Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pembicaraan Imajiner Kang Parna dengan Alm. Dewi Sartika

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|10:12 WIB
Bagikan:
Pembicaraan Imajiner Kang Parna dengan Alm. Dewi Sartika
Ilustrasi

“Menilik Kesejahteraan Warga Bandung di Era Modern”

Oleh : Prana Rifsana

Kang Parna malam itu terjebak dalam hujan yang deras di pinggirjalan raya Pasteur Kota bandung, setelah menuntun motornya dari jalan layang pasopati, bukankarena ban motor yang bocor, namun karena kehabisan bensin dan kunci tertinggal di di bagasimotor ketika melihat isi tanki, maklum motor Kang Parna tidak memiliki indikator bensinsehingga harus membuka tanki untuk memastikan masih cukup atau tidaknya bensin hinggapulang ke kos.

Dalam derasnya hujan dan mulai frustasi selalu gagal mencoba membuka-buka bagasi motornya, lalu diputuskan untuk mencari tempat untuk berteduh. Kang Parna mencoba menenangkan dirisambil mengambil sebatang rokok dan menyulutnya. Sambil menikmati rokok Kang Parna memperhatikan lalu lalang kendaraan, para pedagang yang berteduh, ojek online yang terusberjuang dengan jas hujannya, hingga imajinasi Kang Parna masuk kedalam ruang imajiner.

Di dalam ruang imajiner yang hangat itu, Kang Parna bertemu dengan Dewi Sartika, pahlawan nasional kelahiran Kota Bandung, yang dikenal karena perjuangannya memajukan pendidikanperempuan di tanah Pasundan. Kang Parna memberanikan diri untuk berbincang dan berbagipandangan tentang kondisi kesejahteraan warga Bandung saat ini,  Pandangan Ibu Dewi saat ituterlihat tajam namun penuh empati.

Kang Parna : “Punten Ibu Dewi, bagaimana pandangan Ibu mengenai kesejahteraan wargaBandung saat ini?”

Dewi Sartika : “Iya Kang, Bandung kini berkembang pesat—ekonomi bergerak, Pembangunan terjadi di berbagai sudut. Namun, kesejahteraan sejati bukan hanya soal infrastruktur. Saya khawatir ada warga yang tertinggal, terutama di bidang pendidikan, lapangan pekerjaan, dan akses terhadap kesehatan.”

Kang Parna : “Bisa dijelaskan lebih rinci mengenai tantangan yang dihadapi warga saat ini?”

Dewi Sartika : “Tentu. Kalau Ibu melihat data yang ada, pada akhir 2024, jumlah pengangguran

di Kota Bandung mencapai 100.300 orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar7,4% dari total penduduk usia produktif. Meskipun ada penurunan dibandingkan tahunsebelumnya, angka ini masih cukup tinggi kang. Selain itu, meskipun angka kemiskinanmenurun, pada Maret 2024 masih ada sekitar 101.100 warga yang masuk kategori miskin. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi kesejahteraan, padahal pertumbuhanekonomi saat ini mencapai 5%.”

Kang Parna : “Apa yang Ibu harapkan dari pemerintah kota dan masyarakat?”

Dewi Sartika : “Saya berharap pemerintah terus meningkatkan program yang menyentuhlangsung masyarakat—mulai dari pendidikan berkualitas, pelatihan kerja, lapangan kerja, hinggajaminan kesehatan yang memadai. Sementara masyarakat juga harus aktif, peduli satu sama lain, dan menciptakan solidaritas sosial. Sejahtera itu bukan hanya milik mereka yang mampu, tetapimilik seluruh warga Bandung.”

Kang Parna : “Jika Ibu melihat Bandung 10 tahun ke depan, apa yang ingin Ibu lihat?”

Dewi Sartika : “Saya ingin melihat Bandung menjadi kota modern yang sejahtera tanpameninggalkan akar budaya dan nilai kemanusiaannya. Anak-anak dan Perempuan memilikiakses yang sama untuk belajar dan berkembang, masyarakat hidup sejahtera, dan ketimpanganberkurang secara signifikan. Itu cita-cita yang layak diperjuangkan.”

Tiba-tiba imajinasi Kang Parna terganggu karena terkena cipratan air ketika ada mobil mewahberwarna putih melaju cepat dan melewati genangan air. Sambil membersihkan wajahnya Kang Parna menilai pembicaraan imajiner tadi menjadi pengingat bahwa meski Bandung berkembangpesat, perhatian terhadap kesejahteraan warga—terutama kelompok rentan—harus tetap menjadiprioritas. Seperti kata Dewi Sartika bahwa “Pembangunan kota sejati adalah pembangunanmanusia, bukan hanya gedung dan jalan raya.”

Beberapa menit kemudian hujan mulai reda, Kang Parna mencoba kembali merogoh kunci di bagasi motornya yang terkunci, dan berhasil, lalu seorang ojek online menghampirinya dan menawarkan diri membantu mengantarkan Kang Parna hingga bisa menuju Pom Bensin terdekat.

“Pemilik mobil mewah putih tadi bisa saja salah satu yang menikmati pertumbuhan ekonomi, rakyat hanya dapat cipratan genangan air saja, untung sesama rakyat masih punya hati sepertibapak Ojek online ini, Al Fatehah untuk Ibu Dewi Sartika” gumam Kang Parna dilanjutkandengan membaca Surah Al Fatehah dalam hati.

Berita Terbaru

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang11 menit lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle1 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle2 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle3 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle4 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional5 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle5 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang6 jam lalu