Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 308: Oh MBG, Oh Ironi

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|10:07 WIB
Bagikan:
Pojokan 308: Oh MBG, Oh Ironi
Kang Marbawi.

BGN (Badan Gizi Nasional) lahir dengan niat mulia: melawan stunting, memperkuat gizi rakyat, menyehatkan bangsa. Tapi di negeri ini, niat baik sering tersandung di meja rapat—dan jatuh tersungkur di meja makan pejabat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai investasi masa depan, tapi malah tenggelam oleh beat lagu TikTok “Mas Bahlil Ganteng” yang lebih renyah di telinga.

Ironi lagu “Mas Bahlik Ganteng” viral hingga ke Turki, sementara siswa kurus, tak bersepatu, kemampuan membaca dan matematika siswa Indonesia lemah versi OECD tak viral. 

Lebih ironis lagi, dapur gizi berubah jadi dapur elit, rakyat cuma kebagian remah, sementara menu utama jadi bubuk rekening offshore. Anak-anak menunggu nasi kotak, pejabat menunggu transferan dolar. Hasilnya MBG di-KO bukan oleh stunting, melainkan oleh Kejaksaan Agung. Kepala BGN dan dua wakilnya digelandang. Bukan ke dapur gizi, tapi ke dapur hukum. 

Angka-angka yang mestinya menimbang berat badan anak, justru menimbang berat amplop tender. Statistik pun bicara: harga satuan MBG Rp15.000 per siswa, tapi yang tersaji Rp10.000. Audit bayangan menyebut kebocoran 20–30%. Anggaran MBG: Rp85,27 triliun (2025), Rp268 triliun (2026). Total Rp353,27 triliun. Angka ini bukan sekadar deret, tapi wajah kurus di pelosok. Vitamin lebih banyak tersangkut di meja pejabat ketimbang di mulut anak-anak.

MBG Sejatinya Dapur Masa Depan Bangsa

Tender pengadaan makanan bergizi dimenangkan kroni. Laporan gizi penuh vitamin A, kenyataan penuh vitamin “Asal Bapak Senang.” Anak-anak kurus jadi poster kampanye, wajah ceria makan MBG. Yang gemuk? Rekening pejabatnya. Padahal MBG sejatinya dapur masa depan bangsa. Kalau korupsi terus menggerogoti dapur gizi, itu sama saja merampok nalar anak bangsa. Siap-siap saja anak tumbuh dengan otak lapar.

Andai saja anggaran ratusan triliun itu tidak hanya untuk isi perut 64,47 juta siswa (dari TK/RA sampai SMA/Aliyah), tapi juga otaknya diisi dengan kewajiban membaca buku, bukan main TikTok. Gurunya di-upgrade, kesejahteraannya dinaikkan, maka lahirlah generasi emas, bukan generasi anemia: kenyang hiburan, tumpul otak. Sebab otak kosong pendidikan lebih berbahaya daripada perut lapar. Perut kosong bisa diisi nasi, otak kosong hanya bisa diisi propaganda.

Jangan sampai slogan manis BGN: “Anak sehat, bangsa kuat” hanya jadi stiker di pintu kulkas kosong. Alih-alih menurunkan stunting, yang turun justru kepercayaan rakyat. Rakyat tersenyum getir: “Lawan stunting kok malah melahirkan stunting moral.” Bangsa ini stunting bukan karena kurang protein, tapi karena kelebihan hipokrisi. Kekurangan gizi kejujuran, kurang vitamin empati, kelebihan lemak keserakahan.

Pak Presiden Prabowo di Rakor BGN, Sentul, 3 Juni 2026, sudah mengingatkan: “Program gizi harus dijalankan dengan hati dan integritas, bukan sekadar laporan keuangan.” Tapi di negeri ini, integritas sering kalah oleh intensitas: intensitas rapat, intensitas mark-up, intensitas selfie di depan spanduk program. Semoga dapur gizi tak lagi jadi restoran pejabat. Kalau tidak, jangan salahkan bila bangsa ini tumbuh bukan jadi generasi emas, tapi generasi anemia—kenyang MBG, tapi lapar integritas.

Dan akhirnya, rakyat pun belajar satu hal: di negeri ini, nasi kotak bisa jadi kotak Pandora. Begitu dibuka, keluar bukan aroma lauk pauk, tapi aroma busuk korupsi. Anak-anak tetap kurus, pejabat tetap gemuk. Bangsa ini pun terus berdoa, semoga suatu hari nanti dapur gizi benar-benar jadi dapur bangsa, bukan dapur rekening.(Kang Marbawi, 060626)

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional8 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang9 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang9 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta10 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta10 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang10 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle13 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle14 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline14 jam lalu