Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 303: Nalar yang Tergadai ChatGPT

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|06:50 WIB
Bagikan:
Pojokan 303: Nalar yang Tergadai ChatGPT
Kang Marbawi.

Nalar yang Tergadai ChatGPT

Hidup memang tak pernah lurus seperti penggaris. Selalu ada belokan, kadang menikung tajam. Bayangan tubuh saja bisa menipu: tinggi cuma 170 cm, kena sinar bisa molor jadi 10 meter. Kadang malah mirip hantu hitam yang setia mengiringi langkah. Begitulah rencana manusia: sering meleset, kadang bikin geli, kadang bikin ngeri.

Perpustakaan sekolah pun nasibnya tak jauh beda. Dulu diniatkan jadi dapur ilmu, tempat anak-anak mengunyah buku sampai jadi kutu. Nyatanya, malah jadi warung nongkrong pas jam istirahat, atau sekadar bengkel darurat buat ngerjain PR. Perpustakaan kini laksana restoran mewah dengan meja penuh makanan, tapi pengunjungnya entah ke mana.

Rak buku yang kurus kering makin tersudut malu, kalah gesit oleh jari-jari yang sibuk menari di layar gawai. Televisi tanpa penonton, lampu terang di ruang kosong—itulah wajah perpustakaan hari ini.

“Anak Indonesia kalau tak doyan baca, mau jadi apa?” keluh Rohmat, penjaga perpustakaan SMP di Cirebon. Ia melihat ruang baca sepi, sementara murid-murid lebih percaya pada ChatGPT. Tanya apa saja, jawabannya keluar secepat kilat. Gurunya pun ditinggal, bahkan ulangan pun bisa ditempuh dengan bantuan si mesin pintar.

ChatGPT Jadi Juru Masak

Semua orang maunya instan. Macam pesan makanan cepat saji: klik, datang, lahap. ChatGPT jadi juru masak serba bisa. Murah, cepat, tanpa protes. 

Tak heran minat baca bangsa ini jeblok. PISA 2022 menempatkan Indonesia di posisi 71 dari 81 negara, skor 359—turun dari 372 pada 2018. Tujuh puluh lima persen siswa usia 15 tahun tak paham apa yang dibaca. Sulit menemukan ide utama teks, sama sulitnya dengan memberantas korupsi.

ChatGPT memang jenius. Ia melompati proses literasi, langsung menyajikan jawaban matang tanpa perlu mengunyah bacaan. Padahal membaca itu bukan sekadar mencari jawaban, tapi mengasah rasa, menajamkan nalar, melatih kepekaan. Generasi yang disuapi instan bisa kehilangan otot pikirannya.
Kita sedang menghadapi paradoks digital: jari-jemari lincah di media sosial, tapi otak tumpul membaca teks. Perpustakaan yang agung tersisih oleh algoritma. Buku-buku yang dijaga Rohmat pelan-pelan ditinggalkan. Generasi bangsa ini menyerahkan cara berpikirnya kepada mesin.

Pak Rohmat, mungkin sebentar lagi kau pensiun. Bukan karena umur, tapi karena profesimu kalah oleh algoritma. Buku agung yang kau jaga kini tinggal monumen. Anak-anak bangsa lebih percaya pada “asisten pribadi super cerdas” ketimbang pada lembaran kertas.

Begitulah hidup: nalar tergadai, perpustakaan sepi, dan bangsa ini menyerahkan masa depannya pada mesin yang tak pernah tidur. Selamat Hari Pendidikan Nasional! (Kang Marbawi 030526)

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional8 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang9 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang9 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta10 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta10 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang10 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle13 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle14 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline14 jam lalu