Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan: Upaya Terpadu untuk Melindungi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Negeri Seribu Suluk

H
HubaEditor: Huba
|11:00 WIB
Bagikan:
Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan: Upaya Terpadu untuk Melindungi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Negeri Seribu Suluk

Oleh:  Riadini Faizati Nabila, Nasywa Alika, Itabela Ayu Lastini
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan ancaman permanen yang kerap melanda Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Fenomena ini bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan krisis multidimensi yang berdampak pada rusaknya ekosistem, lumpuhnya ekonomi, hingga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Sebagai mahasiswa kedokteran, kami memandang bahwa kabut asap yang dihasilkan dari karhutla adalah pembunuh senyap yang memerlukan penanganan terpadu dari hulu ke hilir.

Anatomi Penyebab di Rokan Hulu

Karhutla di Rokan Hulu dipicu oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino sering kali membuat vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar. Namun, faktor manusia tetap menjadi penyebab dominan. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi pilihan karena biaya yang murah, tanpa mempertimbangkan eksternalitas negatif yang sangat besar
bagi kesehatan publik. Kurangnya kesadaran kolektif dan pengawasan di area terpencil memperburuk situasi ini setiap tahunnya.

Strategi Pencegahan: Investasi Masa Depan

Pencegahan merupakan langkah paling efektif dan efisien. Diperlukan edukasi masif kepada masyarakat mengenai bahaya jangka panjang  kabut asap. Selain itu, pemerintah daerah perlu memperkuat sistem deteksi dini melalui teknologi satelit untuk memantau titik panas. Pengelolaan lahan gambut yang tepat, seperti menjaga kelembapan tanah melalui sekat kanal, sangat krusial agar lahan tidak menjadi bahan bakar yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Perspektif Medis: Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan

Asap karhutla mengandung partikulat berbahaya seperti PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida. Paparan jangka pendek dapat menyebabkan ISPA, eksaserbasi asma, serta iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan penurunan fungsi paru-paru secara permanen, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia.

Peran Tenaga Kesehatan dan Mahasiswa Kedokteran

Tenaga kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mitigasi dampak kesehatan. Peran tersebut meliputi upaya promotif dan preventif melalui edukasi penggunaan masker standar serta perlindungan rumah dari paparan asap, pelayanan kuratif di fasilitas kesehatan, dan surveilans kesehatan untuk menentukan status tanggap darurat daerah.

Penegakan Hukum dan Pemulihan

Penanganan karhutla tidak akan tuntas tanpa penegakan hukum yang tegas. Sanksi bagi pelaku pembakaran hutan harus ditegakkan untuk memberikan efek jera. Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, upaya pemulihan melalui reboisasi dan restorasi lahan gambut perlu dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis lingkungan.

Penutup

Penanganan karhutla di Rokan Hulu membutuhkan sinergi lintas sektoral. Pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bergerak bersama. Mahasiswa kedokteran berperan aktif dalam menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan demi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Rokan Hulu diharapkan menjadi Negeri Seribu Suluk yang tidak hanya religius, tetapi juga sehat, hijau, dan bebas asap. (*)

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang1 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline1 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle2 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang4 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional5 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang6 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline6 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional7 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle8 jam lalu