Antisipasi Penybaran DBD, Pemdes Bojong Barat di Purwakarta Berantas Sarang Nyamuk

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta mengambil langkah antisipasi penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya melalui kegiatan fogging, Senin (19/1/2026). Selain fogging, Pemdes Bojongbarat terus melakukan langkah antisipatif dengan melakukan deteksi dini dan memberantas sarang nyamuk.
Kades Bojong Barat, Adik Syahroni menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif pencegahan kasus DBD dan Chikungunya.
"Kami berharap fogging ini dapat menekan laju kasus DBD dan Chikungunya di wilayah Desa Bojongbarat," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Kades menambahkan walaupun fogging sudah dilakukan, namun warga masyarakat tetap harus menjaga kebersihan.
"Masing masing warga hendaknya tetap membersihkan lingkungan rumah dan area sekitar tempat tinggalnya untuk meminimalisir keberadaan jentik nyamuk penyebab DBD dan Chikungunya," ucap pria yang akrab disapa Adik itu.
Adik menyelaskan penyakit Chikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, vektor yang sama dengan penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Oleh karena itu, langkah pemberantasan sarang nyamuk penting dilakukan untuk menghilangkan bibit-bibit nyamuk Aedes Aegypti.
"Fogging bukan langkah pertama, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara telur dan jentiknya harus diberantas lewat PSN. Kalau fogging dulu, seminggu kemudian nyamuk akan muncul lagi," jelasnya.
Adik menegaskan, PSN dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta Plus menggunakan lotion antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.
"Melalui fogging dan PSN ini, saya berharap penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan," ungkap Adik.(mas/sep)
