Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 273: Tipe Warganet

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|09:43 WIB
Bagikan:
Pojokan 273: Tipe Warganet
Kang Marbawi.

Apa jadinya jika pejabat di negeri ini ditelanjangi bulat-bulat seperti pejabat di Nepal. Bisa kapiran. Negeri ini bisa dianggap primitive. Tak tahu sopan santun! Walau memang yang ditelanjangi pantas ditelanjangi karena ulahnya mengangkangi keadaban dan keadilan.

Tapi di dunia maya, begitupun terjadi penelanjangan. Siapa saja bisa ditelanjangi sampai ke selaput tipisnya. Mata jeli netizen, warga dunia maya yang tak kenal kompromi, pasti menguliti sampai bersih. Maka perlu juga kita menginjak “rem” hasrat untuk tak selalu update status atas laku flexing dan hedonis. Sikap hidup narsistik yang tak terkendali, menjadikan makanan empuk bagi para warga Badan Intelejen Netizen (BINet).

Ada macam-macam warga BIN-et. Pemuncak warganet adalah jenis pendengung, biasanya mereka sangat comel, toxic, ekspresif dan rajin mengomentari apa pun, sesuai pesanan. Mereka ini, macam makelar dan tukang. Bisa meninggikan dan meruntuhkan karir seseorang. Pokoknya warga yang satu ini bisa segalanya. Model warga pendengung ini menganut komen atau postingan disesuaikan pesanan “siapa yang bayar” dalam mengarahkan komentar warga netizen lainnya.

Warga pendengung ini biasanya nempel kepada influencer atau isu yang dipesan. Mereka akan mengerubungi setiap status yang dipasang sebagai umpan. Percis seperti lalat yang mengerubungi makanan. Melemparkan komentar yang memekakan telinga dan menyasar agar warga net lainnya ikut baper -bawa perasaan. Kondisi baperan ini dimanfaatkan untuk menghakimi atau menggerakkan untuk menyerang sasaran. Hingga hancurlah sasaran yang dimaksud. Termasuk menangguk dukungan netizen.

Ada pula tipe warganet biasa -ordinary netizen, follower biasa. Prototype nya, mereka sekedar ikut-ikutan berkomentar. Kadang mereka terbawa pendengung dan gampang baperan. Netizen biasa, biasanya aktif membagikan aktivitasnya di story medsosnya. Dan juga kadang ikut mengomentari status orang.

Tipe warga netizen seperti ini, biasanya disukai tipe warganet toko online. Sebab warga net tipe ini, aktif di medsos dengan durasi waktu yang cukup lama. Sehingga bisa menjadi sasaran komoditi dan cuan. Warganet biasa ini, relative netral dibanding tipe netizen penganut teori konspirasi. Tipikal warganet pemuja intrik, komentarnya sering kali KDT (keluar dari topik).

Apapun yang tersaji diberbagai platform media sosia (medsos) seolah hidangan yang bisa dinikmati dan dikomentari semau-maunya. Platform medsos adalah aquarium besar yang bisa dimasuki siapapun, kapanpun dan dimanapun. Netizen memberi makna dan tafsir atas apapun yang tersaji. Makna dan tafsir yang lepas dari segala aturan dan sopan santun.

Komentar di dunia maya, sekali waktu menyuarakan suara yang tak mungkin ada di gedung-gedung perwakilan rakyat. Di dunia maya/medsos berlaku undang-undang no viral no justice. Undang-undang mereka (warga BIN-et), terkadang lebih ampuh dibanding undang-undang di dunia nyata. Walau ada kalanya -komentarnya tak seluruhnya lurus, tulus dan mulus. Mereka paham betul memanfaatkan the power of netizen.

Sesiapapun di dunia maya, bisa menjadi ada dan tiada dalam seketika. Viralitas semu yang tak bertahan, bagai gelombang pasang. Datang dan pergi, membawa makna yang berbeda, juga korban. Meluluh lantakan semua yang pernah ada dan dibangun. Hukuman netizen seringkali lebih kejam dari hukuman sang hakim.

Meniti jembatan yang tipis menuju kesohoran. Berkendaraan viral membumbungkan hasrat menjadi ada dan dikenal. Menangguk untung dari konten yang dibuat. Tak perlu syarat yang ribet bin njlimet, untuk bisa eksis di medsos. Asal konsisten bin kreatif, siapapun bisa menapaki viralitatas. Medsos adalah dunia instan.

Sifat instan ini dimanfaatkan oleh para pedagang online, pendengung dan para pengikut fanatik -dogmatic apologetic interpretation dan pengikuti fanatik -dogmatic radical interpretation. Kedua penganut paham fanatic dogmatic apologetic atau radical interpretation ini selalu membela apa pun yang telah diyakininya. Walau kadang argumentasinya tak logis dan asal.

Justru kedua penganut ini bersama dengan para pendengung, selalu menyampaikan sesuatu yang dipesan, walau itu bukan kebenaran, alias hoaxs. Sehingga sesuatu yang sebetulnya hoaxs seolah emas permata kebenaran yang akhirnya diyakini oleh netizen. Pendengung dan para penganut fanatic adalah pasukannya simulacrum. (Kang Marbawi 041025)

Berita Terbaru

Tips Memilih Perusahaan Sebelum Melamar Kerja di Subang, Harus Tahu Hal Ini!

Tips Memilih Perusahaan Sebelum Melamar Kerja di Subang, Harus Tahu Hal Ini!

Lifestyle10 menit lalu
Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya

Nasional10 jam lalu
Persiapan Timnas Indonesia VS Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Persiapan Timnas Indonesia VS Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga11 jam lalu
Disdukcapil Subang Raih Juara 2 SIF 2026

Disdukcapil Subang Raih Juara 2 SIF 2026

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Perkembangan Investasi dan Infrastruktur Meningkat di Subang, GAPENSI Dituntut Lebih Profesional

Perkembangan Investasi dan Infrastruktur Meningkat di Subang, GAPENSI Dituntut Lebih Profesional

Subang11 jam lalu
PUPR Segera Bangun Jalan Sumurgintung-Cidadap

PUPR Segera Bangun Jalan Sumurgintung-Cidadap

Subang12 jam lalu
Gaji Operator Produksi di Subang: Kisaran, Tunjangan, dan Faktor yang Mempengaruhi

Gaji Operator Produksi di Subang: Kisaran, Tunjangan, dan Faktor yang Mempengaruhi

Subang12 jam lalu
Kronologis Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya Tersangka

Kronologis Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya Tersangka

Subang13 jam lalu
Muscab XIII GAPENSI Subang 2026, Kang Asep Dorong Jasa Konstruksi Profesional dan Berintegritas

Muscab XIII GAPENSI Subang 2026, Kang Asep Dorong Jasa Konstruksi Profesional dan Berintegritas

Subang13 jam lalu
Peluang Usaha untuk Masyarakat di Sekitar Kawasan Industri Subang

Peluang Usaha untuk Masyarakat di Sekitar Kawasan Industri Subang

Subang14 jam lalu