Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 274: 1 Oktober

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|10:48 WIB
Bagikan:
Pojokan 274: 1 Oktober
Kang Marbawi.

Dalam dialektika sejarah, selalu terjadi pertentangan antar pengikut isme. Pertentangan yang kadang menumpahkan nyawa. Sebab ketika ideologi menjadi keyakinan dan jalan, ditangan diktator, dia butuh pemuja fanatik serta harus diperjuangkan. Program utamanya adalah penyingkiran yang tak memuja. Fragment penyingkiran yang tak mendewakan ideologi rezim, itulah masa kelam. Bahkan biadab! Seperti kurun tahun 1965 hingga lebih.

Masa Kelam! Selalu saja terjadi dalam sejarah semua bangsa. Kelam yang berisi kebiadaban atas nama kekuasaan dan propaganda penguasa. Seolah sebuah babak yang mesti ada dalam setiap sejarah perebutan kekuasaan-dominasi. Dimana perebutan panggung harus diurapi dengan banjir darah dan berjuta nyawa harus dilenyapkan. Hanya cukup dengan satu alasan yang sengaja di propagandakan. Isu untuk menguasai wacana di ruang publik. Sebagai pembenaran atas lakunya.

Sejatinya ideologi adalah nilai. Menjadi dasar negara yang menjunjung tinggi setinggi-tingginya bahkan hingga menyundul arasy; nilai ketuhanan, musyawarah, keadilan, kesejahteraan, kemanusiaan dan keadaban. Tapi di awal berkembangnya nilai itu, sang sejarah mentakmirkan dengan nyawa-nyawa yang belum tentu bersalah, untuk dikorbankan. Konon 2 juta nyawa melayang demi sebuah rezim tumbuh. Juga para eksil dan tahanan politik (tapol) Pulau Buru menjadi penghias kuasa rezim. Bahkan sang Proklamator pun disepikan. Bukan nilainya yang salah, tapi hasrat kekuasaan yang membutakan nurani.

2 juta dan tujuh (7) orang itu adalah korban. Menjadi bagian dari sejarah bangsa. Tapi yang tercatat dan diakui hanya sedikit. Bahkan mereka tak diperingati, tak diakui. Tak pernah ada nama, dari mana, anak-bapak-saudara-suami-istri siapa, oleh siapa dan di mana. Seolah mereka adalah remah-remah hidup yang harus mati karena roda sejarah. Mereka hanya diingat oleh penerusnya yang juga menggenggam trauma, memilih menerima dan diam. Sebab penerus pun di labeli, dibatasi pun tak berkutik.

1 Oktober adalah titi mangsa penanda dan pengingat dari sebuah peristiwa. Namun titi mangsa itu ditafsiri sebagai cerita kehebatan hanya untuk sang rezim. Dan kebiadaban sang lawan. Padahal titi mangsa itu, menghimpun jutaan cerita duka, luka, pedih dan ketakutan nan tak terperi dari sang korban dalam kurun waktu.

Para korban tak minta diusut. Bisa jadi mereka pun sudah memaafkan. Tapi jangan pernah mereka dilupakan. Karena mereka pun tak lupa dan tak mau dilupakan. Mereka-para korban, bermetamorfosis menjadi nilai perikemanusiaan dan perikeadaban yang harus diteguhkan. Ditegakkan. Menyejarah dalam rangkaian dialektika nilai luhur ideologi bangsa.

Penanda waktu itu diperingati. Bukan untuk membuka luka dan dendam. Tapi untuk berkaca dan menginsafi. Untuk tak terjadi lagi. Titi mangsa adalah pengingat, juga pertanggungjawaban untuk mewujudkan nilai. Sebab amanah itu ada pada yang hidup. -untuk hidup melakoni nilai. Beradab dan berperikemanusiaan! Mungkin itu baru berarti, “makna mereka sebagai korban”. (Kang Marbawi, 061025)

Berita Terbaru

Cara Tambah Akun WhatsApp dalam 1 Ponsel yang Sama, Coba Sekarang!

Cara Tambah Akun WhatsApp dalam 1 Ponsel yang Sama, Coba Sekarang!

Lifestyle1 jam lalu
Satpol PP Subang Gempur Rokok Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Satpol PP Subang Gempur Rokok Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Subang1 jam lalu
Penyebab Mudah Mengantuk Sepanjang Hari yang Jarang Diketahui

Penyebab Mudah Mengantuk Sepanjang Hari yang Jarang Diketahui

Lifestyle2 jam lalu
Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Filosofinya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Filosofinya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kapolres Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan dan Pencarian Bakat Sepak Bola Pelajar di Subang

Kapolres Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan dan Pencarian Bakat Sepak Bola Pelajar di Subang

Subang3 jam lalu
Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Olahraga3 jam lalu
Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Nasional3 jam lalu
Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Nasional4 jam lalu
Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Nasional4 jam lalu
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Nasional5 jam lalu