Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Topeng Digital: Mengapa Kita Harus “Bersembunyi” di Second Account?

H
HubaEditor: Huba
|17:05 WIB
Bagikan:
Topeng Digital: Mengapa Kita Harus “Bersembunyi” di Second Account?

Oleh: Salfasa Islami Faska
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro

Di era sekarang, Instagram bukanlah hanya sekedar media sosial untuk membagikan foto atau moment tertentu, melainkan bisa menjadi panggung sandiwara. Kita mengenal First Account (akun utama) dengan unggahan yang penuh estetika, pencapaian berharga, senyuman terbaik. Namun, dibaliknya Second Account (akun kedua) adalah menggambarkan diri asli sendiri.

Akun kedua memiliki pengikut yang lebih sedikit dari akun pertama, biasanya dibawah 100 atau 50, karena akun kedua hanya berisi orang-orang terdekat saja. Jika pada First Account kita dapat menerima permintaan pertemanan dari rekan kerja, atasan ataupun orang baru dikenal demi sopan santun, namun pada Second Account kita mempunyai hak untuk memilih siapa yang kita konfirmasi. Hal ini menciptakan rasa aman yang tidak ditemukan di akun pertama.

Di akun pertama ada aturan yang tidak tertulis, kita harus menjaga “Feeds” agar lebih rapih, estetik, dan enak dipandang. Tetapi di akun kedua aturan itu runtuh, kita dapat membagikan foto blur, video sedang menangis, cerita keluhan bahkan bisa membagikan meme atau video lucu.

Pada Social Penetration Theory (teori penetrasi sosial) yang di kembangkan oleh Altman dan Taylor, terdapat penggunaan analogi “bawang merah” yang menjelaskan kepribadian manusia. Lapisan terluar yaitu data demografis dan penampilan luar yang orang lihat, sementara lapisan terdalam adalah menunjukkan ketakutan, konsep diri, dan nilai-nilai intim.

Lapisan luar sebagai akun pertama, di sini kita melakukan self-disclosure (pendekatan diri) secara terbatas dan publik, kita akan memperlihatkan sebagaimana layaknya dilihat oleh rekan kerja, atasan, keluarga besar, ataupun kenalan jauh. Pada first account kita ingin harus menjaga citra sosial. Second account sebagai inti bawang, sebaliknya pada akun kedua kita dapat menembus lapisan terdalam tanpa harus takut akan penilaian publik. Di akun ini biasanya memiliki pengikut yang terbatas, seperti teman dekat, sahabat, dan lingkaran kepercayaan. Di sinilah penetrasi sosial yang sesungguhnya terjadi.

Dalam penetrasi sosial terdapat perlibatan antara proses pengungkapan diri dengan biaya dan imbalan (rewards and costs). Di akun pertama jika kita terlihat gagal atau berantakan, kita memiliki risiko (biaya) yang sangat tinggi, kita takut untuk dihakimi. Namun, di akun kedua imbalan yang kita dapat adalah kelegaan emosional seperti kita dapat bebas mengunggah foto tanpa filter, menceritakan keluh kesah, membagikan moment absurd yang hanya sedikit orang yang mengerti. Second account menjadi ruang yang aman untuk kita memperlihatkan sisi gelap kita, sisi konyol, dan sisi rapuh.

Fenomena second account ini membuktikkan bahwa kita haus akan kedekatan yang otentik. Kita membelah diri bukan karena kita palsu, tetapi kita mimilih kepada siapa yang tepat kita akan mengupas lapisan “bawang” pada ke intinya.

Pada akhirnya first account memenangkan kekaguman banyak orang, tetapi second account lah yang menjadikan kita bertahan dengan kewarasan kita melalui hubungan yang tulus dan mendalam. (*)

Berita Terbaru

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Nasional54 menit lalu
Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Nasional1 jam lalu
Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Nasional1 jam lalu
Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional3 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional3 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga4 jam lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional4 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang4 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional4 jam lalu