara sebangsa” membangun ikatan solidaritas nasional yang transenden. Identitas sebagai “warga negara pendonor” menjadi sumber kebanggaan dan kepemilikan terhadap sistem kesehatan nasional, sekaligus menguatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Donor darah sukarela merupakan perwujudan nyata dari “Medical Patriotism”, di mana semangat kebangsaan dan gotong royong bertemu dalam aksi nyata menyelamatkan nyawa. Praktik ini mentransformasi nilai gotong royong tradisional menjadi kontribusi kesehatan modern dan sekaligus membentuk identitas kewarganegaraan yang aktif, peduli, dan bertanggung jawab. Untuk mengatasi tantangan stok darah nasional dan memperkuat ketahanan kesehatan, diperlukan upaya sistematis untuk mempromosikan donor darah tidak hanya sebagai kebutuhan medis, tetapi juga sebagai gerakan sosial-budaya dan bentuk patriotisme sehari-hari. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah: (1) Integrasi edukasi tentang medical patriotism dan donor darah dalam kurikulum pendidikan kewarganegaraan, (2) Kolaborasi lebih erat antara PMI dengan berbagai elemen masyarakat (kelompok agama, komunitas digital, influencer) untuk mengkampanyekan donor darah sebagai gaya hidup gotong royong modern, dan (3) Peningkatan apresiasi dan rekognisi simbolis terhadap pendonor sukarela sebagai “pahlawan kesehatan sehari-hari”. (*)

Berita Terbaru

Petugas Lapas Kelas IIB Purwakarta Musnahkan Handphone Milik Napi Dan Sejumlah Barang Terlarang Lainnya

Petugas Lapas Kelas IIB Purwakarta Musnahkan Handphone Milik Napi Dan Sejumlah Barang Terlarang Lainnya

Purwakarta7 menit lalu
Presiden Prabowo Sindir Pakar yang Kritik Pemerintah: Saking Pintarnya jadi Goblok

Presiden Prabowo Sindir Pakar yang Kritik Pemerintah: Saking Pintarnya jadi Goblok

Nasional7 menit lalu
Peluang Bisnis Homestay di Subang, Cocok di Daerah Ini

Peluang Bisnis Homestay di Subang, Cocok di Daerah Ini

Lifestyle1 jam lalu
Kebakaran Lahan di Bantarsari Subang Dipadamkan, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Kebakaran Lahan di Bantarsari Subang Dipadamkan, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Dorong Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD

Bupati Subang Dorong Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD

Subang12 jam lalu
Tak Sekadar Fisik, Abang Ijo Sebut Pembangunan Meliputi Karakter dan Moral Keagamaan

Tak Sekadar Fisik, Abang Ijo Sebut Pembangunan Meliputi Karakter dan Moral Keagamaan

Purwakarta12 jam lalu
Patroli KRYD, Polisi Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Patroli KRYD, Polisi Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Subang12 jam lalu
Rekomendasi Tempat Family Gathering Perusahaan di Subang yang Seru dan Nyaman

Rekomendasi Tempat Family Gathering Perusahaan di Subang yang Seru dan Nyaman

Lifestyle13 jam lalu
Hubungkan Desa Pangsor dan Sumurgintung, Warga Bunut Apresiasi PUPR Bangun Jembatan

Hubungkan Desa Pangsor dan Sumurgintung, Warga Bunut Apresiasi PUPR Bangun Jembatan

Subang13 jam lalu
Tempat Team Building di Subang, dari Outbound hingga Gathering Perusahaan

Tempat Team Building di Subang, dari Outbound hingga Gathering Perusahaan

Subang14 jam lalu